
mendengar ucapan Dea membuat Gabriella benar-benar marah,dia memberi teman-teman nya kode Agar memegang Dea.
mendapat kode dari Gabriella, teman-teman Gabriella memegang tangan Dea.
"sekarang kamu benar-benar berani ya."bentak Gabriella.
"kenapa? cepat lepaskan aku."bentak Dea lebih keras.
"melepaskan mu hahahaha jangan mimpi."kata Gabriella ingin menampar Dea namun tangan seseorang menghentikan nya.
"waah ku rasa tangan mu sudah bosan berada ditempat nya."kata orang tersebut yang ternyata adalah Adriana.
"siapa kamu?jangan mencampuri urusan kami."kata Gabriella.
"tidak perlu tahu nama ku,tapi orang yang ingin kamu tampar itu adalah adik ku."kata Adriana menggenggam tangan Gabriella dengan sangat keras.
"sebenarnya beruntung sekali Andinia mempunyai kakak seperti mu Anya."kata Dea dalam hati mendengar ucapan Adriana.
"lepaskan tanganku,kamu tidak bisa memegang ku dengan tangan kotor mu itu."teriak Gabriella mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Adriana.
namun bukan Adriana namanya jika benar-benar melepaskan tangan Gabriella.
Adriana mengambil garpu dan menggoreskan nya di tangan gabriella. hal itu membuat orang tercengang.
"dasar wanita gila."teriak Gabriella memegang tangan nya yang terluka.
"aku bahkan bisa lebih gila lagi jika kamu berhasil menampar nya."kata Adriana memainkan jarinya tanpa dosa.
dosen datang setelah diberitahu oleh seorang mahasiswa terjadi keributan di kantin.
"ada apa ini?"tanya dosen tersebut menghampiri Gabriella and the Genk, Adriana dan Dea.
Gabriella memanipulasi situasi dengan memanfaatkan luka di tangan nya.
"wanita ini melukai saya padahal saya tidak mengenal nya."kata Gabriella pura-pura menangis.
"siapa nama mu dari pakultas apa?"tanya dosen tersebut pada Adriana
"aishhh aku paling benci orang yang bermuka dua."kata Adriana menggerutu.
"Anda tidak perlu tahu siapa nama saya karena saya bukan mahasiswa kampus ini."Jawab Adriana.
"jika bukan mahasiswa di kampus ini lantas kenapa kamu membuat keributan disini?"tanya dosen itu bingung.
"hanya mengantar adik."singkat Adriana.
"saya tanya kenapa kamu membuat keributan disini?"bentak dosen tersebut yang mulai kesal pada Adriana.
"saya tidak membuat keributan hanya saja mahasiswa anda ingin melukai adik saya banyak saksi tapi saya yakin tidak ada yang mau membuka suara jadi sebelum saya benar-benar membuat keributan disini suruh mahasiswa anda untuk melepaskan adik saya dan biarkan dia belajar dengan tenang di kampus ini."kata Adriana.
"siapa sebenarnya kamu?"tanya dosen tersebut.
Adriana menarik Dea ingin pergi namun di tahan oleh dosen tersebut.
"siapa kamu? dilihat dari penampilan mu kamu bukan siapa-siapa, apa kamu tidak tahu saat ini sedang berurusan dengan siapa?"tanya dosen tersebut meremehkan Adriana.
"saya tidak perduli."kata Adriana.
"orang yang kamu lukai sekarang adalah anak orang terpandang di kota ini."kata dosen tersebut.
"sudahlah pak jika bapak tidak membiarkan kakak saya pergi mungkin kampus ini akan roboh."kata Dea.
"hahahaha lucu sekali kalian hanya orang biasa tidak mungkin bisa merobohkan kampus milik Kusuma crop. kata dosen tersebut mengejek Adriana dan Dea.
hingga datang orang yang dari tadi hanya menonton di depan pintu masuk kantin.
"prok....prok....prok..."orang tersebut bertepuk tangan.
semua orang melihat nya tak terkecuali Adriana. orang tersebut adalah Devano Triya Kusuma.
"pertunjukan yang menarik."kata Devano berjalan ke arah Adriana,Dea,dosen, Gabriella and the Genk.
Adriana hanya menatap Devano dengan pandangan yang sulit di artikan.
"tuan Devano."panggil dosen tersebut.
"ya."singkat Devano mengangkat tangan.
"hallo sayang kenapa kamu disini?"kata Devano pada Adriana membuat semua orang tercengang termasuk dosen,Dea, Gabriella and the Genk.
kecuali Adriana yang saat ini benar-benar kesal karena bertemu dengan Devano.
"apa ada yang membuat masalah dengan mu?"tanya Adriana.
"bukan urusan mu."singkat Adriana.
"hahahaha jangan jutek begitu,maaf karena tidak mengantar mu tadi malam."kata Devano yang membuat Adriana benar-benar kesal lain halnya dengan semua mahasiswa yang menonton pertunjukan dari tadi ada yang kaget,ada juga yang merasa putus harapan.
"oh tadi kau meremehkan dia?"tanya Devano pada dosen tersebut.
"hmmm anu...mmmm."kata dosen itu tidak bisa berbicara.
"buat semua orang yang ada disini wanita ini."Devano menunjuk Adriana.
"dia adalah kekasih ku."kata Devano tegas yang sekali lagi membuat semua orang kecewa termasuk Gabriella.
Adriana pergi meninggalkan kantin di ikuti oleh Dea namun lagi-lagi Devano membuat nya kesal.
"sayang jangan lupa bawakan jas ku kekantor aku menunggu."teriak Devano, Adriana mempercepat langkahnya.
setelah kepergian Adriana Devano kembali ke mode menyeramkan nya.
dia memukul dosen tersebut.
"kau tidak layak berada di kampus ini."kata Devano pergi.
setelah kepergian Devano semua orang pergi termasuk dosen,Gabriella and the Genk.
Devano pergi keruang rektor untuk mengurus masalah dosen tersebut.
sedangkan Adriana dan Dea sekarang sedang berada di parkiran kampus.
Adriana dan Dea masuk kedalam mobil.
"aishhh aku benar-benar sial hari ini."gerutu Adriana.
"Anya apa benar kamu dan Devano...."tanya Dea yang langsung dijawab Adriana.
"aku tidak mengenal nya jangan bahas dia lagi."kata Adriana.
"kenapa disini? apa kamu mau ikut pergi?"tanya Adriana.
"ah tidak...tidak aku masih ada kuliah nanti."jawab Dea turun dari mobil.
Adriana mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi keluar dari kampus.
kali ini dia pergi membeli ponsel,setelah membeli ponsel dia mulai memainkan ponsel barunya dan tak lama tersenyum.
****
saat ini di AZ crop terjadi kehebohan pasalnya ada beberapa direktur utama perusahan terkenal datang ke sana.
"tunggu sebentar pak, bos kami sedang sibuk tidak bisa diganggu."kata resepsionis.
"kalian panggil kan saja kami sekarang, ini penting!"kata salah satu direktur utama yang ikut.
tak lama Jidan dan Tirta keluar dari lift, semua direktur utama yang datang langsung menghampiri nya.
"hoho ada apa ini?"tanya Tirta santai.
"tuan Jidan tuan Tirta maafkan kami,kami bersedia bergabung dengan perusahaan ini."kata salah satu direktur utama mewakili.
"waah bukan kah kalian meragukan perusahaan ini?"tanya Tirta.
"oh tidak kalian meragukan adik kami."kata Jidan.
"kami....kami keliru, sekarang kami percaya pada adik kalian."jawab semua direktur utama yang ada.sekitar 5 direktur utama yang datang.
"sayang kami tidak tertarik lagi dengan perusahaan kalian."kata Jidan ingin pergi.
"tolong tuan Tirta beri kami kesempatan sekali ini saja."kata salah satu direktur utama.
"hmmm baiklah tapi jika kalian melakukan kecurangan pada perusahaan ini seperti kalian melakukan kecurangan pada perusahaan lain, dalam satu kali dua puluh empat jam perusahaan kalian akan hancur tanpa sisa."kata Tirta pergi menyusul Jidan.
"terimakasih.... terimakasih."kata 5 direktur utama tersebut.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers ๐
Ada yang kangen author gak?
author up lagi niih โบ๏ธ
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR๐
sampai jumpa di up selanjutnya ๐
annyeong ๐