La Belle Et La Bete

La Belle Et La Bete
Bayiku



Kuharap feelnya dapat. Happy Reading🖤


🍂


"Kau pasti merasa senang saat King Bryson menamparku." Alice menjambak rambut Bella hingga kepalanya mendongak ke atas. Tengah malam, Alice memerintah seseorang menculik Bella dan membawanya ke gudang bawah tanah. Gudang penyimpanan bahan makanan.


"Kau memang pantas mendapatkannya!" Bella berusaha menggapai wajah wanita ular itu. Namun, seseorang yang menahan Bella dari belakang membuatnya kesulitan.


"Lalu, katakan apa yang pantas kau dapatkan setelah berusaha merebut Glend dariku?" Alice melepaskan jambakan di rambut Bella. Wanita sialan itu menoyor kepala Bella hingga miring ke samping.


Bella benar-benar merasa pusing luar biasa. Saat ia diculik tadi, Bella juga sempat memberontak sebelum lehernya dipukul hingga ia pingsan.


Hanya ada mereka bertiga di sana. Ia, Alice, dan seorang pria yang mungkin merupakan kepercayaan wanita itu. Entah apa tujuan Alice melakukan ini padanya. Bella hanya berharap semoga Alice tidak berbuat macam-macam terhadap janinnya. Semoga saja wanita itu tidak menyadari tentang kehamilannya.


Tapi sepertinya Alice memiliki ilmu sihir yang bisa membaca apa yang ada di dalam pikirannya. Wanita itu menurunkan tatapannya ke perut Bella. Bella spontan memeluk perutnya.


"Jadi aku tidak salah mendengar ya? Queen Hellga ternyata berkata benar bahwa kau sedang mengandung. Sial, rencananya selalu gagal setiap kali ia berusaha membunuh janin di dalam perutmu. Dia selalu mengajakmu ke kamarnya, bukan? Kau wanita yang sangat sulit diatasi ternyata. Kau selalu memilik sejuta alasan menolak makanan juga minuman yang ditawarkan padamu."


"Tapi tidak di tanganku, wanita murahan! Kau harus mengatakan selamat tinggal pada bayimu sebelum kau sempat bertemu dengannya, ouh, Bella yang malang. Glend tidak akan memiliki anak selain dari rahimku. Kau mengerti maksudku! Buka mulutnya," perintah Alice kepada asistennya.


Bella mencoba memberontak. Nasib baik ia tidak diikat sama sekali. Keberuntungan baginya karena Alice tidak mengikatnya sama sekali. Saat pria itu mencengkram pipinya, memaksa Bella agar membuka mulut, Bella mengangkat lutut dan menyerang selangkanngan pria itu hingga pria itu merintih kesakitan. Pecah telor! Tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, Bella segera berdiri dan mendorong Alice dengan kuat hingga terjatuh lalu ia segera berlari.


"Tangkap dia bodoh! Jangan sampai wanita rendahan itu lolos atau kau yang akan kubunuh, Javen!"


Pria bernama Javen itu pun mengejar Bella dengan mengabaikan rasa sakit di area intinya. Terjadi aksi dorong mendorong diantara keduanya. Bella dan Joven hingga keduanya terjatuh. Ahh! Bella merasakan sakit luar biasa di perutnya.


Tidak! Kumohon, baik-baiklah di dalam perut ibumu, sayang.


Bella merangkak, Joven menarik satu kakinya hingga ia tidak bisa meloloskan diri. Terdengar tawa Alice yang menggema melihat keadaannya yang tidak berdaya. Wanita itu mendekat, sementara Bella menendang-nendang kakinya secara sembarang demi meloloskan diri dari Joven.


"Kau tidak akan bisa lari dariku, Bella. Tenanglah, aku tidak akan membinasakanmu. Aku hanya ingin kau kehilangan bayimu."