
"Oh, Dad, rompinya membuatku gerah. Aku tidak akan terjatuh, percaya padaku."
"Daddy percaya padamu dan yakin kau tidak akan cedera. Kau jagoan kami, Buddy. Tapi keselamatan tetap yang utama. Ayo, rentangkan tanganmu." Gavin berdecak, tapi dengan patuh tetap merentangkan kedua tangan mungilnya. Felix dan Bella tersenyum melihat mimik Gavin yang berubah masam. "Sarung tangan," Felix mengulurkan tangannya. Gavin memutar kedua bola matanya. "Selesai, naiklah ke atas kudamu, Jagoan."
Gavin mengangguk, ia berbalik menghadap kudanya. Di usapnya kepala Gib dengan lembut. "Hei, Kawan. Hari ini mari mengalahkan Grace dan yang lain." Ia pun menunduk memberikan kecupan di kepala kuda poni tersebut.
Gavin dan Grace sudah berada di atas kuda mereka masing-masing. Felix berbalik, melihat Bella yang sedang memegang perlengkapan kuda.
"Kau tidak ikut?"
Bella menggeleng, "Aku menunggu di sini saja."
"Baiklah, aku akan mengawasi anak-anak." Felix memberikan satu kecupan di kening Bella sebelum ia melompat ke atas kuda miliknya.
"Bella tidak ikut, kau ingin tinggal? Kami akan menahan Felix dan anak-anakmu agar kau dan Bella lebih leluasa berbincang." Alex memasang sarung tangan juga perlengkapan lainnya.
Glend terkekeh. "Aku marasa tersanjung memiliki para sahabat seperti kalian. Aku akan ikut berkuda. Seperti yang kukatakan, aku hanya ingin melihat anak-anakku," Glend pun melakukan hal yang sama. Memasang perlengkapan sebelum melompat ke atas kuda pilihan Justin.
"Kau yakin?" Bill menukik alisnya. Glend mungkin memang sudah berbesar hati, tapi ia tidak yakin jika Glend akan menyia-nyiakan kesempatan untuk berbincang dengan Bella.
"Aku..."
"Hei, Bella." Kalimatnya menggantung di udara karena si keparat Justin sudah memanggil Bella. "Astaga, kebetulan sekali kita bertemu di sini," Justin berlari menghampiri Bella lalu menarik wanita itu untuk bergabung dengan mereka. "Aku belum mengucapkan selamat padamu karena sudah melahirkan dua keponakan yang sangat lucu untukku. Apa kau kesulitan saat melahirkan kedua bocah menggemaskan itu?"'
"Lebih baik setelah melihatmu," Bagi Bella itu terdengar seperti bualan semata. "Kemarin malam adalah tidur ternyenyak yang kami alami setelah tujuh tahun. Bukan begitu teman-teman?"
Bill dan Alex kompak mengangguk, sedangkan Glend hanya memandangi Bella.
"Kebetulan sekali kita bertemu di sini," Glend menyerahkan sarung tangan yang sudah ia pasang kepada Justin. Ia gagal ikut berkuda.
"Aku tidak membutuhkan ini, Dude. Aku tidak bisa mengendalikan kuda-kuda itu." Ya, Justin memiliki trauma menaiki kuda. Saat mereka kecil, ia terlempar dan mengalami cedera cukup parah. Sejak itu, ia tidak mau ikut berlatih kuda. Ia hanya akan menjadi penonton.
"Kurasa tidak ada yang kebetulan di dunia ini," Bella menimpali ucapan Glend dengan mimik datar.
Glend tergelak, "Kau menuduh kami mengikutimu."
"Itulah yang sebenarnya. Mobilmu mengikuti kami sejak dua jam yang lalu. Apa yang ingin kau lihat?"
Keempat pria itu kompak tersedak.
"Sudah kukatakan mengemudi dengan jarak yang tidak terlihat oleh mereka," Glend melayangkan tinju di lengan Bill yang memang biasanya menjadi sopir mereka.
"Itu adalah kalimat yang kukatakan padamu, Dude." Alex menyeletuk. "Kau lah yang menyetir dan membawa kita kemari."
Glend terkekeh dengan tidak tahu malunya. "Aku terlalu bersemangat kalau begitu. Apa yang ingin kulihat? Tentu saja kau dan anak-anak." cetusnya dengan nada ringan.