
"Granny, aku mendengar bahwa kau sangat ingin menjodohkan Alice kepada Glend," Bella sedang membantu Queen Hellga memijat kaki wanita tua itu. Keduanya sedang berada di kamar pribadi Queen Hellga.
"Ya, itu karena aku tahu mereka saling mencintai. Oh, maaf, Sayang, kita sedang berbicara tentang masa lalu. Sekarang kutahu, Glend sangat mencintaimu," Queen Hellga mengusap wajahnya dengannya lembut.
"Apakah Glend yang mengatakannya padamu, Granny?"
"Ya, saat dia berkunjung kemari."
"Tapi sekarang dia melupakanku, Granny."
"Itu hanya sementara."
"Jika mereka, Glend dan Alice saling mencintai, kenapa Alice bisa menikah dengan Andreas, Granny? Apakah ini semacam perjodohan?"
Granny menghela napas berat. Matanya yang sayu tampak terluka mengingat saat-saat keluarganya masih utuh dan lengkap. Sekarang satu persatu mulai meninggalkannya. Hanya tersisa dirinya dan Bryson. Untuk itulah ia bersikeras agar Glend kembali ke Anndora. Siapa lagi yang kelak bisa meneruskan tahta mereka jika bukan Glend. Hanya Glend yang bisa memberikan mereka keturunan.
"Dulu tidak ada yang tahu tentang hubungan mereka, Nak. Andreas datang kepada kami mengemukakan niatnya untuk melamar Alice. Alice adalah teman mereka sejak kecil, dia juga merupakan putri perdana mentri Rusel Tylor. Tidak ada yang tahu kisah mereka hingga tragedi itu terjadi," Manik Queen Hellga berkaca-kaca menahan tangisannya. Bella mengusap punggung wanita itu, memberi penghiburan.
"Alasan kenapa aku dulu menjodohkan mereka setelah Andreas meninggal, aku hanya tidak ingin Stacy kehilangan sosok ayah di usianya yang masih muda. Tapi, sekarang itu tidak akan terjadi lagi, kau dan Glend sudah menikah," pungkas wanita tua itu.
___
"Lepaskan tangan kotormu, Sialan!" Glend mendorong Alice hingga tersungkur ke lantai. Wanita itu meringis kesakitan, sikunya tergores ke lantai hingga berdarah.
"Apa kau tidak mempunyai malu? Mengemis kepadaku setelah apa yang kau lakukan?"
"Itu karena aku mencintaimu, Glend. Kau tahu itu."
Glend menyeringai sinis, mimiknya muak merasa jijik dengan apa yang dikatakan Alice kepadanya. Betapa mudahnya kata cinta keluar dari mulut Alice setelah wanita itu memilih meninggalkannya.
"Jika yang kau katakan benar, kau tidak mungkin menerima lamaran dari Andreas."
"Kau juga tidak memperjuangkanku! Apa yang bisa kulakukan jika ayahku yang langsung menerima lamaran itu. Lalu apa yang bisa dilakukan ayahku saat ayah dan nenekmu datang melamarku. Katakan Glend, apakah ada orang yang bisa menolak permintaan mereka? Menolak permintaan penguasa negeri ini? Kau jelas tahu sekeras apa ayahmu. Apa kau pikir aku hanya tinggal diam saat lamaran itu datang? Aku memohon kepada ayahku, Glend. Membeberkan hubungan kita. Ayahku menemui ayahmu, tapi yang terjadi King Bryson justru mempercepat pernikahan kami."
Glend berdecak malas. Ia tidak membutuhkan penjelasan sekarang. Ia datang bukan untuk mengulang kisah masa lalunya. Ia bersedia datang hanya untuk mencari tahu tentang kematian ibunya. Bukan mendengar alasan di balik pengkhianatan yang dilakukan Alice. Pembahasan itu hanya akan menambah luka hatinya, mengingat betapa ia pernah menjadi seorang brengsek terhadap saudaranya Andreas yang sudah begitu sangat menyayanginya.
"Menurutmu apa aku tertarik mendengarkan ini semua, Alice?"
Alice tersenyum getir, "Apakah menurutmu aku bahagia, Glend? Aku tidak tahu apakah ini penting atau tidak untukmu. Andreas menikahiku bukan karena dia mencintaiku. Andreas menikahiku karena ia tahu kau mencintaiku."