
Koleksi minuman terbaik dikeluarkan. Makanan mewah disajikan secara besar-besaran. Aula juga didekorasi sedemikian mewah dan glamor. Bukan hanya rakyat yang diundang, tetapi juga para petinggi dari negera tetangga. Anndora sangat jarang melakukan hal itu. Hanya acara-acara penting yang membuat Anndora terpaksa mengundang petinggi dari negara lain. Semuanya berbaur jadi satu di aula tersebut. King Bryson menyapa para tamu undangan dengan ramah. Termasuk raja Spanyol, Prancis juga perdana menteri. Ada juga kolega bisnis yang bekerja sama dalam bidang pariwisata.
"Aku tidak mengetahui jika kau sedang membuat acara? Apakah ada hal baik yang terjadi?" Queen Hellga sangat terkejut dengan pesta yang diadakan secara tiba-tiba. Ia lengah dan tidak mengetahui rencana ini sama sekali.
"Ini hanya lanjutan dari pesta penyambutan kemarin yang berhasil kau rusak, Ibu." Bryson tersenyum hangat sembari menuntun Hellga untuk duduk disinggasananya. Lalu Bryson berlutut di bawahnya, dengan sebelah kaki yang bertumpu di lantai
"Ibu, di sini aku ingin mengucapkan terima kasih kepadamu karena sudah mengangkatku sebagai anak, lalu menjadikanku sebagai menantu kemudian menjadi raja." Bryson menjeda ucapannya sesaat, menarik napasnya dengan panjang. "Tapi jika kau tanya inginku, Ibu, semua itu tidak pernah kuinginkan dalam hidupku. Kau memaksa semuanya terjadi begitu saja."
"Apa maksudmu!" Queen Hellga berucap sinis.
"Maksudku, aku tidak pernah ingin menjadi putramu, terlebih menjadi menantumu. Aku tidak menginginkan semua itu, Ibu. Kau tahu itu. Kekuasaanmu kau gunakan pada kami rakyat yang lemah. Ayah, ibuku harus merelakanku padamu hanya karena keserakahanmu yang tidak ingin turun dari tahta tersebut. Kau tahu aku juga sangat mencintai Jenita, tapi dengan kejam kau membuat wanita itu tersiksa."
Glend yang tadi acuh tidak acuh, untuk pertama kalinya menoleh ke arah Bryson juga Hellga.
"Kau memanipulasi keadaan agar aku terlihat sebagai suami yang suka bermain gila, bermain perempuan. Apakah dengan menjadikan anak-anakku sebagai korban ambisimu tidak cukup bagimu, Ibu?"
"Apa kau sedang berusaha mempermalukanku di sini, Bryson?!"
"Diamlah kau, anak tidak tahu diri!"
Bryson menggeleng, "Hari ini, semuanya harus berakhir. Melalui Bella, mantan menantuku," Bryson sengaja menekan kalimatnya di akhir untuk menyentil putranya sendiri. "Aku diberi kesempatan untuk menjadi pria yang lebih bermartabat. Melalui Bella, aku diberi kesempatan jika aku masih layak disebut sebagai ayah."
"Di mana wanita itu. Inilah kenapa kerajaan tidak membutuhkan orang-orang rendahan dari luar sana."
"Bella sudah pergi, Ibu. Bella lah yang tidak membutuhkan orang-orang menjijikkan seperti kita."
Queen Hellga, begitu pun Glend terkejut dengan pernyataan Bryson.
"Dia pergi membawa luka yang begitu besar. Luka yang kita torehkan padanya begitu mendalam." Bryson menunduk menyembunyikan kesedihannya. Matanya perih luar biasa mengingat kondisi Bella yang ada di dalam pelukannya dini hari tadi.
"Baguslah jika wanita itu pergi sebelum mencemari negara ini."