ADRIANA

ADRIANA
part 51



saat ini Adriana masih di dalam mobil dia bingung apa kah memang dia harus menemui Devano atau tidak.


"aish dasar pria mesum."gerutu Adriana.


dia akhirnya memutuskan pergi ke Kusuma crop untuk menemui Devano.


sesampainya di sana dia pergi ke arah resepsionis.


"permisi aku ingin bertemu dengan Devano."kata Adriana dengan wajah datar.


"apa anda sudah membuat janji nona?"tanya resepsionis tersebut.


"ya katakan saja Adriana ingin menemuinya."jawab Adriana.


"baik nona tunggu sebentar, anda bisa duduk di kursi sebelah sana nona."kata resepsionis tersebut ramah.


Adriana tidak menjawab resepsionis tersebut dia Langsung pergi duduk ke tempat yang di beri tahukan resepsionis itu.


"hallo angel disini ada tamu ingin bertemu dengan tuan Devano."kata resepsionis menghubungi sekretaris Devano.


"siapa namanya?"tanya Angel.


"nona Adriana."Jawab resepsionis tersebut.


"hmm tolong beritahu dia untuk menunggu sebentar dan layani dia dengan baik."jawab angel.


"baiklah."kata resepsionis tersebut menutup telponnya.


resepsionis itu menghampiri Adriana dan memberi tahu Adriana untuk menunggu sebentar.


"maaf nona tuan Devano sedang ada tamu anda di suruh menunggu."kata resepsionis tersebut.


"katakan padanya untuk menemui ku sekarang aku terlalu sibuk untuk menunggu nya."kata Adriana dingin.


"ba..baik nona."kata resepsionis itu pergi ke meja nya untuk menghubungi angel.


"ckh seenaknya menyuruh ku datang menemui dan sekarang dia menyuruh ku menunggu."gerutu Adriana kesal.


resepsionis tersebut kembali menghubungi angel.


"hallo angel nona Adriana ingin bertemu sekarang."kata resepsionis tersebut.


"apa dia tidak bisa menunggu?"tanya Angel.


"katanya dia tidak bisa menunggu."jawab resepsionis.


"baiklah akan ku sampaikan pada tuan Devano."kata agel


angel akhirnya masuk kedalam ruangan Devano dan melihat seorang wanita duduk di pangkuan Devano. wanita tersebut adalah Claudia seorang model terkenal di negara A.


"mmm...maaf tuan."kata angel menunduk.


"dasar pengganggu,apa kamu tidak punya sopan santun hah."kata Claudia memarahi angel.


"maaf nona."kata Angel masih dengan menundukkan kepalanya.


"cepat pergi."usir Claudia sedangkan Devano tidak peduli.


"maaf nona tuan tapi di lobby ada tamu yang ingin bertemu dengan tuan Devano."kata angel.


"katakan padanya Devano sibuk jika perlu usir saja dia."kata Claudia sinis.


"siapa dia?"tanya Devano akhirnya membuka suara.


"nona Adriana."kata angel.


"suruh dia menemui ku!" kata Devano.


"baik tuan saya permisi."kata angel pergi dari ruangan Devano.


"aish dasar nenek sihir sialan ingin sekali aku mencakar wajahnya."gerutu angel tidak suka dengan Claudia bukan karena angel menyukai Devano tapi karena Claudia adalah wanita yang sombong dan seenaknya.


angel akhirnya menelpon resepsionis untuk menyuruh Adriana ke ruangan Devano.


resepsionis tersebut menghampiri Adriana lagi dengan orang yang akan mengantar Adriana ke ruangan Devano.


"maaf nona karena lama menunggu,dia akan mengantar nona keruangan tuan Devano."kata resepsionis tersebut ramah.


"hmm baiklah, terimakasih."kata Adriana berjalan mengikuti orang yang akan mengantar nya ke ruangan Devano dengan wajah yang tetap datang dan berkarisma.


sesampainya di depan ruangan Devano Adriana di sambut oleh angel.


"selamat siang nona maaf membuat anda menunggu lama silahkan masuk."kata angel.


"terimakasih."jawab Adriana datar.


"setidaknya nona Adriana lebih sopan dari nenek sihir yang ada di dalam meski dia terlihat sangat dingin."kata angel dalam hati.


"tok....tok...tok.."Adriana mengetuk pintu


"masuk."jawab Devano.


"prok....prokk..prokkk."Adriana bertepuk tangan setelah masuk ke ruangan Devano.


"kamu menyuruh ku kesini hanya untuk melihat mu berbuat mesum."kata Adriana dengan wajah kesal.


sedangkan Claudia saat ini sudah sangat kesal karena Adriana datang namun dia semakin manja ke Devano.


"ternyata kamu datang."kata Devano.


Adriana melempar jas Devano kemeja kerja pria tersebut dan ingin pergi namun langkahnya di hentikan Devano.


"kenapa pergi?apa kamu cemburu?"tanya Devano.


Adriana berbalik dan bersedekap.


"waah selain mesum kamu juga ternyata orang yang tidak memiliki rasa malu."kata Adriana.


"kamu tahu kamu sudah menghabiskan waktuku yang berharga."kata Adriana lagi.


"aku tidak tahu tapi dia meminjam jas ku di bar."kata Devano tidak tahu malu.


"apa katamu?"teriak Adriana kesal.


"waah ternyata hanya seorang jalang."kata Claudia menghina Adriana.


"wah nona seperti nya mulut mu perlu ku beri pelajaran sedikit."kata Adriana dingin.


"jika bukan jalang lalu apa? kamu berpura-pura meminjam jas Devano kerena hanya untuk mendekati nya kan?"kata Claudia.


"waah seperti nya kamu salah orang nona."kata Adriana.


"aku bukan wanita seperti mu yang rela menyerahkan tubuh ku demi uang."lanjut Adriana.


"kau."bentak Claudia bangkit dari pangkuan Devano ingin menampar Adriana.


Adriana dengan cepat mengambil pas bunga yang ada di sampingnya dan melemparkannya tepat di depan Claudia.


"nona aku kesini tidak mau membuat keributan jadi tolong jangan membuat masalah dengan ku."kata Adriana masih bersikap tenang namun dengan tatapan dingin.


"dengan kamu datang kesini sudah mencari masalah dengan ku jalang sialan."teriak Claudia.


"tuan Devano yang terhormat tolong bari tahu kekasih anda untuk tidak membuat ku marah dan membiarkan ku pergi dari sini jika tidak mau ruangan mu hancur."kata Adriana.


angel dan beberapa karyawan yang mengintip dari tadi takjub karena hanya Adriana yang berani bersikap seperti itu di depan Devano.


"dia bukan kekasih ku."jawab Devano singkat.


"sayang apa yang kamu katakan."kata Claudia manja menghampiri Devano.


"hahaha ternyata memang benar,jalang teriak jalang."kata Adriana.


mendengar kata Adriana Claudia marah dan melempar Adriana dengan pas bunga namun bukan Adriana namanya jika tidak bisa menghindar.


"aish dasar jalang merepotkan."kata Adriana berjalan ke arah Claudia.


Adriana menjambak rambut Claudia dan menampar nya beberapa kali hingga tangan Adriana tercetak rapi di pipi Claudia.


"ingat satu hal jangan pernah membuat masalah dengan ku jika tidak ingin lenyap dari dunia."kata Adriana berjalan kearah pintu ingin keluar.


namun saat membuka pintu angel dan beberapa karyawan terjatuh dan ketahuan mengintip tapi Adriana tidak perduli dan berjalan keluar dari ruangan Devano.


"jangan pernah menyebut nya jalang dan setelah ini jangan pernah menampakkan diri dihadapan ku."kata Devano pergi mengejar Adriana.


"usir dia."kata Devano pada angel dan melanjutkan langkahnya.


"Adriana tunggu."teriak Devano memanggil Adriana membuat karyawan yang mendengar nya melihat nya heran.


Devan berlari mengejar Adriana dan menarik tangan Adriana.


"lepaskan aku."kata Adriana datar.


"maaf atas kejadian tadi,apa kamu cemburu?"tanya Devano.


"bukan urusan ku."kata Adriana.


"benarkah tapi kenapa kamu marah dan pergi?"tanya Devano lagi.


"tidak perlu ku jawab bukan?"tanya Adriana balik dan ingin pergi namun Devano menarik tangan Adriana hingga Adriana kehilangan keseimbangan nya.


Adriana dan Devano berciuman dan semua karyawan yang melihat kejadian itu menatap kagum ada juga yang merasa sedih.


bisikan-bisikan pun terdengar.


"apa nona itu kekasih dari tuan Devano?"tanya karyawan 1.


"hilang sudah harapan ku."kata karyawan 2 kecewa.


"bukan kah mereka serasi?" kata karyawan lain dan masih banyak bisikan-bisikan yang terdengar.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers ๐Ÿ‘‹


Ada yang kangen author gak?


author up lagi niih โ˜บ๏ธ


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐Ÿ˜š


MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR๐Ÿ™


sampai jumpa di up selanjutnya ๐Ÿ˜‰


annyeong ๐Ÿ‘‹