La Belle Et La Bete

La Belle Et La Bete
Mimpi



"Kau dari mana?" Glend yang baru keluar dari dalam toilet bertanya kepada Bella yang baru memasuki kamar.


"Bertemu dengan Alex."


"Dia memberimu makan?"


Bella mengangguk seraya melepaskan pakaian yang ia kenakan.


"Apa yang kau lakukan?" Glend menutup pintu toilet tanpa melepaskan tatapannya dari Bella.


"Menanggalkan pakaianku."


"Ya, aku tahu. Kenapa kau menanggalkannya, itu maksud dari pertanyaanku."


"Aku harus mengganti pakaianku. Bukankah saatnya untuk tidur. Omong-omong saat tidur, apakah ada protokol aneh yang harus dipatuhi. Ini menyebalkan."


"Sudah kukatakan, lakukan seperti biasanya. Tidak usah kau pusingkan masalah protokol kerajaan ini. Tapi kenapa kau menanggalkan pakaianmu di hadapanku?" Glend kembali pada pertanyaan awal masih dengan memperhatikan Bella dengan intens. Dasar lelaki!


"Lalu di mana aku harus menanggalkan pakaianku. Ini kamar kita. Kenapa? Kau terangsang?"


"Aku normal," Glend menggeram.


"Tidak akan ada hubungan intim selama kau belum mengingatku, Glend." Dress yang ia kenakan meluncur mulus di bawah kakinya, teronggok di lantai. Bella melintasi ruangan dalam keadaan setengah bugil, tidak terusik dengan tatapan pria itu sama sekali. Ia bahkan melihat suaminya meneguk saliva berulang kali.


"Tidak ada kontak fisik tapi kau dengan sengaja menggodaku, tidakkah ini sangat kejam?"


Bella menyeringai, "Bukankah sudah kukatakan di awal bahwa aku akan dengan sengaja menyiksamu."


"Inikah salah satu usahamu untuk memulihkan ingatanku? Ini tidak akan berhasil, bagaimana jika kita mencobanya di ranjang. Mungkin cara itu akan berhasil."


"Aku lebih penasaran untuk menggunakan caraku, bagaimana jika kau membenturkan kepalamu ke dinding, mungkin dengan begitu ingatanmu bisa pulih." Bella membuka lemari, mengeluarkan baju tidur sutra dari sana. Ia pun segera mengenakannya dan naik ke atas ranjang.


"Matikan lampunya, selamat malam, Glend."


____


"Dad, aku memenangkan pertandingan itu, maksudku aku dan Andreas memenangkan pertandingan itu. Aku berada di posisi awal dan Andreas tepat berada di belakangku! Aku bawa piagam ini untukmu, lihatlah, Dad! Kuda pemberianmu membawa keberuntungan untukku, Dad! Sahara bekerja dengan sangat baik dan juga lincah." Sahara adalah nama kuda yang dihadiahkan kepada Glend saat ia berusia 9 tahun.


"Mulai sekarang, berhenti menggunakan kuda tersebut," King Bryson melewatinya begitu saja tanpa mengucapkan selamat atau pun melirik ke arah piagam yang Glend persembahkan untuk ayahnya.


"Tiger sudah cukup tangguh, Dad. Hanya saja Sahara lebih baik. Kurasa tidak akan ada yang mampu mengalahkan Sahara." Andreas menolak tawaran ayahnya.


"Sahara akan beristirahat," ucapan King Bryson mengundang kemarahan Glend pada saat itu. Namun ia masih terlalu kecil untuk membantah perintah seorang raja.


"Nak, kau memenangkan pertandingan lagi? Selamat untukmu," Queen Hellga mengusap kepala Glend lalu membawanya ke dalam pelukannya.


"Daddy tidak mengharapkan kemenanganku, Granny." adunya kepada sang Nenek.


"Dia tidak mengharapkanku, dia tidak menginginkanku. Aku sudah berusaha keras untuk menjadi yang terbaik, tapi kenapa ia justru semakin berpaling... Aku membencimu... Sangat membencimu..."


Racauan tidak jelas itu mengusik Bella yang sedang tertidur. Ia memutar tubuhnya menghadap suaminya.


"Glend..." Bella menyalakan lampu, ternyata pria itu sedang mengigau.


"Glend..." Bella menepuk pipi suaminya dengan. lembut. "Kau bermimpi buruk? Hei, bangunlah?"


"Tidak.... Tidak.... Ya, aku membencinya tapi aku juga ingin dipeluk olehnya?" Glend masih saja meracau tidak jelas.


"Glend... Hei, Glend, kau mendengarku?"


"JANGAN MENYENTUHKU!" Glend tiba-tiba bangun dan menepis tangan Bella hingga Bella hampir terjatuh jika Glend tidak menariknya kembali.


"Maafkan aku," lirih pria itu.


"Kau bermimpi?"


"Hm, tidurlah kembali." Glend memutar tubuhnya memunggungi Bella yang masih penasaran dengan mimpi pria itu. Selama ini Glend tidak pernah seperti itu. Tidur pria itu selalu nyenyak tanpa ada gangguan sama sekali.


Bella kembali merebahkan tubuhnya. Besok ia akan menanyakan hal itu. Ia pun melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Glend, memunggungi pria itu.


"Oh," Bella kaget saat merasakan pelukan di perutnya. Ya, Glend merapatkan tubuh mereka dan melingkarkan tangan di perut Bella.


"Ibuku selalu memelukku setiap aku bermimpi."


"Oh, ya, haruskah aku memelukmu juga?"


"Jika kau tidak keberatan."