
pagi ini cuaca nya sangat cerah luka Adriana juga sudah lebih baik dari sebelumnya.
semua orang yang ada di kediaman Adriana sibuk dengan urusan masing-masing.
hingga suara ketokan pintu terdengar dari luar kamar Adriana.
tok...tok...tok...
"siapa?"singkat Adriana.
"aku."jawab Dea.
"ada apa?"tanya Adriana.
"yaak boleh kah aku masuk terlebih dahulu?"tanya Dea kesal.
"hmmm"singkat Adriana.
mendengar jawaban Adriana,Dea memutuskan masuk kekamar Adriana.
"ada apa?"tanya Adriana yang tidak mengalihkan pandangannya dari laptop.
"hmmm apa kau sibuk?" tanya Dea.
"menurutmu?" tanya Adriana balik.
"baiklah aku akan keluar."kata Dea ingin beranjak pergi dari kamar Adriana.
"kau mau apa?"tanya Adriana menutup laptopnya.
Dea membalikkan badannya menatap Adriana.
"sebenarnya aku ingin mengajakmu pergi tapi kelihatannya kamu sedang sibuk."tutur Dea.
Adriana turun dari ranjangnya menghampiri Dea.
"kau mau kemana?"tanya Adriana.
"aku ingin membeli perlengkapan untuk ke kampus besok."jawab Dea.
"kau bisa meminta semua perlengkapannya ke paman triyas."kata Adriana.
"tidak bisa,aku kasihan jika paman triyas yang menyiapkan semuanya untuk ku."kata Dea tertunduk.
Adriana berjalan keluar namun langkahnya terhenti saat menyadari Dea tidak mengikutinya.
"aishh katanya mau pergi kenapa kau diam seperti patung disitu."gerutu Adriana.
mendengar ucapan Adriana,Dea berlari ke arah Adriana dengan senang.
Dea dan Adriana pergi menuruni tangga dan berpapasan dengan Agus.
"kalian mau kemana?"tanya Agus.
"dia mau membeli perlengkapan kampus."jawab Adriana menunjuk Dea dengan dagu nya.
"kau bisa menyuruh ku atau yang lain,kenapa harus pergi?" tanya Agus.
Adriana melihat Dea takut dengan Agus hanya kebingungan lalu dia mengerti situasi.
"hanya ingin."kata Adriana menuruni tangga yang diikuti Dea.
"yaak kau masih harus istirahat."teriak Agus.
Adriana hanya berjalan tanpa menghiraukan teriakan Agus sedangkan Dea masih takut.
"yaaak Adriana zevanya."teriak Agus sekali lagi membuat semua orang yang ada di ruang keluarga menoleh ke arah Agus yang di tinggal Adriana.
"yak Agus bisakah kau tidak berteriak."kata Jidan.
"lihat lah adikmu yang satu itu dia sangat keras kepala."kesal Agus menaiki tangga.
"huuh jika bersangkutan dengan Anya dia seperti setan kerasukan."keluh Jidan.
"kak Jordi apa menurutmu setan bisa kerasukan."bisik Jimi pada Jordi saat mendengar gerutu Jidan.
sedangkan Adriana dan Dea saat ini sudah berada didalam mobil. mereka pergi tanpa pengawal dan sopir karena Adriana tidak mau membuat keributan.
(mobil yang di gunakan Adriana dan Dea)
sesampainya di sebuah mall mewah Adriana dan Dea langsung memasuki toko yang Dea tuju Adriana hanya mengikuti Dea yang sedang memilih barang yang akan dibeli.
setelah semua kebutuhan yang Dea beli terpenuhi mereka keluar dari toko tersebut.
"aku lapar."kata Dea.
"ya makan."jawab Adriana.
"kita makan disana saja."kata Dea menarik tangan Adriana.
sesampainya di tempat tersebut Dea dan Adriana duduk di pojok belakang.
"kamu mau pesan apa?"tanya Dea.
"aku tidak lapar."jawab Adriana.
"hmm baiklah kamu mau minum apa?"tanya Dea lagi.
"jus delima."jawab Adriana mengambil ponselnya dan mulai sibuk memainkan ponselnya.
Dea akhirnya memanggil pelayan lestoran dan memesan makanan yang diinginkan.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
author up lagi niih ☺️
oooh iya kerena rata² readers gak suka dengan visual nya Adriana, author berniat mengganti visualnya.
tapi pilihan 2
SOYEJI
DILBARA DILMURAT
silahkan vote di komentar ya☺️
yang paling banya vote itu yang menang
makasih sebelumnya.
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
maaf jika masih ada typo bertebaran karena author masih dalam proses belajar dan novel ini merupakan novel pertama author ☺️
sampai jumpa di up selanjutnya
annyeong 👋