
Glend membuka mata, kembali sebuah senyuman hangat tergelincir dari kedua sudut bibirnya. Mengetahui kenyataan itu, ia pun terkejut. Ia memang tidak bertanya kepada Bella, wanita itu juga tidak menjelaskan. Ya, apa yang mau dijelaskan saat Glend memang enggan untuk bertanya. Tapi itulah Glend, ia tidak akan mempertanyakan hal yang sudah ia yakini atau tahu jawabannya. Kemiripannya dengan Grace tidak usah diragukan lagi. Gavin lebih mirip dengan Bella, tetapi Grace dan Gavin memiliki kemiripan yang sangat jelas. Foto keluarga di rumah Bella sudah cukup memberi jawaban bahwa ia dan Bella memiliki dua anak yang sangat luar biasa.
"Ya, Bella sangat hebat." Tuturnya dengan manik yang kembali berkaca-kaca. Lagi dan lagi, ia terharu mengigat perjuangan Bella.
"Kau juga hebat, Dude. Bella tidak akan bisa melahirkan anak kembar tanpa adanya sumbangsih darimu. Ya, kau tahu bentuk sumbangsih yang kumaksud," sempat-sempatnya Bill menyeletuk dengan gurauan yang membuat Justin dan Alex terkikik geli.
"Terima kasih atas hiburanmu yang sangat buruk itu, Bill."
"Bagimu, hiburan dari Bella yang terbaik." Bill kembali membalas ucapan Glend dengan wajah polos tanpa dosa.
"Ya, kau benar." Glend tidak membantah sama sekali. "Hentikan mobilnya di hotel terdekat. Besok aku harus bangun untuk melihat seperti apa Bella dan anak-anakku melewatkan akhir pekan."
🍂
"Semuanya sudah siap?" Felix bertanya saat semuanya sudah berada di dalam mobil. Di bangku masing-masing.
"Siap!" Grace lah yang paling semangat setiap hendak pergi ke arena pacuan kuda. Salah satu bisnis yang juga digeluti oleh Felix.
"Kuharap Gio sudah tumbuh lebih besar lagi, Dad!" Gio adalah nama kuda poni milik Grace. "Aku sudah lama tidak bertemu dengannya. Aku merindukannya. Sangat merindukannya. Aku harap kali ini Gio bisa mengalahkan Gib, Gav!"
"Hm," Gavin hanya bergumam. Ia tidak terlalu menyukai pacuan kuda. Tapi tetap saja ia berhasil mengalahkan Grace dan anak-anak seusianya.
Dua jam perjalan, akhirnya mereka sampai di tujuan.
"Sepertinya mereka akan berkuda." Justin bersuara. Glend berdecak. Rencananya, ia akan pergi sendiri. Begitu ia masuk ke dalam mobil, ketiga pria itu ikut melompat masuk. Biarkan kami menjadi penopangmu disaat kau sudah tidak kuat melihat keharmonisan keluarga kecil Bella bersama pria tambatan hati beserta anak-anakmu. Begitu lah kira-kira yang dikatakan para sahabatnya kepadanya.
Glend memperhatikan Felix yang sedang memasang helm pelindung di kepala Grace juga Gavin. Felix juga memeriksa apakah sepatu boot sudah terpasang dengan benar.
"Kenakan rompimu, boy." Felix menahan Gavin yang hendak melompat ke kuda poni miliknya.
"Oh, Dad, rompinya membuatku gerah. Aku tidak akan terjatuh, percaya padaku."