
sesampainya di mall Adriana dan Devano berjalan keluar dari mobil masuk kedalam mall tersebut banyak orang-orang menatap kagum pada Adriana dan Devano,dan tak sedikit yang mengenal Devano.
"bukan kah itu tuan Devano?"netizen1
"ternyata tuan Devano benar-benar sangat tampan."netizen2.
"apa kah itu pacar nya tuan Devano?"netizen3
"bukan kah itu Adriana Zevanya adijaya?"netizen4 yang satu kampus dengan Adriana.
"iya itu benar-benar Adriana Zevanya adijaya."netizen 5.
sedangkan Adriana dan Devano tetap berjalan tanpa menghiraukan semua orang yang melihat mereka.
"kamu mau kemana dulu?"tanya Devano pada Adriana.
"kita kesana."tunjuk Adriana pada salah satu toko pakaian yang ada di mall tersebut.
Devano dan Adriana berjalan ke arah toko pakaian tersebut dan mulai memilih-milih pakaian. cukup lama Adriana memilih pakaian namun tidak ada yang menurut nya cocok untuk dirinya.
"apa tidak ada yang cocok?"tanya Devano.
"sepertinya ini cocok."kata Adriana ingin mengambil rok berwarna Hitam polos namun seseorang mengambil nya terlebih dahulu.
Adriana melihat orang tersebut dan menampilkan wajah yang datar.
"sepertinya selera kita sama."kata wanita tersebut yang ternyata adalah Annabelle.
Adriana hanya diam.
"ah Dev kebetulan sekali kita ketemu disini."kata Annabelle tersenyum pada Devano.
"iya."jawab Devano.
"kamu disini liburan?"tanya Annabelle menghiraukan Adriana.
"seperti yang kamu lihat."jawab Devano.
"wah kebetulan banget ya, oh iya aku tahu banget tempat-tepat yang bagus buat liburan di negara ini, apa mau liburan bersama?"tanya Annabelle.
"sorry Annabelle aku hanya ingin berdua dengan kekasih ku."kata Devano melingkar kan sebelah tangan nya pada pinggang Adriana.
Adriana tersenyum smrik dan ingin mengetahui sejauh mana Annabelle akan mencoba merayu Devano dan Adriana juga ingin tahu seberapa Devano benar-benar mencintainya.
"kita bisa liburan sama-sama Dev."kata Adriana.
"tap..."kata Devano terhenti oleh Annabelle.
"lagi pula aku disini sendiri Dev."kata Annabelle mencoba membujuk Devano.
"terserah saja."kata Devano.
"ah Adriana terimakasih sudah memberikan ku bergabung, ini rokya untuk mu saja."kata Annabelle memberikan Adriana.
"sorry Annabelle aku tidak akan membeli apapun saat orang lain menginginkan dan menyentuhnya."jawab Adriana.
"o...oh baiklah."kata Annabelle.
Devano tahu jika sekarang mood Adriana kurang baik karena Annabelle dia berniat mengajak Adriana pergi makan.
"honey apa kamu lapar? ayo kita makan."kata Devano.
"makan apa?"tanya Adriana.
"aku sih ingin memakan mu."kata Devano tidak tahu malu, Adriana membulat kan matanya dan menatap Devano.
"yayaya kamu yang menentukan mau makan apa."kata Devano.
"mmm aku boleh ikut?"tanya Annabelle.
"tidak."
"boleh."
Adriana dan Devano berbicara secara bersamaan Devano bilang tidak dan Adriana bilang boleh.
"jadi?"tanya Annabelle.
"boleh."singkat Adriana.
"makasih."jawab Annabelle.
Adriana akhirnya mengajak Devano ke satu lestoran di dalam mall tersebut Annabelle pun mengikuti Adriana dan Devano.
dan akhirnya mereka duduk memesan makanan yang mereka inginkan.
"Dev aku baru kali ini loh liat kamu minum jus delima."kata Annabelle.
"iya."jawab Devano.
"kenapa pesan jus delima?"tanya Adriana.
"mau coba aja, emang kamu kenapa suka jus delima?" tanya Devano.
"darah."jawab Adriana dan Devano langsung paham sedangkan Annabelle bingung.
"oh iya Dev berita kamu yang menghancurkan karier Vivi dan kamu punya kekasih sekarang lagi trending di sosial media."kata Annabelle.
"aku tidak peduli."kata Devano.
"kamu terlalu berlebihan Dev, Vivi sangat berbakat dan hanya karena Adriana kamu menghancurkan karier nya?"tanya Annabelle mencoba merendahkan Adriana.
"itu salah dia."kata Devano.
"Dev padahal kamu lebih dulu dekat dengan Vivi dan aku rasa kamu lebih cocok dengan Vivi dia model terkenal sedangkan Adriana .... maaf hanya pengangguran."kata Annabelle.
brak....
Adriana memegang tangan Devano dan mengisyaratkan nya duduk.
"Annabelle kamu tahu aku orang seperti apa kan?"tanya Devano menahan emosi.
"waah kamu terlalu meremehkan ku Annabelle, jangan berbicara soal profesi dan uang di hadapan ku bahkan harga dirimu bisa ku beli sekarang."kata Adriana.
"perkataan mu menyakiti hati ku Adriana."kata Annabelle mengejek.
"sudah cukup Annabelle,jika ingin bergabung jangan membuat masalah."kata Devano.
setelah selesai makan pun Adriana dan Devano balik ke hotel sedangkan Annabelle mengikuti mereka dari belakang.
"aku akan merebut Devano."kata Annabelle licik.
Adriana tahu jika Annabelle mengikuti nya dan Devano hingga saat tiba di kamar nya dia menarik Devano masuk kedalam yang membuat Annabelle makin marah.
"aishh jalang sialan."gerutu Annabelle dan pergi dari hotel tersebut.
sedangkan saat ini Devano bingung karena Adriana menyuruhnya masuk.
"why?"tanya Devano.
"ada kecoa."kata Adriana berjalan ke arah meja dan menaruh tas nya Devano hanya geleng-geleng kepala setelah mengerti.
"aku tidak mungkin bisa berpaling darimu sekarang honey."kata Devano memeluk Adriana dari belakang.
"kita lihat saja."kata Adriana.
"kembalilah ke kamar mu."kata Adriana pada Devano.
"harus kah?"tanya Devano.
"jangan macam-macam."ancam Adriana.
"yayaya."jawab Devano keluar dari kamar Adriana.
di tempat lain masih negara F saat ini Surya tengah sibuk di kantor karena Kusuma crop membatalkan kerjasama mereka.
"gawat ini benar-benar gawat."kata Surya.
tok...tok..tok...
sekertaris Surya mengetok pintu.
"masuk."kata Surya.
"maaf tuan semua pemegang saham ingin mengadakan rapat segera dan keadaan perusahaan saat ini benar-benar dalam masalah besar."kata sekertaris Surya.
"ya kamu atur rapat untuk besok pagi sekarang saya akan mencoba mencari dana untuk menutup kerugian perusahaan dan kamu tulis surat pengajuan kerjasama pada beberapa perusahaan."kata Surya.
"baik tuan saya permisi."jawab sekertaris keluar dari ruangan Surya.
"ini semua gara-gara Adriana,aku sangat menyesal mempunyai anak seperti nya."kata Surya sebelum dia menelepon beberapa temannya untuk meminjam dana.
setelah menelpon beberapa temannya Surya masih tidak mendapatkan pinjaman dana karena sekarang sudah banyak yang tidak percaya padanya.
"sialll aku harus pinjam kemana lagi?"kata Surya prustasi.
"ah Andre aku bisa meminta bantuannya."kata Surya keluar dari ruangan nya menuju perusahaan Andre.
setibanya di sana Surya melihat Andre sedang bercumbu bersama perempuan lain, Surya sangat marah dan langsung memukul Andre tanpa henti.
"dasar laki-laki kurang ajar berani-beraninya kamu mengkhianati anak ku."kata Surya emosi.
"tenang lah pa aku hanya bermain-main dengan nya aku masih mencintai Andinia."kata Andre tanpa rasa bersalah.
"dasar brengsek, kamu tidak pantas untuk anak ku pertunangan kalian dibatalkan dan jangan panggil aku papa."kata Surya pergi dari ruangan Andre dengan sangat marah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers ๐
Ada yang kangen author gak?
author up lagi niih โบ๏ธ
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR๐
sampai jumpa di up selanjutnya ๐
annyeong