
setelah kejadian semalam Adriana menyerang markas Genk mafia ke 5 di negara A dia pulang ke mansionnya beserta saudara dan 50 orang anak buah Robert yang masih tersisa.
Adriana merebahkan dirinya di atas ranjang sesudah membersihkan badannya.
"sebaiknya aku istirahat agar besok aku bisa memikirkan rencana ku selanjutnya." Adriana memejamkan matanya.
namun sebelum Adriana benar-benar terlelap seseorang mengetuk pintu kamarnya yang membuat nya terbangun.
"aah sial siapa yang berani mengetuk pintu tengah malam begini?" kata Adriana kesal.
Adriana berjalan kearah pintu dan membuka pintu tersebut. terlihat Dea dengan wajah tersenyum tanpa dosa nyelonong masuk ke dalam kamar Adriana.
"ckh apa maumu?" kata Adriana malas.
"aku boleh tidur disini?" tanya Dea.
"pergi lah kekamar mu."kata Adriana datar.
"tidak mau aku akan tidur disini." kata Dea naik ke atas ranjang Adriana.
"pergi dari sini aku tidak mau berdebat." tegas Adriana.
namun Dea sama sekali tidak menghiraukan ucapan Adriana. dia tidur dengan pulas nya.
"huuuh ckh dasar keras kepala." kata Adriana berjalan ke ranjang nya dan merebahkan dirinya di dekat Dea.
keesokan harinya Dea terlihat bangun terlebih dahulu dari Adriana. dea menatap Adriana yang sedang tertidur pulas meski matahari sudah muncul.
Dea pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri sebelum sarapan bersama.
setelah siap Dea pergi ke dapur untuk membantu kepala koki menyiapkan makanan.
"sudah siap semua dan sekarang aku hanya perlu embangukan mereka." gumam Adriana dalam hati.
"kau mau kemana Dea?" tanya paman Triyas.
"eeh paman. aku akan membangun yang lain paman duduk saja dulu." kata Dea tersenyum.
"ku harap dea dan kelima saudara itu bisa merubah Anya, aku takut dia akan selalu memiliki dendam dan membuatnya menyesal kemudian hari. aku akan menjaga cucu kesayangan mu Adijaya jadi tenang lah disana." gumam Triyas dalam hati melihat kepergian dea.
dan satu persatu dari 5 bersaudara itu turun kebawah dengan pakaian santai mereka.
"hai paman." sapa Jimi.
"hai jim."sapa Triyas.
dan semua duduk di kursi masing masing kecuali Dea dan Adriana.
di kamar Adriana Dea sedang membangun kan Adriana.
"anyaa bangun." teriak Dea namun Adriana belum bangun juga.
"anyaaaaa banguuuun sudaaah pagiiii."teriak Dea sekali lagi sambil menggelitiki Adriana.
Adriana terbangun mendengar teriakan Dea dan rasa geli yang di terima karna ulah Dea.
"huuuh berisik sekali." kata Adriana ingin kembali tidur.
tapi Dea mencegahnya dan menarik tangan Adriana kekamar mandi.
"yayaya dasar bawel." kata Adriana menutup pintu kamar mandi.
Dea menyiapkan pakaian Adriana entah kenapa dia sangat ingin melihat Adriana memakai pakaian yang sangat peminim hari ini.
"sebaiknya dia menggunakan pakaian ini agar kesan menyeramkan nya tidak terlalu kelihatan."kata Dea terkikik geli meninggalkan kamar Adriana.
Adriana sudah selesai dengan ritual mandija dan sekarang dia akan mengenakan baju tapi matanya tertuju pada baju di atas ranjang.
"ini pasti ulah nya." gumam Adriana.
kemudian dia mengambil baju tersebut dan mengenakan nya.
"tidak terlalu buruk." gumam Adriana dalam hati.
Adriana berjalan menuruni tangga pergi ke arah ruang makan sesampainya disana semua orang menatapnya takjub.
"ada apa?" tanya Adriana ketus.
"kau cantik sekali Anya."kata Jimi yang dibenarkan semua orang.
"ya aku tau."tanya Anya datar.
"huuh dasar ratu es." keluh Jimi.
"sudah sudah sebaiknya kita mulai sarapan."kata Triyas.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
hai readers π
author up lagi niih βΊοΈ
untuk mendukung author jangan lupa like,komen,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian π
terimakasih sudah membaca karya pertama author dan maaf jika banyak typo karena author masih dalam proses belajar.
sampai ketemu di up selanjutnya π
annyeong π