
setelah kepergian Dayana Devano Agus, Tirta, Jidan, Jordi dan Jimi datang dengan wajah panik dan khawatir.
"honey bagaimana keadaan mu? apa ada yang terluka? dimana bajingan-bajingan itu?"Devano memutari badan Adriana untuk memastikan Adriana tidak terluka sedikitpun.
Agus yang melihat hal tersebut sangat jengah.
"apa selain bodoh sekarang kamu juga buta? orang-orang itu sudah mati."
"kenapa kamu mengatai ku? apa kmu tidak khawatir pada Adriana?"kesal Devano.
"tentu saja aku khawatir, tapi aku masih bisa menggunakan otak ku tidak seperti mu."
"kalian membuat ku semakin pusing, tidak bisakah berhenti berdebat untuk sekarang ini." omel Adriana kesal.
"aku tidak mau berdebat tapi suami mu ini benar-benar."
"sudah Agus hentikan, sekarang kita harus pulang ini bukan hanya Adriana tapi Dea." Jidan akhirnya membuka suara untuk menengahi.
"apa ada yang terluka?"Jordi mendekati Dea.
"tidak ada aku baik-baik saja."
"jangan membohongi kami."
"kalian mulai lagi, aku benar-benar baik tapi maafkan aku seharusnya aku yang melindungi kanya tapi...."
"tidak ada anak kecil yang bisa melindungi orang dewasa."potong Adriana.
"sudah berapa kali aku bilang aku sudah besar aku bukan anak kecil lagi." kesal Dea.
"utututu adik ku yang manis ini sudah mulai kesal." Tirta menggendong Dea.
"kaaaak lepaskan aku."
"perkataan mu dan reaksi tubuh mu tidak sejalan."sindir Jordi sedangkan Dea hanya menyengir kuda sebagai tanggapan.
"kalian pulang lah terlebih dahulu aku dan Jordi harus membereskan masalah ini dulu." ucap Agus.
semua nya akhirnya pergi hanya meninggalkan Agus dan Jordi saja di sana.
"siapa kira-kira?"tanya Jordi.
"lihat pistol itu ada tanda api."
"apa black fire?"
"tentu saja siapa lagi yg memiliki tanda itu selain mafia sialan itu."
"tapi dia punya masalah dengan kita bukan Adriana, kenapa mereka mengincar Adriana?"
"ingat bagaimana Adriana menjauhkan Dea dari Delon sialan itu?"
"tentu saja, bahkan Dea tidak bisa keluar sendiri waktu itu hingga Delon menyerah, tapi kenapa dia membuat masalah lagi?"
"entah mungkin menurut nya membunuh Adriana bisa membuat Dea berada di sisinya."
"apa kita harus melakukan hal yang sama pada Dea seperti waktu itu?"
"tidak perlu, Dea sudah lebih mengerti sekarang."
"tapi Delon ilmuan gila dia bisa saja mengancam Dea."
"Dea telah belajar banyak hal dari anya jadi tidak perlu khawatir, kita hanya perlu membereskan masalah hari ini, agar Adriana tidak menyadari siapa dalang dari semua ini, kamu tahu sendiri tiga keponakan kita meskipun belum lahir dia sudah mewarisi sifat gila Daddy nya."
"kamu benar jika Adriana tahu siapa pelakunya dia pasti turun tangan sendiri, ini cukup berbahaya untuk nya karena sedang hamil." kini Jordi benar-benar cemas.
sedangkan di mansion Devano, Alvano dan Sintia sedang cemas menunggu kepulangan Adriana dan yang lainnya, setelah mendengar kabar jika di Mall yang di kunjungi Adriana dan Dea tengah terjadi perampokan.
akhirnya Adriana dan yang lainnya datang, Sintia dengan cepat berjalan ke arah Adriana memastikan jika dia baik-baik saja.
"sayang apa kamu baik-baik saja?"tanya Sintia dengan raut wajah khawatir.
"aku baik-baik saja ma." Adriana tersenyum.
"kenapa kamu tidak memberitahu papa jika menginginkan perhiasan? papa bisa membelikan yang bagus untuk mu."
"astaga aku hampir lupa membeli perhiasan bagaimana ini?"akhirnya Adriana sadar dia datang ke toko itu untuk membeli perhiasan.
"Anya."panggil Jidan serius.
Adriana berjalan ke arah Jidan dan memeluk Jidan erat, beginilah jika Adriana bersama kakak-kakaknya bukan hanya Jidan dia akan menjadi anak kecil.
"kak aku ingin perhiasan sekarang."rengek Adriana.
"baiklah." Jidan mengambil handphone nya ingin menghubungi seseorang.
"no aku ingin memilih perhiasan sendiri, jangan suruh orang lain membelikan nya untuk ku."
"Anya kondisi nya sekarang tidak memungkinkan."
Devano tidak tega melihat istrinya akhirnya dia menelepon Riza untuk membawa berbagai brand perhiasan ke mansion nya untuk Adriana pilih.
"honey bersabar lah sebentar satu jam lagi kamu akan memiliki toko perhiasan pribadi kamu bisa memilih perhiasan mana yang kamu mau."
"benarkah?" tanya Adriana antusias.
"tentu saja."
Adriana berlari kecil menghampiri Devano hingga semua orang terlihat waspada takut Adriana jatuh.
"hati-hati kamu bisa jatuh jika seperti itu."
"baby lihat lah Daddy kalian sangat menyayangi kalian."Adriana mengelus perutnya.
"tentu saja aku menyayangi mereka tapi aku lebih menyayangimu."Devano mencium bibir Adriana di depan semua orang.
"yaak tidak bisakah kalian melakukan nya saat tidak ada anak kecil seperti ku di sini?"kesal Dea yang masih berada di gendongan Tirta.
"kak Tirta seperti nya baru tadi aku mendengar seseorang tidak mau di panggil anak kecil lagi."ejek Jimi.
"kak Jimi aku akan membuat usaha mu mendapatkan kak Ratu menjadi sia-sia."ancam Dea.
"yayaya aku menarik kata-kata ku yang tadi kak Tirta." ucap Jimi malas.
semua orang tertawa melihat pertengkaran kecil tersebut.
hingga satu jam telah berlalu semua brand perhiasan terkenal sudah ada di mansion Devano.
dan sekarang bukan hanya Adriana yang memilih tapi Sintia dan Dea juga.
"aaah semua nya sangat cantik dan elegan aku sangat bingung memilih yang mana."keluh Adriana.
"Riza aku menyuruh mu ke sini untuk membawa brand perhiasan terkenal ke sini bukan untuk membuat istri ku bingung."
"tap..."
"sudahlah."
"honey kenapa kamu harus bingung semua ini akan menjadi milik mu jika kamu ingin."Devano beralih menatap Adriana.
"tapi ini terlalu banyak."
"jika banyak memang kenapa? asal kamu senang itu sudah cukup."
"tapi aku tidak mungkin bisa menggunakan semua nya."Adriana tampak sedih.
"kenapa tidak bisa kamu bisa memakai nya setiap hari."
"tapi tidak kah ini terlalu berlebihan?"
"jika ini masih kurang papa bisa saja membelikan lebih dari ini ." Alvano tidak mau kalah dari Devano.
"tidak ini sudah cukup." akhirnya semua perhiasan-perhiasan itu sudah menjadi milik Adriana hingga dia pusing sendiri mau memakai yg mana terlebih dahulu.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen Adriana gak?
ini season 2 dari Adriana ☺️
btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺
sayang kalian banyak-banyak 😘
TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA !!!!
anak² ku di sana butuh kalian🥺
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
jangan lupa bintang lima nya ya🤭
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁