
Adriana menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang lebih tinggi dari biasanya.
dia pergi ke hotel tempatnya menginap di lestoran hotel sudah berkumpul keluarga AZ dan Devano.
Adriana datang dengan wajah yang masih kesal lalu duduk di sebelah Agus.
semua orang memperhatikan nya terutama Agus,Agus mengusap kepala Adriana dengan sayang.
"ada apa?"tanya Agus.
"tidak."jawab Adriana.
"apa kamu sudah sarapan?"tanya Devano.
"iya."Jawab Adriana.
"Anya aku dan Tirta akan balik ke negara A hari ini masih ada banyak pekerjaan di perusahaan."kata Jidan.
"iya kak kalian semua balik saja aku akan tinggal di sini tiga hari lagi."kata Adriana.
"tidak yang akan pulang paman triyas,kak Jidan dan kak Tirta."kata Jordi?"
"apa kalian tidak punya kesibukan?"tanya Adriana.
"tidak."jawab Agus,Dea, Jordi dan Devano.
semua orang menatap Devano.
"kenapa menatap ku?"kata Devano pada semua orang.
"sebaiknya kamu pulang."kata Adriana.
"tidak."kata Devano.
"aish kamu disini untuk apa?"tanya Adriana.
"hanya penasaran dengan ending dari permainan mu."kata Devano.
"terserah kamu saja."kata Adriana.
"oh untuk Dea sebaiknya kamu pulang ikut dengan paman triyas,kak Jidan,dan kak Tirta."kata Adriana.
"tapi...."kata Dea terhenti.
"aku tidak menerima penolakan."kata Adriana pergi kekamar nya.
semua orang juga memutuskan pergi kekamar mereka bersiap-siap sebelum mengantar triyas, Tirta, Jidan dan Dea.
suara bel kamar Adriana berbunyi.
Ting...tong...
"iya."kata Adriana berjalan membuka pintu.
Adriana ingin menutup pintu saat mengetahui yang datang adalah Devano namun Devano menghadang pintu dengan kakinya dan Adriana tidak berhasil menutup pintu.
"mau apa?"tanya Adriana.
"hanya rindu."kata Devano nyelonong masuk membawa Adriana dan menutup pintu.
"ka...kamu...."kata Adriana saat Devano mendorong nya Kedinding dan mendekatkan wajahnya pada Adriana.
saat semakin dekat Adriana memejamkan matanya karena dia pikir Devano akan mencium nya.
melihat wajah Adriana Devano tersenyum dan menyentil kepala Adriana.
"awww..."pekik Adriana.
Devano berjalan ke ranjang Adriana dan duduk.
Adriana mengikuti Devano namun dia tidak ikut duduk.
"kamu mau apa?"tanya Adriana masih kesal.
"aku bilang kan rindu."kata Devano.
"aishh jika itu saja sebaiknya kamu pergi."kata Adriana mengusir Devano.
Devano menarik tangan Adriana sehingga membuat Adriana jatuh dan menindih tubuhnya.
"sweetie aku tidak tahu sesakit apa hati mu karena masa lalu mu tapi tolong jangan jangan setengah-tengah pada ku."kata Devano adriana hanya diam.
"kamu mengijinkan aku masuk kedalam hidup mu dan memberi aku kesempatan untuk membuat mu jatuh cinta tapi kamu seakan memperkuat benteng hati mu."kata Devano.
"kali ini aku benar-benar serius dan ini pertama kali nya aku meminta tolong pada seorang wanita."sambung Devano.
"hahahaha."tawa Adriana bangkit berdiri.
"Dev jangan membohongi dirimu sendiri,kamu tahu aku orang yang sangat tidak percaya pada orang lain bahkan keluarga ku yang sekarang masih berusaha keras agar aku bisa percaya pada mereka 100%."kata Adriana.
"apa maksudmu?"tanya Devano.
"kamu adalah laki-laki yang belum selesai dengan dengan hubungan asmara mu dimasa lalu."kata Adriana.
"bagaimana kamu bisa tahu?"tanya Devano.
"hahahaha ya kamu mungkin bisa menyembunyikan nya pada semua orang tapi aku orang yang berbeda Dev aku adalah orang yang akan mencari tahu semua tentang orang yang berani ingin masuk kedalam hidup ku."kata Adriana.
"aku akan memberi mu kesempatan untuk mundur dari sekarang karena jika kamu mundur dan mengkhianati ku saat aku benar-benar nyaman dan cinta padamu aku akan membunuhmu saat itu juga."kata Adriana.
"aku sama seperti mu mungkin bisa dibilang sama gila dan psikopat, tapi yang membedakan aku sangat terobsesi dengan kematian orang yang telah menyakiti ku ingat waktu aku langsung menembak dan membunuh saat pertemuan kita yang ke dua? yaaa aku sangat terobsesi dengan kematian orang itu."sambung Adriana.
ini kali pertamanya seorang Devano Triya Kusuma diam seribu bahasa pada lawan bicaranya dia semakin yakin jika dia benar-benar mencintai Adriana, karena Adriana adalah wanita pertama yang membuat nya bisa memikirkan seorang wanita setiap detik hanya melihat satu kata yang selalu Adriana ucapan, Adriana adalah wanita pertama yang membuat jantung Devano berdetak kencang saat berada di dekatnya walau tidak bersentuhan, Adriana adalah wanita pertama yang membuat nya bisa merasakan takut saat terluka karena saat terluka dia tidak bisa menjaga Adriana.
"ya awalnya aku hanya terobsesi untuk memiliki mu tanpa memastikan perasaan ku benar atau tidak tapi kali ini aku benar-benar mencintai dan aku ingin kamu menjadi istri ku untuk yang pertama dan terakhir."kata Devano tulus.
Adriana menatap Devano dengan lekat untuk melihat ekspresi wajah Devano.
"ya karena kamu memutuskan untuk bertahan aku akan memberi mu kesempatan dan aku akan melepaskan benteng yang aku buat saat aku sudah berhasil menye permainan ku."kata Adriana yang kini mempercayai Devano.
"terimakasih sudah percaya padaku."kata Devano memeluk Adriana, awalnya Adriana enggan membalas namun akhirnya dia membalas pelukan Devano.
Devano melepas pelukannya pada Adriana dan memberikan Adriana sebuah map yang berisi pembatalan kontrak Kusuma crop dan adijaya group.
"apa ini?"tanya Adriana.
"baca saja."kata Devano duduk di atas ranjang.
"kenapa memberikan nya pada ku?"tanya Adriana.
"aku tahu kamu pintar sweetie jangan memancingku."kata Devano.
"kamu tidak perlu melakukan ini."kata Adriana.
"sweetie aku ingin permainan mu cepat selesai agar kamu bisa terbebas dari dendam mu dan kita bisa segera menikah."kata Devano.
"yaaak Devano Triya Kusuma aku tidak sedang bercanda."kata Adriana.
"siapa yang bercanda."kata Devano.
"gunakan saja itu aku tahu sekarang kamu memiliki saham 60% pada perusahaan itu."kata Devano.
"dan siapkan dirimu besok pagi karena dengan batal nya kerjasama ini keadaan perusahaan itu tidak stabil dan mengalami kerugian besar,besok pagi pasti akan di adakan rapat antara pemilik saham."sambung Devano.
"kamu terlalu lama mikir sebaiknya kita pergi sekarang yang lainnya mungkin sudah menunggu."kata Devano merangkul pundak Adriana dan membawanya keluar kamar.
saat keluar kamar Devano dan Adriana bertemu dengan Dea yang akan memanggil Adriana.
"ka.... kalian."kata Dea menunjuk Devano dan Adriana.
karena dea sangat lama Agus menyusulnya dan melihat Dea, Devano dan Adriana sudah ada di luar kamar.
"kenapa kalian diam saja."kata Agus.
"kak Agus Adriana dan Devano...."kata Dea terhenti karena Adriana menutup mulutnya.
"kenapa?"tanya Agus bingung.
"tidak apa-apa kak."kata Adriana melepaskan tangan nya dari mulut Dea dan merangkul Agus pergi Dea dan Devano menyusulnya.
semua sudah berangkat kebandara untuk mengantar Dea, triyas, Tirta dan Jidan balik ke negara A.
Adriana,Dea dan Devano satu mobil kali ini dan di dalam mobil mereka sangat hening.
hingga Dea mengirimkan Adriana pesan yang berisi.
"kamu berhutang penjelasan padaku."kata Dea melihat Adriana dari kaca mobil.
Adriana hanya melihat pesan dari Dea tanpa membalasnya sedangkan Devano hanya fokus menatap Adriana.
setelah selesai mengantar Dea, triyas, tirta,dan Jidan. Jordi, Agus, Jimi, kembali ke hotel sedangkan Adriana dan Devano pergi ke sebuah mall mewah di negara F.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers ๐
Ada yang kangen author gak?
author up lagi niih โบ๏ธ
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR๐
sampai jumpa di up selanjutnya ๐
annyeong