ADRIANA

ADRIANA
part 94



"mah pah."panggil Devano saat melihat mama dan papanya.


"kamu baik-baik saja sayang?"tanya Sintya.


"ya aku baik-baik saja ini berkat calon menantu mu."kata Devano pada Sintya.


"jadi...."kata Sintya terhenti dan mendekati Adriana.


"mama benar-benar bersyukur calon menantu mama adalah kamu."kata Sintya memeluk Adriana.


"iya Tante."jawab Adriana.


"no Tante, please call me mama."kata Sintya pada Adriana.


"mama."kata Adriana ragu-ragu.


"terimakasih telah menyelamatkan papa sayang."kata alvano pada Adriana.


alvano sudah mengetahui siapa Adriana semenjak Sintya selalu menceritakan Adriana pada nya.


"cih padahal aku juga menyelamatkan papa."kata Gilang dan Devano.


alvano hanya menatap Gilang dan Devano acuh tak acuh.


"oh apa ini teman baru mu Dev?"tanya Sintya melihat ke arah Agus.


"tidak dia adalah calon kakak ipar ku."kata Devano.


"ah ya ternyata kamu adalah kakak dari Anak manis ini, tolong izinkan Devano menikah dengannya ya."kata Sintya pada Agus.


Agus hanya diam tidak berniat untuk menjawab karena berat rasanya melepaskan adik kesayangannya itu.


"Devano harus meminta izin pada paman dan saudara-saudara ku yang lain."kata Agus acuh tak acuh.


"mereka semua sudah mengizinkan ku hanya tinggal kami yang tidak mau melepaskan Adriana."kata Devano menyindir Agus.


Agus menatap Devano tajam.


"mama mohon sayang tolong izinkan anak mama menikah dengan adik mu ya,jika dia menyakiti Adriana mama yang akan menghukum nya."kata Sintya.


"haaaah mau bagaimana lagi adik ku mencintai nya dan mau tak mau aku harus merelakan nya menikah dengan adik ku agar adikku bahagia."kata Agus menatap Adriana tulus.


"kak.."panggil Adriana dan langsung memeluk Agus.


"aku mengizinkan mu Anya tapi beri tahu aku jika dia menyakiti mu karena sekarang aku tahu kelemahannya."kata Agus mengelus kepala Adriana.


"aku pasti memberitahu kakak."kata Adriana masih memeluk Agus.


"nah honey semua kakak mu merestui hubungan kita mari kita menikmati besok pagi."kata Devano enteng.


Adriana menatap Devano tajam.


"kenapa semua orang sudah merestui hubungan kita,aku tidak sabar memiliki 20 anak dari mu."kata Devano enteng.


"yaaak."teriak Adriana.


"apa kamu yakin Ingin menikahi dia Anya?"tanya Agus.


"sekarang aku jadi tidak yakin."jawab Adriana yang membuat semua orang tertawa.


"sudah-sudah sebaiknya kita pulang."kata alvano.


semua orang akhirnya pergi dari tempat itu menuju mansion masing-masing untuk beristirahat.


sesampainya di mansion Adriana dan Agus melihat Tirta,Jidan, jordi dan Dea mondar-mandir di pintu depan.


"apa yang sedang kalian lakukan?"tanya Adriana yang membuat keempat orang itu berhenti melakukan aktivitas nya.


"Anya."panggil empat orang itu.


"apa kamu baik-baik saja?"tanya Jordi.


"ya aku baik-baik saja kak Agus tidak membiarkan ku terluka sedikitpun."kata Adriana.


"haaah syukurlah."kata keempat orang itu lega.


"tapi kamu baik-baik saja kan Agus?"tanya Jidan.


"ya i'm ok."kata Agus pergi ingin menuju kamarnya.


"Anya jangan lupa istirahat."kata Agus memperingati Adriana sebelum benar-benar pergi.


"iya sebaiknya kamu istirahat."kata Jidan.


"kalian juga, kalian pasti lelah terutama Dea ini hari yang cukup melelahkan."kata Adriana.


semua anggota keluarga AZ pergi ke kamar masing-masing untuk istirahat.


namun sesampainya di kamar Adriana langsung menelpon Jimi yang katanya sudah sadar sejak pagi.


"hallo kak."sapa Adriana.


"hallo Anya,aku dengar-dengar kamu melakukan permainan lagi apa kamu baik-baik saja?"tanya Jimi khawatir.


"kak seharusnya aku yang bertanya pada mu apa kamu sudah baik-baik saja?"tanya Adriana.


"aku baik Anya,aku akan pulang besok."kata Jimi.


"secepat itu?"tanya Adriana.


"aku bosan di sini paman triyas juga kasihan."kata Jimi.


"aku tidak mengizinkan kakak pulang besok pagi sebelum ke kantor aku akan datang kesana."kata Adriana.


"tap..."kata Jimi terpotong.


"tidak ada tapi-tapian, jika ingin pulang kakak harus benar-benar sehat."kata Adriana mematikan sambungan telepon nya secara sepihak.


"haaah dasar dulu dia sendiri yang menyuruh ku untuk tidak pulang cepat-cepat dari rumah sakit dan sekarang dia yang mau pulang cepat enak saja."gerutu Adriana sebelum masuk ke kamar mandi.




di tempat lain di kediaman keluarga Kusuma sekarang Devano sedang di interogasi oleh Sintya.




"sejak pertama kali dia datang kesini."Jawab Devano.



"hah apa kamu tidak sedang membohongi mama,setau mama dia punya pacar waktu itu."kata Sintya.



"dia tidak punya pacar dia hanya sedang berakting waktu itu."jawab Devano.



"apa kamu memaksanya untuk jadi pacar mu?"tanya Sintya.



"aku sedikit melakukan pemaksaan."kata Devano menyengat kuda.



Sintya melempar Devano dengan bantal di dekatnya.



"kenapa ma? jika waktu itu aku tidak memaksa nya sekarang dia tidak mau menjadi menantu mama."kata Devano.



"apa kamu menyakiti nya?"tanya Sintya.



"tidak namun aku memberikan nya sedikit kenikmatan dunia."kata Devano.



"yak Devano, lihat lah pah anak mu ini benar-benar sangat arah sudahlah kalian berdua sama saja."omel Sintya.



"bersiaplah ma aku akan memberikan mu dua puluh cucu."kata Devano mencium mamanya lalu kabur berlari ke kamarnya.



"yaak Devano."teriak Sintya.



"jika kamu berani menyakiti menantu mama,mama akan membuang mu ke rawa-rawa."teriak Sintya.



"sudahlah maa ayo kita istirahat apa kamu tidak lelah?"kata alvano mengajak istrinya istirahat.



"lihatlah anak mu itu."kata Sintya.



"dia anak mu juga jika kamu lupa."kata alvano yang membuat Sintya menatap nya tajam.



.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers 👋


Ada yang kangen author gak?


author up lagi niih ☺️


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚



MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR🙏



sampai jumpa di up selanjutnya 😉



***jangan lupa follow Ig author ya 👇***


@***ndiya252***



annyeong👋