
Dayana berlari dan bersembunyi di belakang Devano tanpa malu anehnya Devano tidak menunjukkan rasa tidak suka nya seperti biasa.
"Adriana tahan emosi mu jangan seperti ini." dengan tegas Devano berbicara kepada Adriana.
"Dev ada apa dengan mu?"tanya Tirta tidak suka.
"haaah membosankan, Maxim keluarkan Queen aku ingin pergi ke kota C." Adriana dengan wajah dingin kembali ke kamar nya kali ini tidak di ikuti Devano.
"Maxim."
setelah Adriana memerintahkan nya, Maxim langsung pergi tanpa menghiraukan panggilan dari Devano.
"ingat ucapan ku Devano Triya Kusuma jika kamu berani mengkhianati adik ku apalagi dia sampai terluka aku akan membalas mu berkali-kali lipat."ancam Agus sebelum pergi mengejar Maxim.
"haaah Dayana kenapa kamu harus datang kesini, urusan pekerjaan kita bisa bicarakan di kantor."kesal Devano.
"aku tidak ingin membicarakan pekerjaan Dev,niat ku ke sini untuk menemani mu sarapan tapi tiga laki-laki jelek tadi menghalangi ku."
"sekarang pulang lah aku sedang tidak bisa di ganggu."kesal Devano.
tanpa mendengar ucapan Devano Dayana pergi ke arah dapur entah apa yang akan dia lakukan sekarang namun anehnya Devano membiarkan nya tanpa niat mencegah.
melihat hal tersebut Sintia sedikit tidak suka namun dia tidak bertanya pada anaknya itu karena dia yakin pasti ada sesuatu yang membuat Devano seperti itu.
"sudah lah semua bersiap kita sarapan." ucap Alvano mencairkan suasana.
"maaf kami tidak bisa ikut sarapan."dengan tegas jidan menolak Devano.
"ah baiklah aku mengerti."
sebelum mereka membubarkan diri Adriana terlebih dahulu turun dengan pakaian sudah rapi. penampilan nya sama seperti Adriana Lima tahun lalu, tidak ada wajah tenang sekarang yang ada hanya wajah tegas dan menakutkan yang terlihat.
"tidak ada yang boleh mengikuti ku, ini bukan sebuah pemberitahuan tapi perintah."
"honey..."
"aku bisa saja membunuh mu sekarang Dev."
"lest play the game baby's" Adriana pergi meninggalkan semua orang setelah mengatakan hal tersebut pada janin yang ada dalam kandungan nya.
"Dev apa-apaan kamu ini? kali ini kamu benar-benar keterlaluan, bagaimana jika terjadi apa-apa dengan menantu dan cucu-cucu mama?"
"maaf ma aku tidak bisa melakukan apapun kali ini."
terlihat jelas Sintia tengah kesal dengan Devano, sedangkan di tempat lain Delon saat ini telah menyiapkan segala sesuatu yang di perlukan Adriana.
"apa semua sudah sesuai dengan posisi mereka masing-masing?" tanya Delon pada Maxim.
"semua sudah di tempat nya masing-masing kita hanya perlu menunggu nyonya Adriana."
"ah kali ini aku sedikit gugup, bagaimana bisa Adriana mau mengambil resiko sebesar ini?" Delon memijat kepala nya.
"ya hanya nyonya Adriana dan ambisi nya yang bisa."
Cukup lama Delon dan Maxim berbincang-bincang sambil mengawasi target mereka. Akhirnya Adriana datang dan menghampiri mereka.
"semua sudah siap?"tanya Adriana.
"iya, kapan kita mulai bergerak?"tanya Delon.
"apa itu tidak terlalu berbahaya? Dia pasti mengenali hewan kesayangan mu."
"itu lebih Bagus."
"sudahlah, terserah kamu saja aku tidak akan sanggup mengikuti jalan pikiran mu." ucap Delon.
Adriana hanya melihat Delon lalu berjalan ke arah kursi yang sedang menghadap gedung sebelah.
"menjijikkan." satu kata yang lolos dari mulut Adriana saat melihat adegan yang tidak senonoh itu.
di gedung sebelah, tepat di depan ruangan Adriana sekarang berada. seorang pria sedang menghitung uang dengan jumlah yang sangat banyak di temani dua wanita penghibur yang tengah bermain di pangkuannya.
Wajah serakah jelas sekali terlihat dari pria tersebut.
"setelah Dayana berhasil menjadi istri Devano uang ku akan bertambah banyak dan aku dengan mudah menguasai negara ini, Adriana sialan itu akan mati dengan rasa sakit yang tidak bisa dia kendalikan hahahaha." pria tersebut tertawa puas lalu mengikuti permainan ****** yang ada di pangkuannya.
Tiba-tiba terdengar suara bel dari luar pintu membuat nya kesal lalu menghentikan permainan mereka sebentar, pria itu mengintip dari lubang kecil pintu itu namun tidak ada siapapun membuat nya semakin kesal.
Mungkin hanya orang iseng pikir nya,baru saja dia ingin menghampiri ****** nya lagi, lagi-lagi suara bel berbunyi yang membuat nya langsung membuka pintu.
melihat siapa tamu tak di undang itu membuat nya mundur perlahan sedangkan si tamu terus maju mendekat.
tamu tersebut adalah King dan Queen, hewan kesayangan Adriana itu seakan-akan sangat mengerti bahwa orang yang sedang berada di hadapan mereka saat ini adalah musuh Adriana dan dapat membahayakan Adriana.
Pria yang ternyata kakak dari Dayana itu segera mengambil pistol yang ada di atas meja lalu mengarahkan nya pada king dan Queen.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen Adriana gak?
ini season 2 dari Adriana ☺️
btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺
sayang kalian banyak-banyak 😘
TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA!!!!
anak² ku di sana butuh kalian
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
jangan lupa bintang lima nya ya🤭