
sedangkan saat ini Devano dan Gilang berada diruang kerja Devano.
dari tadi Gilang tidak berhenti tertawa dan itu membuat Devano kesal.
"apa kamu belum puas hah."bentak Devano.
"hahahaha baru kali ini aku melihat ada seorang wanita menolak makan malam bersama mu hahahaha."kata Gilang tertawa.
"aishh."kesal Devano duduk dan mengingat kembali kejadian yang baru terjadi.
"memang benar dia wanita pertama yang menolak ku."kata Devano dalam hati.
"menarik."kata Devano.
"apa yang menarik?"kata Gilang bingung.
"hahahaha."tawa Devano keluar dari ruang kerjanya.
"dasar gila."teriak Gilang.
"kurasa setelah di tolak dia menjadi gila."kata Gilang pergi dari ruang kerja Devano.
didalam kamarnya Devano terus saja memikirkan Adriana.
"dia cantik juga."gumam Devano.
"asihhh kenapa aku memikirkan nya."kata Devano kesal sendiri.
"tapiii."kata Devano mengambil ponselnya dan mencari tahu tentang Adriana hingga dia tak merasa pagi telah datang.
"ternyata kehidupan nya berat."kata Devano setelah melihat masa lalu Adriana.
lamunan nya terhenti saat Sintya mengetok pintu kamarnya.
"Dev bangun ini sudah pagi kita sarapan."kata Sintya.
"iya ma."jawab Devano.
"tumben."gumam Sintya kerena biasa nya Devano sangat susah jika dibangunkan.
tak lama Devano duduk di kursinya dan melihat sudah ada alvano, Sintya dan Gilang.
"pagii semua."kata Devano tersenyum.
semua orang bingung,karena ini tidak seperti biasa.
"Dev are you ok?" tanya Sintya memegang kening Devano.
"yes i'm ok ma."kata Devano tersenyum.
"Lang apa kemarin dia terbentur sesuatu?"tanya alvano bingung.
"tidak, hmmm atau jangan-jangan....."kata Gilang terhenti saat Devano menatap nya tajam.
"jangan-jangan kenapa Lang?" tanya Sintya.
"dia kena pukul di bagian kepala tadi Malam ma."kata Gilang masih melihat Devano yang menatapnya dengan tajam.
"apa kalian berkelahi lagi?"tanya Sintya.
"yaaa begitu."jawab Gilang.
"oooh come on kalian ini mama sudah kehabisan kata-kata."kata Sintya.
"aku berangkat sekarang ya ma,pa."kata Devano mencium mamanya dan berlari keluar.
"deeeeeev"teriak Sintya.
"aku juga berangkat sekarang ma."kata Gilang mencium Sintya dan berlari mengejar Devano.
"kalian berdua ya benar-benar." teriak Sintya.
"sudah maa habiskan sarapannya."kata alvano menenangkan istrinya.
"untuuung saja."kata Gilang setelah berhasil keluar.
"ini semua gara-gara kamu."kata Devano kesal pergi Masuk kedalam mobilnya.
"aku?"tanya Gilang pergi masuk kedalam mobilnya juga.
sedangkan di mansion AZ sekarang semua orang sudah memulai sarapan mereka.
"Anya hari ini kamu mau kemana?"tanya triyas.
"tidak ada tapi nanti siang aku ingin pergi ke suatu tempat."kata Adriana.
"kemana?"tanya Agus.
"aku ingin membeli ponsel baru."singkat Adriana.
"aku akan menemanimu."kata Jordi.
"oh ayo lah kak ini hanya membeli ponsel."keluh Adriana.
"sudah biarkan saja."kata Jidan.
"kak hari ini mungkin kalian akan mendapatkan tamu yang tidak di undang ke kanto."kata Adriana menatap Jidan dan Tirta.
"siapa?"tanya Jidan dan Tirta bingung.
"hanya orang tua."kata Adriana.
"kalian pasti tahu kan apa yang akan kalian lakukan."kata Adriana kini dalam mode serius.
"ya Anya."jawab Jidan dan Tirta.
"kak Agus,kak,Jimi dan kak Jordi kalian hari ini mulai dari anak buah Dirly, aku mau kalian mengambil mereka."kata Adriana.
"ya Anya."jawab ketiga lelaki tampan yang sekarang menjadi saudara Adriana itu.
"Dea hari ini aku akan mengantar mu,oh aku juga ingin menemani melihat kampus itu."kata Adriana.
"benarkah? waah aku senang sekali."kata Dea gembira.
sarapan pun selesai semua orang melakukan aktivitas mereka masing-masing.
saat ini Adriana pergi mengantar Dea kekampus.
(mobil yang di gunakan Adriana dan Dea.)
(penampilan Adriana)
sesampainya di kampus Adriana dan Dea menjadi pusat perhatian semua orang.
Dea terlebih dahulu keluar dari mobil setelah itu Adriana.
"haah semua orang menatap kita."keluh Sintya.
"cepatlah jika tidak aku mungkin akan mencongkel mata mereka satu persatu."kata Adriana kesal.
mendengar ucapan Adriana membuat Dea refleks menarik tangan Adriana pergi dari parkiran menuju ruang administrasi.
sesampainya disana Dea mengurus semua administrasi dan pergi melihat suasana kelas nya.
"Anya."panggil Dea.
"hmm."jawab Adriana.
"kamu bisa menunggu ku di kantin jika lelah."kata Dea.
"apa kamu ada kelas?" tanya Adriana.
"nanti siang aku ada kelas."jawab Adriana.
"kalau begitu kamu tidak perlu kekelas sekarang,aku haus kita ke kantin saja."kata Adriana.
"baiklah."kata Dea.
Dea dan Adriana akhirnya pergi ke kantin, sesampainya di kantin semua tempat penuh hanya tersisa satu tempat dan Adriana menarik Dea duduk disana.
"kamu mau makan apa?"tanya Dea.
"aku kenyang."singkat Adriana.
"kalau begitu kenapa kamu mau ke kantin."kesal Dea.
"hanya ingin,kamu bisa memesankan ku jus jeruk."kata Adriana.
"baiklah akan ku pesankan sekarang."kata Dea pergi.
selepas Dea pergi Adriana memikirkan kejadian semalam yang menimpanya.
"apa aku harus pergi menemui nya?"tanya Adriana dalam hati.
"aishh dasar pria mesum menyebalkan."gerutu Adriana.
"Anya."teriak Dea yang dari tadi memanggil nya.
"apa sih."kata Adriana.
"kenapa ngelamun?"tanya Dea.
"bukan apa-apa."jawab Dea.
tak lama pesanan mereka datang ternyata Dea memesan cemilan juga.
Adriana dan Dea menikmati pesanan mereka namun tiba-tiba ada yang menggebrak mejanya.
Dea melihat orang itu dan langsung kaget namun dia berhasil mengendalikan ekspresi nya.
"kamu."teriak orang itu,ternyata itu saudara tiri Dea yang bernama Gabriella.
Dea hanya memandang nya malas sedang kan Adriana masih tidak melepaskan sedotan dari mulut nya.
"kenapa kamu bisa disini?"tanya Gabriella.
"menurut mu?"tanya Dea yang berhasil membuat Adriana senyum kecil.
"oh hahahaha apa kamu jadi jalang di luar sana agar bisa kuliah disini? atau kamu ngemis minta beasiswa?"tanya Gabriella tertawa mengejek.
"waah luar biasa sekali nona.apa kita pernah kenal sebelumnya?"tanya Dea bangkit.
semua orang mulai berkumpul melihat apa yang terjadi pasalnya baru kali ini ada orang yang berani melawan Gabriella and the Genk.
"hahaha apa kamu lupa ingatan setelah di usir dari rumah? ooh sayang sekali saudara ku harap kamu cepat sembuh."ledek Gabriella tidak mau kalah.
"maaf nona tapi saya rasa kita tidak pernah bertemu, apalagi kamu bilang kita saudara saya harap anda tidak mengaku-ngaku."kata Dea masih bersikap tenang.
"apa kamu bilang dasar kurang ajar."kata Gabriella ingin menampar Dea namun dengan cepat Dea memegang tangan Gabriella.
"sekarang aku bukan Dea yang dulu bisa kamu dan ibumu tindas, jangan pernah menyentuh tubuh ku dengan tangan kotor mu itu."kata Dea berbisik pada Gabriella.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers ๐
Ada yang kangen author gak?
author up lagi niih โบ๏ธ
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR๐
sampai jumpa di up selanjutnya ๐
annyeong ๐