
Di dalam mobil Adriana dan Dea hanya diam hingga Dea memutuskan bertanya.
"kita mau kemana?" tanya Dea
"butik."singkat Adriana
"butik? untuk apa kita kesana."
"menjadikan mu manekin." kata Adriana.
"mulut mu anyaaa."kata Dea kesal.
sesampainya di depan butik yang mereka tuju Adriana keluar terlebih dahulu dan di ikuti Dea di belakang.
"Anya ini butik terkenal dan mewah."kata Dea.
"hmmm." jawab Adriana berlalu meninggalkan Dea masuk kedalam butik.
"selamat datang nona,ada yang bisa saya bantu."kata pelayan butik tersebut.
"aku ingin melihat-lihat kau bisa melayani yang lain terlebih dahulu."kata Adriana.
mendengar kata-kata Adriana pelayan tersebut memandang Adriana dengan pandangan yang sangat meremehkan.
"jika tidak mampu dan hanya melihat-lihat saja sebaiknya kau pulang."usir pelayan tersebut.
Adriana tidak mendengar kata-kata dari pelayan tersebut dia pergi melihat-lihat baju.
"Anya apa kau tidak dengar kata pelayan tadi? dia merendahkan kita sebaiknya kita pergi dari sini."kata Dea.
"pilihlah baju yang kamu suka setelah itu kita bermain."kata Adriana.
"haiiiiissssss."kata Dea menggelengkan kepalanya melihat Adriana mengambil baju dan pergi keruang ganti.
Dea pun akhirnya mengambil baju yang menurut nya cocok untuk ia kenakan lalu ia pergi mengganti pakaiannya.
tak lama Adriana dan Dea mendengar ada suara ribut-ribut di luar ruang ganti, mereka langsung keluar.
"itu dia orangnya pak polisi dia kesini ingin mencuri."kata pelayan yang merendahkan Adriana dan Dea tadi.
"apa?? kami tidak mau mencuri."kata Dea tidak terima.
"tidak pak tadi dia bilang ingin melihat-lihat saja ."kata pelayan itu berusaha meyakinkan polisi.
"ada apa dengan melihat-lihat? kami akan membeli baju di sini."kata Dea tidak terima.
"jangan mengelak kalian pasti mau mencuri lihat saja tampang kalian."kata pelayan tersebut.
"maaf nona-nona kami akan membawa anda ke kantor,kalian berdua bisa menjelaskan nya di kantor polisi."kata polisi ingin memborgol tangan Adriana dan Dea.
"waah waaah hanya pelayan rendahan seperti berani memfitnah ku dan adik ku."kata Adriana membuka suara.
"apa kau bilang? kau hanya orang miskin yang datang kesini untuk mencuri."kata pelayan tersebut tidak terima di panggil pelayan rendahan.
"hahahaha."tawa Adriana terdengar menyeramkan membuat semua orang yang menyaksikan sedikit takut.
"lihat lah pak selain ingin mencuri ternyata dia juga tidak waras."kata pelayan itu.
"maaf nona-nona sebaiknya kalian ikut kami."kata polisi ingin memborgol tangan Dea.
namun Adriana dengan cepat menembak borgol tersebut hingga jatuh dan membuat polisi yang tadi ingin memborgol tangan Dea gemetar ketakutan.
"berani menyentuhnya kau dan semua polisi di wilayah ini akan mati."kata Adriana.
semua orang merasa takut dan ingin pergi keluar dari butik itu namun anggota redfox telah menghadang pintu butik tersebut.
"tadi kau bilang kami ingin mencuri? sekarang dimana bosmu?"tanya Adriana.
"saya bosnya ada apa ini?"tanya wanita yang keluar dari salah satu ruangan butik.
"jadi kau bosnya?"tanya Dea sekali lagi.
sebelum bos butik itu bertanya pelayan yang membuat keributan dengan Adriana langsung menjelaskan bahwa Adriana berniat untuk mencuri.
"kau mau mencuri? pak polisi sekarang tangkap dia."perintah pemilik butik tersebut namun polisi hanya diam.
"kenapa kalian tidak menangkap nya?"teriak pemilik butik itu kesal.
"wah wah ternyata bos dan pelayan sama saja. apa kalian tahu aku tidak suka jika ada orang yang mengusikku, aku akan membayar baju ini dengan 10 kali lipat."kata Adriana melemparkan uang sebanyak dua puluh juta kepada pemilik dan pelayan butik tersebut.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers ๐
author up lagi niih โบ๏ธ
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐
maaf jika masih ada typo bertebaran karena author masih dalam proses belajar dan novel ini merupakan novel pertama author โบ๏ธ
sampai jumpa di up selanjutnya
annyeong ๐