
Dor... dor...dor....
"tembakan mu meleset El." Brielle tertawa melihat sahabatnya menembak tidak tepat sasaran.
"diam Elle, aku sedang tidak mau bercanda."
"kenapa? apa kamu tidak bisa menghubungi Dea?"
"ku bilang diam."bentak Delon.
bukan nya diam Brielle tertawa semakin kencang membuat emosi Delon meledak dan akhirnya mereka berkelahi.
Hingga setengah jam akhirnya mereka sama-sama lelah dan memutuskan untuk berhenti lalu tertawa bersama.
"Adriana sialan, dia menutup semua akses agar aku tidak bisa menghubungi Dea."
"apa kamu mau kita mulai rencana nya hari ini?"
"kita harus mematangkan rencana kita, Adriana selalu bergerak sepuluh kali lebih cepat dari musuhnya."
"dan aku akan menjadi satu-satunya musuh yang bergerak 100 kali lebih cepat dari dia, kamu tenang saja El dia sekarang tengah sibuk dengan kehamilannya begitu juga dengan Devano."
"sudahlah terserah kamu saja, aku hanya bisa mengikuti semua rencana mu."
"tunggu di sini Dea mu akan datang 30 menit dari sekarang."
Brielle keluar dari ruangan tersebut dengan wajah tersenyum misterius.
setelah 30 menit Brielle benar-benar membawa Dea dengan keadaan Dea yang sudah tidak sadarkan diri entah bagaimana bisa dia membawa Dea.
"ini Dea mu cepat rantai dia sebelum dia sadar dan kabur dari mu."
"Elle apa yang kamu lakukan padanya? aku sudah memperingati mu untuk tidak menyakiti nya."Delon terlihat sangat marah.
"ayolah tenang dulu aku hanya membius nya saja, beberapa menit lagi dia akan sadar jadi cepat rantai dia sebelum dia kabur."
tanpa menjawab perkataan Brielle, Delon Meranti Dea dengan sangat hati-hati karena tidak ingin Dea nya tergores sedikit pun.
"aku jengah melihat kebodohan mu ini."kesal Brielle.
"diamlah."
"sekarang kita hanya menunggu seseorang datang dan mempersiapkan diri."
"jika kamu menunggu Adriana, maka berhentilah dia tidak akan datang."ternyata Dea hanya pura-pura pingsan.
"Dee kamu sudah bangun?"Delon tersenyum mengelus kepala Dea.
"hai El."sapa Dea seakan-akan tidak terjadi apapun.
"maafkan aku."
"Kanya bisa saja terluka karena mu apa aku harus memaafkan mu?"tanya Dea.
"aku benar-benar minta maaf,aku tidak ingin melakukannya namun aku harus."
tiba-tiba tanpa Brielle sadari Gilang memukul nya Dari belakang hingga pingsan.
"haah melelahkan saja, cepat ikat dia."perintah Gilang pada dua bodyguard nya."
"jika ini bukan dari rencana mu aku tidak mau mengambil resiko."gerutu Delon.
"Devano sudah tau jadi tenang saja nyawa mu aman."
"kasihan sekali teman ku ini,apa aku bisa ikut memberinya sedikit hadiah untuk membalaskan dendam ku?"tanya Delon.
"tentu,tapi nanti aku ingin lihat apa reaksi nya setelah bangun."
"apa kamu masih belum berdamai dengan masa lalu mu?"tanya Dea sedih menatap Delon.
"jangan menatap ku seperti itu, kamu akan menumbuhkan kembali rasa yang sudah ku kubur dalam-dalam."
"Delon kamu mau mati dengan cara apa?"kesal Gilang.
"wohooo aku lupa jika kamu ada di sini."ejek Delon.
"sudah lah jangan bertengkar cepat selesaikan aku ingin cepat-cepat pulang."ucap Dea.
akhirnya Delon menyiram Brielle dengan bensis hingga bangun.
"dasar Delon sialan akan ku bunuh kamu."teriak Brielle saat sadar.
"haii Elle?"sapa Delon tersenyum meledek.
"bagaimana Brielle bukan kah sudah ku katakan jangan melanjutkan semua ini? cara ku memang tak secepat Devano tapi cara ku lebih mengesankan untuk target ku bawa ke neraka."
"kenapa kamu melakukan ini Lang? aku sangat mencintaimu."
"cinta? hahaha kamu mau menjadikan ku tameng untuk menyingkirkan Adriana dan bisa mendapatkan Devano kan?"
"ti...tidak aku benar-benar mencintai mu."
"benarkah aku benar-benar terharu mendengar nya, haruskah aku melepaskan mu sekarang juga?"
Brielle menatap Gilang dengan tatapan memohon.
"bawa dia ke sini."Gilang memerintahkan bodyguard nya untuk membawa seseorang ke tempat mereka sekarang.
tak beberapa lama bodyguard tersebut membawa Berto.
"papa."Brielle membelalakkan matanya setelah melihat kondisi Berto.
"bagaimana perasaan mu sekarang? ah aku rasa ini tidak akan membuat manusia seperti mu menderita."
"sayang cepat lah aku ingin cepat pulang,Kanya sudah sampai di mansion."potong Dea yang sedari tadi duduk manis di sofa.
"sebentar sayang."
"lepaskan papa ku Gilang kamu boleh membunuh ku."
"tidak aku mohon jangan bunuh anak ku bunuh saja aku, aku benar-benar tidak bisa melihat nya mati aku mohon."Berto membuka suara.
"haah lucu sekali saat papa dan anak saling melindungi seperti ini? sekarang apa kalian merasakan rasa nya ingin bertukar nyawa dengan orang yang kalian sayangi?" Delon dengan nada suara mengejek namun lebih ke marah.
"diam kamu penghianat setelah aku bebas aku akan membunuhmu."teriak Brielle.
"bahkan jika Gilang melepaskan mu aku yang akan membunuhmu." Delon berjalan ke arah Brielle lalu mencengkeram kuat rahang Brielle.
"Delon jangan jadi anak yang tidak tahu diri,aku yang menghidupi mu hingga kamu bisa ada di sini sekarang."bentak Berto marah.
"menghidupi ku? harta yang kamu miliki sekarang adalah harta orang tua ku yang kamu bunuh delapan belas tahun lalu Berto."teriak Delon.
Berto terdiam saat mengetahui fakta bahwa anak yang dia hidupi selama ini adalah anak yang dia cari-cari.
"ada apa? apa kamu terkejut? untung saja kamu bodoh dan memberiku misi untuk menghabisi Adriana waktu itu dan bertemu dengan Dea, jika aku tidak bertemu dengan nya dan jatuh cinta mungkin sekarang aku tidak bisa membalas dendam ku."
suara derap langkah menghentikan pembicaraan semua orang yang ada di dalam ruangan itu.
ternyata pemilik suara derap langkah itu adalah Adriana dan Devano.
"apa kalian kesulitan?"tanya Adriana dengan tenang sambil memakan es krim yang ada di tangan nya itu.
"Kanya."Dea berdiri dan menghampiri Adriana.
"aku sudah menyuruh mu untuk tetap di mansion kenapa kamu keluar?"tanya Adriana dengan tatapan serius.
"aku hanya ingin membantu saja."
"lain kali dengarkan perkataan ku atau semua akses mu keluar aku cabut."
"haaaah baiklah aku minta maaf."
"apa kalian tidak bisa menyelesaikan nya dengan cepat istri ku harus istirahat."ketus Devano.
"bawalah istri mu pulang aku ingin bermain dengan perlahan agar dia menikmati permainan ku."
"baiklah ayo pulang honey Dea sudah ketemu."
"tentu... dan untuk Delon balaskan dendam mu aku menunggu mu di mansion ada misi yang harus kamu jalan kan."
"laksanakan."
Adriana, Devano dan Dea akhirnya pergi dari sana.
.
.
.
.
.
.
.
**HAIIIIIIII😁
BAGAIMANA KABAR KALIAN?
APA MASIH MENUNGGU KELANJUTAN CERITA ADRIANA?
HUHUU..😭 MAAF GAK KERASA SEBULAN LEBIH AKU TIDAK UP
SEBULANAN KEMARIN AKU BENAR² BERADA DI FASE YANG TIDAK BAIK..
PEKERJAAN, PERCINTAAN DAN PRIBADI KU BENAR-BENAR BERANTAKAN...
DAN AKU MENCOBA UNTUK BERHENTI SEJENAK DARI SEMUA HAL, MENENANGKAN DIRI KU SENDIRI DAN MENATA HATI DAN MENTAL KU KEMBALI.
SEKARANG ALHAMDULILLAH AKU KEMBALI DENGAN DIRIKU YANG BARU DAN STATUS KU YANG BARU..
SETELAH SEMUANYA KU LALUI AKHIRNYA AKU BISA MELANJUTKAN CERITA INI DAN 'RAI'
TERIMAKASIH YANG SUDAH MENUNGGU KELANJUTAN CERITA INI SAMPAI JUMPA DI UP SELANJUTNYA 😘**