La Belle Et La Bete

La Belle Et La Bete
Ending



"Aku bagaikan musafir yang tersesat di gurun pasir yang secara tidak sengaja menemukan sumber mata air. Aromamu sedikit mengobati kerinduanku. Aku marah dan benci padamu, tapi semakin aku mencoba membencimu semakin aku menemukan aku semakin jatuh cinta padamu. Disaat aku berdamai dengan keadaan, hal yang terjadi tetap sama. Kenangan tentangmu tidak bisa kuhapuskan begitu saja. Apa kau tahu apa yang dikatakan Gavin kepadaku?"


Glend menggelengkan kepala. Terang saja ia tidak tahu. Banyak hal yang harus ia pelajari dari anak-anaknya. Ia berjanji dan bertekad bahwa ia akan menebus semuanya. Melimpahi keluarga kecilnya dengan cinta yang luar biasa. Glend tahu apa yang akan ia lakukan tidak akan bisa membuat kenangan buruk itu terhapus begitu saja. Tapi ia akan membuat Bella dan anak-anaknya tidak memiliki waktu dan celah mengingat sesuatu yang buruk. Hanya ada keindahan yang akan di berikan.


"Apa yang dikatakan putra kita, Sayang?" Glend masih saja tercekat. Cengeng! Bella lebih kuat dan tangguh darinya. Wanita itu masih bisa menjaga suara tetap stabil.


"Sudah kukatakan jangan bersuara dulu!"


"Aku sangat penasaran." Glend terkekeh.


"Mom, kurasa kau lebih mencintai Grace dibandingkan diriku. Kau selalu memberi izin jika aku menginap di rumah Daddy Felix. Tapi saat Grace meminta hal serupa, kau melarangnya. Saat kau panik, yang kau cari adalah Grace, bukan diriku. Oh, Mom, aku seorang pria. Aku yang akan melindungimu dan Grace. Coba katakan padaku Mom, apa yang dilkakukan Grace padamu?"


Glend tersenyum, tanpa terasa air matanya meluruh, ia tidak tahan lagi. Ditariknya Bella ke dalam pelukannya. Didekapnya dengan erat. Sangat erat. Tubuhnya bahkan berguncang, menahan isakannya. Perasaannnya melambung, membuncah, ia terbuai. Bella memiliki cinta yang sangat luar biasa untuknya. Sama seperti dirinya, Bella juga sangat menderita sampai-sampai sebuah parfum, wanita itu jadikan sebagai penenang.


"Aku tahu. Aku tahu alasannya, Bella. Aku tahu. Kau melihat diriku pada putri kita. Tatapan yang sama, manik yang sama. Dengan memeluk Grace, seolah kau sedang memeluk diriku. Itukah yang ingin kau katakan?"


Bella mengangguk dalam pelukannya. "Kau selalu saja cepat tanggap. Aku merindukanmu. Aku mencintaimu. Maafkan aku dan terima kasih sudah menanamkan bibit-bibit unggul di rahimku beberapa tahun lalu. Putra putri kita sangat cerdas. Tuhan Maha Baik, Dia menganugerahiku anak-anak yang mirip denganmu."


"Aku lebih mencintaimu, Bella."


Seperti yang diminta oleh istri kesayangannya itu, Glend segera menyatukan bibir mereka dengan alunan lembut.


"Euuww... mereka berciuman lagi." Gavin melayangkan protes.


"Itu tanda cinta, Gav. Aku akan menikahi pria yang menatapku seperti cara Daddy menatap Mommy. Aku tidak sabar untuk dewasa!"


Alex, Justin dan Bill menarik napas secara bersamaan.


"Sebelum kalian dewasa, biarkan kami menemukan wanita yang mencintai kami seperti cinta ibumu kepada ayahmu." Justin berdecak kesal. Ia bahagia, tapi ia juga cemburu. Kini Glend sudah bahagia dan mereka bertiga tetap saja gersang mendekati karatan.


"Sudah saatnya kita memikirkan masa depan kita, Dude." Bill mengusap bahu Justin. Memberi kekuatan pada pria itu juga pada dirinya sendiri.


"Ya. Sebelum bibit unggul kita expired, mari menjadi musafir cinta. Menemukan wanita yang bisa membuat kita jatuh cinta."


_END_