ADRIANA

ADRIANA
SEASON 2 part 23



saat di dalam mobil Devano dan Adriana sama-sama hening, mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing.


'segera didik ulang anak-anak mu sebelum aku membantu mu mendidik nya' Adriana mengirim pesan pada farm.


sedangkan di tempat lain farm yang sedang sibuk bermain dengan seorang ****** mengambil handphone nya yang berbunyi. dia mengerutkan dahinya bingung maksud dari pesan yang dikirim oleh nomor yang tidak dia kenal.


"ada apa sayang? apa istri mu yang tua itu menyuruh mu pulang?" tanya ****** tersebut melingkar kan tangan nya pada leher farm.


"bukan sayang mungkin hanya orang iseng."


"kalau begitu...." ****** itu mengambil handphone farm dan meletakkannya kembali pada meja.


"ayo kita lanjutkan yang tadi sempat tertunda."


"dengan senang hati." kedua manusia itu melanjutkan aktivitas nya kembali.


Adriana yang selesai mengirim pesan untuk farm sekarang beralih menatap suaminya yang sibuk dengan handphone nya.


"Dev."


"hmm." Devano tidak mengalihkan pandangannya dari handphone.


"Dev aku ingin berbicara."


"kamu sudah berbicara honey." jawab Devano dengan posisi masih sama.


"dev mau ku lempar handphone mu?" suara Adriana seketika menjadi dingin membuat Devano segera berhenti bermain handphone.


"maafkan aku honey, ada pekerjaan yang harus ku urus karena aku tidak pergi ke kantor."


"hah sebaiknya besok kamu pergi bekerja dan pulang tepat waktu aku tidak suka kamu mengerjakan hal lain saat sedang bersama ku." masih dengan wajah kesalnya.


"sekali lagi maafkan aku honey aku tidak akan mengulanginya lagi." Devano memegang tangan Adriana.


"hmm baiklah, tapi Dev aku ingin ke kebun anggur sekarang."


"honey apa tidak bisa besok saja kamu harus istirahat, seharian ini kamu sudah terlalu banyak bergerak."


"tapi aku ingin makan anggur."


"di rumah juga ada honey kamu bisa memakan nya di rumah nanti."


"tidak aku mau makan dari pohon nya langsung, pasti itu sangat segar ah membayangkan nya saja aku tidak kuat jadi ayo kita pergi ke sana Dev." rengek Adriana.


"tidak honey kamu harus istirahat."


"ayolah Dev aku mohon."


"honey kamu harus istirahat, tadi kamu habis muntah tenaga mu juga terkuras cukup banyak aku tidak ingin kamu dan anak kita kenapa-kenapa."tegas Devano.


"ini juga kemauan anak mu." Adriana tertunduk.


"meski itu kemauannya aku tidak akan mengabulkannya, kesehatan mu lebih penting honey aku tidak tega melihat mu muntah dan lemas seperti tadi."


"ku mohon mengertilah honey aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa."


"hmm baiklah." jawab Adriana terpaksa.


akhirnya mereka pulang ke mansion sesampainya di sana Adriana terus mendiami Devano meski sudah masuk mansion pun Adriana masih tetap diam hingga Sintia yang tidak sengaja melihat anak dan menantunya tidak seperti biasanya itu langsung menghampiri mereka berdua.


"kalian sudah pulang?" tanya Sintia.


"iya ma, Adriana pergi ke kamar dulu." Adriana pergi ke kamar meninggalkan Devano.


Sintia yang melihat perubahan sikap Adriana pun memutuskan untuk bertanya pada Devano.


"dev kamu apakan menantu kesayangan mama?"tanya Sintia berkaca pinggang.


"tidak, aku tidak melakukan apapun."


"hmm aku akan pergi ke kamar ma." Devano akhirnya menyusul Adriana.


setelah masuk kamar Devano melihat Adriana tidur dengan membelakangi nya.


"honey apa kamu marah?"tanya Devano.


Adriana tidak menjawab dia memejamkan matanya pura-pura tidur, Devano melihat Adriana yang memejamkan matanya.


"aku tidak tahu kamu benar-benar sudah tidur atau hanya menghindari ku tapi aku benar-benar tidak bisa membiarkan kamu kesana sekarang, kamu juga harus istirahat. night sayang mimpi yang indah." Devano mencium pipi Adriana.


akhirnya Devano turun dari ranjang pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri sedangkan Adriana membuka matanya.


"maaf Dev aku juga tidak tahu kenapa aku sekarang seperti ini." ujar Adriana kembali memejamkan matanya masuk ke alam mimpi.


setelah selesai membersihkan diri dan mengganti pakaian tidur Devano naik ke atas ranjang lalu melihat Adriana yang masih memunggungi nya.


Devano merebahkan tubuhnya lalu memeluk Adriana dari belakang.


"kamu lupa meminum susu mu honey." kata Devano sebelum tidur.


sedangkan di tempat lain Randi dan Rindi tengah meluapkan emosi nya dengan mabuk.


"kak aku tidak bisa seperti ini, tidak ada yang bisa menolak ku sebelum nya aku tidak terima jika Devano menolak ku." rindi Dengan ekspresi marahnya.


"aku akan membantu mu mendekati Devano agar aku bisa mencicipi istri nya." kata Randi.


"lagi pula siapa yang membuat rumor murahan tentang istri Devano yang cacat dan buruk rupa?" sambung Randi lagi.


"kita harus meminta bantuan papa, papa selalu punya ide-ide brilian." kata Rindi.


sangat percaya diri, Randi dan Rindi benar-benar yakin jika mereka bisa menjatuhkan Adriana dan Devano tapi mereka lupa mencari tahu siapa sebenarnya Adriana.


Jika Adriana mendengar nya dengan mood nya yang sekarang mungkin dalam hitungan detik Randi dan Rindi akan menjadi makanan ikan-ikan kesayangan Adriana.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers 👋


Ada yang kangen Adriana gak?


ini season 2 dari Adriana ☺️


btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺


sayang kalian banyak-banyak 😘


TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA !!!!


anak² ku di sana butuh kalian🥺


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚


jangan lupa bintang lima nya ya🤭


MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁