
"Huuh perasaan apa ini? ah sudah lah kakek pasti baik-baik saja." gumam Adriana dalam hati.
Adriana mengembalikan foto tersebut ketempat semula dan melanjutkan langkahnya menuju dapur meminta pelayanan membuatkannya makanan.
setelah selesai makan Adriana berniat mengambil tas nya kekamar namun Renata memanggilnya.
"Adriana,,,, Adriana...."teriak Renata histeris.
"ada apa mah, kenapa mama dan Andinia menangis?" tanya Adriana bingung melihat Renata dan andinia menangis sedangkan Andre menenangkan Andinia.
"kakek mu.. kakek mu..." suara Renata tidak bisa keluar akibat menangis dan panik.
"kakek Adijaya meninggal Adriana." kata Andre mencoba membantu menjelaskan situasi yang terjadi saat ini.
"apa??? ini... ini tidak mungkin kan? kalian pasti berbohong, kakek...." kata Adriana pilu, kakinya lemas dia terduduk tidak menyangka takdir selalu mempermainkan nya.
"Adriana, Andinia,Tante sebaik nya kita ke rumah sakit sekarang." kata Andre.
"iyaa rumah sakit... kita harus kerumah sakit sekarang." kata Adriana berkali-kali, Adriana yang lemas membuat nya terjatuh namun dia bangkit dan berlari lagi.
"tenang lah Adriana, kita gunakan mobil ku biar cepat." kata Andre.
sesampainya di rumah sakit terlihat netta sedang menangis histeris daan ada Surya yang menenangkan nya.
"pa, maa..." kata Renata sedikit berlari ke arah suami dan mama mertuanya.
"ini tidak benar kan pa, nek?" kata Andinia menangis.
sedangkan Adriana tidak menanyakan apapun sesampainya di rumah sakit dia langsung masuk ketempat kakeknya. melihat apa semua benar atau kakeknya sedang bercanda.
pikiran yang konyol bukan?? yaa tapi Adriana masih menginginkan Kakeknya hidup,dia akan membawa kakeknya pergi dari kediaman Adijaya dan membahagiakan nya.
"kek bangun lah... ini Adriana hiks...hiks...kenapa kakek meninggalkan Adriana sendiri di dunia yang kejam ini?? bangun kek,... kakek pasti sedang bercanda dan berpura-pura tertidur kan? apapun itu aku mohon bangunlah....hiks hiks..." kata Adriana lemah.
* * * *
dua bulan kemudian....
Adriana menjalani hari-hari nya seperti biasa,difitnah Andinia hingga dimarahi Renata ,netta dan Surya adalah makanan nya sehari-hari. namun yang berbeda sekarang tidak ada lagi orang yang membelanya, jika dulu ada kakek Adijaya maka sekarang tidak ada satu orang pun.
takdir benar-benar ingin bermain dengan Adriana, satu-satunya orang yang menyayangi nya sudah bahagia disisi Tuhan.
ingin rasanya Adriana berlari sejauh mungkin agar takdir tidak mengajaknya untuk bermain namun Adriana tidak bisa pergi karena setitik kenangan indah telah terkubur dalam ditempatkannya sekarang. dia hanya bisa menerima semuanya hingga ada jalan keluar yang menuntun nya keluar sendiri.
hingga hari ini seperti biasa setelah lulus kuliah Adriana hanya diam dirumah sesekali membantu pelayan memasak.
"semuanya sudah selesai... tolong bibi tata masakan ini dimeja makan ya, aku akan mandi sebentar."
Adriana berjalan menuju kamarnya. namun dia bertemu Andinia di tangga. dengan sengaja Andinia menjatuhkan dirinya di tangga.
"aaaaaah...." teriak Andinia yang membuat seisi rumah mendekat ke sumber suara.
"apa yang terjadi? kenapa kau bisa begini?" tanya Renata yang menghampiri putri kesayangannya.
"ada apa ini?"kata Netta yang baru datang.
"hiks..hiks sakit maa." kata Andinia berpura-pura kesakitan.
"kak Andinia tidak sengaja mendorong ku, mungkin dia Masih marah karena kak Andre memutuskan pertunangan dengan nya dan memilihku."sambungnya
"aku tidak pernah mendorongnya ma,nek." kata Adriana membela diri.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
hai readers ๐ author up lagi niih
siapa yang masih nungguin Adriana up??
makasih ya yang udah nungguin ๐
agak telat ya๐
maaf author masih nungguin suami author up๐คญmau tau suami author silahkan baca part sebelumnya ya๐
untuk mendukung author jangan lupa like, komen dan tambahkan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐