La Belle Et La Bete

La Belle Et La Bete
Jangan Menyentuhku!



"Bryson kah yang memberimu perintah, sialan? Arghh!!!" Glend melayangkan bogeman kuat di wajah Alex hingga terdengar bunyi krek di hidung pria itu. "Bryson! Aku akan menghabisimu!" Dengan langkah cepat, Glend berjalan menuju kamar pria yang turut andil menghadirkannya ke dunia ini.


"BRYSON!!" di dorongnya pintu dengan kasar. Lagi dan lagi ia dibuat terkejut. Bryson sedang bersama Bella. Di kamar pribadi si tua bangka itu. Sedang memijat tengkuk wanita itu.


"Ilmu apa yang kau gunakan, Bryson?" Glend menatap Bryson dengan jijik lalu mengalihkan tatapannya kepada Bella. "Apa ini? Hanya karena aku melupakanmu, lalu kau memilih bersenang-senang dengan pria itu?"


Bella berdiri, "Tidak, Glend, bukan seperti itu. Ayahmu sedang..." Glend mengangkat sebelah tangannya. Memberi isyarat agar Bella lebih baik diam.


"Apa ibuku dibunuh?" Glend menatap Bryson penuh kebencian lalu di detik berikutnya pria itu terlihat rapuh dan terluka. Maniknya merah menahan tangisan dan juga amarah.


"Siapa yang sudah mengatakan hal itu padamu?" Bryson terlihat tenang. Ketenangan yang ia tunjukkan semakin membuat Glend marah. Hal apakah yang bisa menyentuh relung hati pria itu. Glend memaki di dalam hati. Memangnya dia punya hati? Jika punya hati, tidak mungkin ia tega membunuh istrinya sendiri.


"Artinya benar. Kenapa kau melakukannya? Dia hanya diam saat kau bersenang-senang dengan para wanita-wanita muda. Dia tidak membencimu sama sekali. Dia tidak mengganggu kesenanganmu yang menjijikkan itu sama sekali. Lalu kenapa?" Suara Glend melunak lirih. Sungguh otaknya tidak bisa mencerna semuanya. Ini terlalu mendadak. "Ibuku selalu tersenyum setiap menyambutmu datang ke kamar. Jika memang kau sudah tidak mencintainya lagi, tidak bisa menikmati tubuhnya lagi, kenapa kau menahannya? Kenapa kau tidak menceraikannya?"


"Ibumu yang tidak mau pergi meninggalkan istana."


Glend tertawa getir, "Jadi kau sungguh ingin menceraikannya. Ibuku yang malang terlalu mencintaimu dan bagimu itu memuakkan hingga kau tidak sungkan menghabisi nyawanya, begitu?"


"Glend..." Bella ingin merengkuh pria itu ke dalam pelukannya. Ini pasti sulit bagi pria itu. Kenyataan disembunyikan darinya. Kenyataan bahwa orang-orang terdekatnya lah yang melakukannya, melakukan kejahatan terhadapnya, terhadap ibunya.


"Apa sebenarnya salahku dan juga ibuku?" Glend benar-benar tidak habis pikir.


Glend menurunkan tatapan pada tangan yang berada di lengannya. "Singkirkan tanganmu!" Glend menghempaskan tangannya dengan kasar hingga Bella tersentak kaget.


"Bersikap baiklah pada istrimu," Bryson menegurnya dengan sengit.


Cukup sudah, amarahnya tidak bisa ia bendung lagi. Pria biadab di hadapannya menegurnya tentang cara berlaku baik terhadap istri sedangkan pria itu berlaku hina kepada ibunya.


"Jangan menasehatiku tentang sesuatu yang tidak kau indahkan, brengsek. Aku benar-benar muak denganmu, kenapa tidak kau saja yang mati, keparat! Argghh....!" Glend melempar kursi ke sembarang arah hingga hampir mencelakai seorang wanita yang baru keluar dari dalam toilet. "Kau manusia terhina yang pernah kutemui. Aku menyesal terlahir sebagai putramu. Pergilah kau ke neraka!" Glend menerjang ayahnya, menarik lehernya laku kemudian menyundul kepalanya."


"Glend, hentikan!" Bella menarik tangan suaminya agar menjauh.


"Jangan menyentuhku, wanita murahan! Ciihh!!"


"G-Glend," suaranya tercekat di tenggorokan. Pria yang mencintainya baru saja menghina dan merendahkannya. "Aku bukan wanita murahan, Glend."


Bugh!


Bryson melayangkan bogeman di wajah putranya. "Buktikan kepadaku jika kau memang tidak serendah diriku, Son."