ADRIANA

ADRIANA
SEASON 2 part 4



siapa orang yang tidak mengenal Adriana Zevanya perempuan yang di juluki hati iblis berdarah dingin yang mampu menjatuhkan mafia ke lima hanya dengan waktu satu malam,


mendirikan geng mafia nya sendiri dalam jangka waktu dua tahun, di akui dan di takuti ke dua setelah geng mafia milik Devano.


"Adriana Zevanya?" ujar Diandra bingung.


"ya saya Adriana Zevanya."


"ternyata adik perempuan yang selalu di sembunyikan keluarga AZ adalah istri mu dev" Sanjaya menepuk pundak Devano.


"Riza pastikan semua tamu yang datang malam ini tidak membuat istri ku menjadi trending topik besok pagi." tegas Devano yang dapat di denger semua orang.


Riza membungkukkan badannya sebagai jawaban.


"sudahlah om cepat lanjutkan acara nya, jika acara ini tidak penting satu perusahaan om akan jatuh malam ini karena membuang waktu ku." Devano terlihat sangat kesal pada semua laki-laki yang tidak berhenti melihat Adriana.


"candaan mu memang berbeda Dev." Sanjaya menepuk pundak Devano.


acara pun di mulai dan sampai pada pengumuman dimana pesta hari ini di adakan karena perjodohan Gilang dengan anak dari keluarga Berto yang bernama Briella Berto.


seketika wajah Dea berubah drastis dia tidak bisa menyembunyikan ekspresi wajah nya dan sialnya Agus melihat ekspresi wajah Dea tersebut.


Agus mulai mengepalkan tangannya kuat, ekspresi sakit yang ada di wajah Dea membuat nya merasa gagal untuk membahagiakan adik nya yang satu itu.


"aku tidak ingin ada darah malam ini." kata Adriana yang membuat Jidan, Tirta, Agus,Jimi, Jordi,dan devano melihat nya.


"kita lihat pilihan apa yang di pilih oleh gilang." sambung nya lagi.


dan benar saja Gilang menatap Sanjaya tajam, karena dari awal tidak ada pembicaraan tentang perjodohan antara Gilang dan Sanjaya.


"apa maksudnya semua ini?"tanya Gilang dingin.


"kamu tidak bisa menolak karena ini sudah terjadi." kata Sanjaya tidak ingin di bantah.


"aku bisa saja menghabisi seluruh keluarga Berto malam ini." kata Gilang dingin membuat keluarga Berto merinding seketika.


dia tidak habis pikir dengan apa yang di lakukan ayahnya hari ini,


bahkan dia dari tadi hanya diam melihat perlakuan Diandra pada Dea karena Gilang masih menghormati Diandra sebagai ibu nya.


Gilang mengalihkan pandangannya pada Dea, jelas terlihat wajah kecewa dan sakit hati yang terpancar di wajah Dea.


"wah tuan Sanjaya pertunjukan macam apa ini?" tanya Jidan membuka suara.


"apa keluarga kalian mengundang keluarga ku hanya untuk melihat pertunjukan konyol ini?" sambung nya.


"apa maksud anda tuan Jidan?"tanya Sanjaya.


"maksud? apa putra anda tidak memberi tahu anda jika dia sudah mempunyai kekasih?"tanya Jidan balik bertanya.


"meskipun dia sudah memiliki kekasih dia harus tetap menerima perjodohan ini karena sudah terjadi." Sanjaya kekeh pada pendiriannya.


"Gilang Sanjaya apa kamu menerima perjodohan ini?" tanya Agus membuka suara menahan emosi nya.


"tentu saja tidak."jawab Gilang enteng.


"Gilang." bentak Diandra.


Devano menatap Adriana, dia takut jika Adriana tidak bisa mengendalikan emosi nya. usahanya untuk merubah Adriana akan sia-sia namun Adriana hanya diam tidak berniat membuka suara.


"apa?" tanya Gilang pada Diandra.


"kamu harus menerima perjodohan ini." kekeh Diandra.


"aku tidak mencintai nya, apa dia mau mati malam ini juga?"tanya Gilang.


"lalu siapa yang kamu cintai?"tanya Diandra.


"Dea." jawab Gilang enteng.


"apakah dia?" Diandra menunjuk Dea yang berdiri ditengah-tengah keluarga AZ.


"hmm."


"apa wanita seperti dia? kamu tidak lihat bahkan malam ini dia datang bersama lima laki-laki ke sini, kita tidak tahu dia dari keluarga seperti apa."


ya Diandra memang tidak mengetahui Dea dari keluarga AZ karena setelah kejadian yang membuat Dea hampir kehilangan nyawanya dua tahun lalu membuat Jidan dan yang lain tidak terlalu mengekspos Dea.


"maa." bentak Gilang karena mamanya sudah keterlaluan.


"kamu berani bentak mama di depan banyak orang hanya karena perempuan itu?"


"diam." ujar Gilang penuh penekanan.


"kenapa Lang? kenapa kamu menolak perjodohan ini, tadi pagi kamu tidak seperti ini, kamu bahkan menemani ku mencari gaun untuk acara malam ini tapi kenapa sekarang kamu seperti ini?" Briella mulai memainkan drama nya membuat semua orang simpati.


Dea memegang tangan Adriana kuat saat merasakan sakit di kepala nya.


"are you ok?"tanya Adriana menampilkan wajah yang sulit di artikan bahkan Devano pun mulai was-was.


"wah aku sangat tersentuh oleh pertunjukan dramatis ini om Sanjaya." Devano dengan cepat mengambil tindakan sebelum Adriana menghancurkan semua nya.


"tapi pertunjukan ini sangat memuakkan." sambung Devano penuh penekanan.


"Gilang kamu terlalu lambat mengambil keputusan, jika aku menjadi kamu aku akan menembak perempuan yang ada di samping mu itu lalu semua nya selesai."


"Devano ini bukan urusan mu." ujar Sanjaya.


"memang tapi aku tidak suka melihat istri ku berada dalam situasi seperti ini."


"apa maksud mu?" tanya Sanjaya.


"jika om bertemu istri ku yang dulu mungkin tempat ini sudah hancur dari lima menit yang lalu."


Sanjaya melihat Adriana yang sedang sibuk menenangkan Dea.


"sebenarnya ada hubungan apa Adriana dengan kekasih anaknya itu?" pikir nya.


"Gilang cepat akhiri semua iini, sebelum kelima kakak ipar ku melempar kepala mu untuk di jadikan makanan Queen." ujar Devano.


"apa kamu tidak ingin membantu ku?"tanya Gilang.


"apa kamu membutuhkan bantuan ku untuk masalah sekecil ini? meskipun aku bisa membantu mu aku lebih memilih istri ku kamu tahu pasti itu." jawab Devano dengan wajah datarnya.


Gilang menghembuskan nafasnya kasar.


"pa,papa yang memulai semua nya jadi papa yang harus mengakhiri nya, dan jawaban ku masih tetap sama dan akan selalu sama aku tidak ingin di jodohkan dengan siapapun jadikan hari ini pelajaran karena jika ini terjadi lagi lalu singa bangun dari tidurnya aku bahkan Devano tidak bisa membantu papa dan mama." ujar Gilang datar memperingati kedua orang tuanya.


"Rian setelah pesta nya berakhir tutup mulut semua orang agar kejadian bodoh malam ini tidak di ketahui orang luar." kata Gilang menepuk pundak asisten pribadinya lalu berjalan ke arah Dea membawanya pergi meninggalkan pesta.


"sayang sekali perusahaan om yang ada di negara C akan hancur malam ini." kata Devano sebelum pergi.


sedangkan Agus menembak lampu yang ada di depan Sanjaya, Diandra dan keluarga Berto hingga jatuh sebelum pergi menyusul yang lain untuk melampiaskan kekesalannya.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers 👋


Ada yang kangen Adriana gak?


ini season 2 dari Adriana ☺️


btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺


sayang kalian banyak-banyak 😘


TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA !!!!


anak² ku di sana butuh kalian🥺


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚


jangan lupa bintang lima nya ya🤭


MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁


sampai jumpa di up selanjutnya 😉