La Belle Et La Bete

La Belle Et La Bete
Iron Man



"Kau tidak ingin masuk?" Bill bertanya untuk kesekian kalinya setelah mereka sampai di depan bangunan pencakar langit bertuliskan Orlando Company.


Glend merotasi pandangannya, banyak karyawan yang hilir mudik karena bertepatan dengan jam pulang. Pada akhirnya ia lah yang mengemudi seperti orang gila. Alex berulang kali muntah, pria itu langsung melompat keluar begitu mobil berhenti. Sedangkan Bill dan Justin hanya merasakan pusing dan mual.


"Aku sudah tidak berminat untuk membeli rumah itu," Ujarnya dengan nada ringan. "Hubungi aku jika urusannya sudah selesai." Glend menyalakan mesin mobil, melajukannya kembali tanpa menunggu jawaban para sahabatnya.


_____


"Mom.... cepatlah! Astaga, kau lambat sekali. Aku sudah tidak sabar untuk mendapatkan bonekaku. Apakah Mommy sudah mengatakan kepada Daddy agar tidak membeli barbie itu lagi." Grace yang duduk di atas ranjang mengayunkan kedua kakinya yang menggantung dengan tidak sabar.


Bella yang sedang memoleskan lipstik di bibirnya hanya bisa tersenyum melihat tingkah Grace yang selalu tidak sabaran.


"Oh, astaga, Mommy melupakannya. Bisakah kau menghubungi Daddy, sweety." Bella menunjuk ponselnya yang terletak di atas nakas. Grace segera melaksanakan apa yang diperintahkan ibunya.


"Tiga kali percobaan, Daddy tidak menjawab panggilannya sama sekali, Mom. Aku tinggalkan pesan saja."


"Daddy, kau tidak perlu menghamburkan uang untuk membeli boneka barbie Stefani. Aku sudah mendapatkannya! Aku mencintaimu, Daddy. Muach!"


Bella hanya tersenyum simpul mendengar voice note putrinya itu. "Ayo, kita ambil bonekamu." Bella sudah selesai berdandan. Keduanya kompak mengenakan dress couple bercorak floral.


Sebuah taksi sudah menunggu di depan rumah mereka. Bella dan Grace pun segera masuk ke dalam taksi, "Illycaffé," Bella menyebutkan salah satu coffee shop yang cukup terkenal di Bristol. Seseorang yang membeli boneka untuk Grace ada di sana. Mengadakan pertemuan dengan relasi bisnisnya.


Lima belas menit kemudian, taksi yang membawa mereka sudah berhenti. Keduanya harus menyeberangi jalan lagi untuk sampai ke cafe tersebut.


"Ya, Felix."


"Kau dan Grace di luar?" Felix mendengar suara kendaraan yang lalu lalang.


"Hm, Illycaffé. Ayah sedang mengadakan pertemuan di sana. Ia ingin bertemu dengan Grace. Kau sudah mendengar pesan darinya?"


"Ya. Ck! Anak itu sungguh menggemaskan. Bisakah aku berbicara dengannya?"


"Tentu saja, Gre... Oh, tidak... GRACE!!!" Bella membeliak kaget melihat Grace yang berlari menyeberangi jalan. Sebuah mobil dari arah yang berlawanan terlihat melaju kencang. Bella melempar ponselnya, berlari hendak menyusul putrinya. Tidak peduli dengan keselamatan nyawanya. "Akkhhhh....." Bella menjerit histeris tatkala mobil itu kalah cepat darinya.


"Tidak...Tidak... putriku." Bella bernapas lega, Grace selamat. Di depannya, putrinya itu sedang berada di dalam gendongan seorang pria yang menjadi penyelamat putrinya. Dengan kaki gemetar, Bella menyeberangi jalan.


"Apa kau spiderman, Uncle?"


Pria itu tertawa renyah, "Aku lebih menyukai Iron man," Pria itu berkelakar sembari mengerling jenaka. "Manusia biasa. Kekuatan fisiknya pun kekuatan fisik manusia biasa. Tidak mempunyai superhuman abilty, tidak bisa berlari cepat, tidak bisa mengeluarkan laser dari matanya...."


"Kekuatannya terletak pada pikiran dan memiliki harta kekayaan tentu saja!" Grace menyela ucapan pria tersebut. Untuk sesaat pria itu terpukau kagum, sejurus kemudian ia pun tertawa.


"Ya, kau benar, Sayang. Kau juga menyukai iron man?"


"Tidak terlalu. Aku lebih menyukai Ken. Ouch, kau mungkin tidak mengenalnya. Ken adalah pasangan barbie. Berwajah tampan dan berpakaian bersih."