
pagi hari ini Devano bangun lebih awal dari Adriana,sejak lima menit yang lalu dia terus memandang wajah cantik wanita yang menjadi istri nya itu hingga Adriana perlahan membuka matanya. kedua pasang mata mereka bertemu cukup lama mereka saling pandang hingga Devano mencium bibir Adriana tiba-tiba.
"morning kiss honey." Devano tersenyum mengelus rambut Adriana.
"Dev..."panggil Adriana.
"hmm." jawab Devano masih dengan posisi mengelus rambut Adriana.
"aku mimpi seorang bayi." ujar Adriana menggambar pola-pola abstrak pada dada bidang milik suaminya itu.
"No."tegas Devano yang berhasil membuat Adriana menghembuskan nafasnya.
"kita sudah dua tahun menikah Dev." kini Adriana menatap manik mata Devano.
"tolong mengertilah honey aku tidak ingin kamu merasa sakit, melahirkan itu sangat menyakitkan aku tidak bisa bayangkan jika kamu harus merasa sakit hanya karena anak kita."jelas Devano.
"mama dan papa sangat menginginkan seorang cucu Dev."
"kita bisa mengadopsinya jika kamu memang sangat ingin memiliki bayi."putus Devano.
"Dev kamu terlalu memanjakan ku,kamu tidak bisa seperti ini terus aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya mengandung dan melahirkan."kesal Adriana.
"tapi itu sangat menyakitkan."
"aku tidak selemah itu Dev."
"tidak,aku tidak bisa melihat mu kesakitan membayangkan nya saja aku tidak bisa." Devano tetap pada pendiriannya.
"tap..."
"Adriana Zevanya kita sudah sering membahas masalah ini dan kamu tau pasti jawaban ku akan seperti apa,jadi hentikan pembahasan tentang ini."Devano sedikit membentak Adriana lalu beranjak pergi bersiap untuk berangkat ke kantor.
"haaah anak juga penting Dev."Adriana menghembuskan nafasnya kasar.
dua tahun bukan waktu yang sebentar, seharusnya sekarang Devano dan Adriana sudah memiliki bayi untuk menambah kebahagiaan di keluarga kecil mereka namun Devano tidak menginginkan nya, dia takut jika Adriana merasa kesulitan apalagi sepengetahuan dia melahirkan sangat menyakitkan.
Adriana seperti biasa menyiapkan sarapan untuk Devano namun hari ini Devano tidak memakannya bahkan berpamitan pada Adriana pun tidak membuat Adriana lagi-lagi menghembuskan nafasnya kasar.
hari ini Adriana tidak mempunyai rencana untuk keluar dia menghabiskan waktu berdiam diri di kamar dan sedikit memantau AZ group.
selain karena kehebatan Jidan dan Tirta Adriana juga ikut andil dalam perkembangan AZ group, meski hanya di balik layar dan tanpa Jidan dan Tirta sadari.
Adriana juga memantau kemana perginya Dea,Sealin menyuruh orang untuk mengikuti Dea secara diam-diam Adriana juga memasang alat pelacak pada cincin yang selalu Dea kenakan.
Alasannya karena Dea Adalah salah satu kelemahan keluarga AZ, Dea memang sudah menguasai 2 ilmu beladiri dan pandai menggunakan pistol namun Dea sangat lambat membaca situasi dan menghadapi masalah dari itu Adriana selalu mengawasi dan memantau setiap gerak-gerik Dea.
saat sibuk menatap ponselnya mengikuti kemana Dea pergi tiba-tiba salah satu pelayan datang memanggilnya karena Sintia ibu dari Devano dan sekarang adalah mertua dari Adriana datang.
Adriana keluar dari kamar nya langsung menghampiri Sintia.
"pagi sayang."sapa Sintia merentangkan tangannya pada Adriana.
"pagi ma."Adriana memeluk Sintia.
"kamu gak kemana-mana kan hari ini?"tanya Sintia.
"gak kok ma, kenapa?"tanya Adriana balik.
"temenin mama ketemu temen-temen mama ya,mama mau kenalin menantu kesayangan mama sama mereka."ujar Sintia tersenyum.
"iya ma,aku ambil tas dulu."Adriana pergi mengambil tasnya.
setelah itu Sintia dan Adriana pergi dan tak butuh waktu lama untuk mereka sampai di sana.
sekarang mereka sedang berada di restoran bintang lima yang sangat terkenal di kalangan atas.
di sana ternyata teman-teman Sintia sudah datang dan Sintia menjadi orang yang di tunggu di sana.
"selamat pagi."sapa Sintia pada teman-teman nya sedangkan Adriana hanya tersenyum meski senyum nya hanya sebentar.
"eh jeng kok lama?" tanya teman1 Sintia.
"iya jeng tumbuh?"kata teman2 Sintia.
"ah iya jeng tadi jemput mantu dulu." Sintia merangkul Adriana.
"eh iya kenalin dia Adriana menantu ku." ujar Sintia lagi memperkenalkan Adriana.
Adriana hanya tersenyum tidak berniat memperkenalkan diri.
"oh ini menantu mu jeng." terlihat teman1 Sintia memandang remeh Adriana.
"iya menantu ku emang cantik sangat cantik."puji Sintia pada Adriana.
"eh Adriana dengar-dengar belum punya anak ya?"tanya teman2.
"iya."jawab Adriana singkat.
"aduh Adriana jangan di tunda-tunda nanti kalo udah tua punya anak itu gak bagus loh." kata teman 1.
"apa jangan-jangan kamu gak bisa hamil?" tebak teman 2 tidak memberikan Adriana berbicara sedikit pun.
"jeng kaya nya pembahasan nya sudah kemana-mana ya." Sintia tidak suka dengan arah pembicaraan kedua temannya itu.
"eh gak papa tau jeng kita sebagai yang sudah berpengalaman harus kasih nasihat tau." ujar teman1.
"iya emang jeng gak mau punya cucu? cucu saya aja sekarang udah mau dua loh jeng." kini teman1 mulai membanding-bandingkan dirinya dengan Sintia membuat hati Sintia semakin tidak enak.
"tapi Adriana mending periksa dulu deh kasihan Devano kalo gak bisa punya anak,gak ada yang jadi penerus nya nanti." kata teman 1.
dan obrolan mereka terus berlanjut hingga setelah makan siang mereka pulang di perjalanan pulang Sintia bertanya pada Adriana.
"sayang emang kamu masih mau nunda punya anak?"tanya Sintia.
"aku nggak ma."jawab Sintia.
mendengar jawaban dari Adriana membuat Sintia salah paham,dia pikir ada masalah pada rahim Adriana yang membuat nya tidak bisa punya anak sampai sekarang.
"besok mama hubungi dokter terbaik buat kamu ya,mama temenin periksa."ujar Sintia membuat hati Adriana semakin tidak enak setelah mendengar omongan teman Sintia dan sekarang Sintia juga.
"Devano?"tanya Adriana.
"mama akan ngomong juga Sama dia sekarang."
"pak pergi ke K group."perintah Sintia pada sopir nya.
setelah sampai di sana Sintia dan Adriana langsung pergi keruangan Devano yang sekarang ada tamu di dalam.
"maaf nyonya Sintia,nyonya Adriana tuan Devano sedang meeting di dalam." kata Riza.
"apa meeting nya penting?"tanya Sintia.
"seperti nya iya."jawab Riza sedikit ragu.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen Adriana gak?
ini season 2 dari Adriana ☺️
btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺
sayang kalian banyak-banyak 😘
TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA !!!!
anak² ku di sana butuh kalian🥺
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
jangan lupa bintang lima nya ya🤭
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁
sampai jumpa di up selanjutnya 😉