
"APA" teriak semua orang termasuk Agus kecuali Jordi,Jimi dan Adriana.
"apa kamu hamil?"tanya Devano berdiri memegang tangan Adriana.
"apa benar Anya kamu hamil?"tanya Jidan.
"Kanya?"tanya Dea.
"hmmm."jawab Adriana membuat semua orang tersenyum bahagia kecuali Devano.
"kenapa dengan ekspresi mu?"tanya Jimi pada Devano.
"honey apa kamu baik-baik saja?"tanya Devano pada Adriana alih-alih menjawab pertanyaan Jimi.
"aku baik-baik saja, seharusnya kamu mengkhawatirkan diri mu sendiri karena aku tidak mau memaafkan mu."ketus Adriana.
"sekarang pergi lah jangan pernah temui aku."sambung Adriana lagi yang membuat semua orang kecuali Gilang dan Devano meneriaki namanya.
"Adriana."
"apa?"
"honey maafkan aku, aku benar-benar minta maaf atas semuanya."Devano menundukkan kepalanya dalam dan mulai menangis.
sungguh kehilangan Adriana lebih menyakitkan baginya dari pada kehilangan seluruh harta dan kekuasaan nya.
"aku akan memaafkan mu dengan satu syarat."putus Adriana.
"apa akan ku lakukan apapun."
"mulai sekarang berhenti terlalu perduli kan aku,kamu juga harus memperdulikan dirimu sendiri dan sekitar mu, Dev kamu memiliki banyak musuh aku pun begitu dengan sikap mu yang seperti ini bisa di manfaatkan musuh kita sebagai kelemahan kita."
"aku bisa menjaga diri ku sendiri tolong kamu juga jaga dirimu sendiri."ujar Adriana
"tapi aku suami mu, aku harus bisa membuat mu aman bersama ku." jawab Devano.
"aku tahu, tapi aku tidak selemah itu Dev."
setelah berpikir lama dan mencerna semua perkataan Adriana Devano akhirnya menyetujui Adriana.
"tolong jangan pernah pergi dari hidupku." Devan memeluk Adriana erat dan Adriana pun membalasnya.
"Dea."panggil Gilang membuka suara.
"jangan pernah berpikir aku akan memaafkan mu."ketus Adriana.
"ak...."
"kamu tahu mereka adalah keluarga ku, kalian berdua tidak hanya menyakiti fisik mereka tapi hati juga."
"Kanya mungkin memang harus memaafkan Devano karena ada alasan tapi aku tidak bisa."Dea ingin pergi dari ruangan itu namun kata-kata jidan menghentikan nya.
"Dea kemari."
Dea diam di tempat menundukkan kepalanya menahan tangis.
"apa aku harus mengulang kata-kata ku Dea?"tanya jidan.
akhirnya Dea menghampiri jidan.
"kami baik-baik saja,jadi maafkan dia."jidan memegang tangan Dea.
"tap...."
"maafkan atau kamu tidak kami ijinkan bertemu dengannya selamanya." kata Agus memotong perkataan Dea.
"terserah tidak bertemu ya tidak bertemu toh walaupun aku memaafkannya kami tidak akan mungkin bersama kan." Dea pergi dari ruangan tersebut.
"kejar."Devano menyuruh Gilang mengejar Dea.
"aku sudah dua kali ini melihat orang bodoh karena cinta aku harap tidak lagi."keluh Jimi.
"jika kamu sudah menemukan orang yang sangat kamu cintai kamu akan bodoh juga."ujar Devano.
"enak saja, aku bukan kamu." kata Jimi tidak terima.
Adriana berlari ke kamar mandi karena merasa mual orang-orang yang ada di sana langsung menatap nya dan Devano langsung pergi menyusul Adriana.
hoeek...Hoek..
Adriana benar-benar merasa mual kepalanya juga sedikit pusing.
"apa kamu baik-baik saja?"tanya Devano khawatir.
"aku baik-baik saja, kata dokter ini biasa terjadi pada kehamilan trimester pertama." Adriana membasuh mulutnya.
"apa katanya? biasa? bagaimana mungkin aku harus bertemu dengan dokter yang mengatakan hal konyol pada mu itu."ujar Devano.
"Dev tenangkan dirimu ingat kamu sudah berjanji pada ku." Adriana menggelengkan kepalanya melihat sifat Devano kembali lagi.
"kamu mual honey pasti ada yang salah."
"ini sudah biasa terjadi Dev." akhirnya Adriana keluar lalu duduk di sofa.
"kamu kenapa?"tanya Agus.
"aku mual."
"kamu harus istirahat jangan terlalu lelah." kata Jidan.
"honey apa kamu yakin ini gejala biasa orang hamil?"tanya Devano memastikan sekali lagi membuat semua orang di sana menggelengkan kepalanya.
"iya deeev."
"haah sudah ku bilang hamil akan menyakitkan untuk mu."
"Dev aku tidak mau karena ini kamu membenci anak kita."ancam Adriana.
"aku tidak bisa berjanji untuk itu,tapi selama dia tidak menyakiti mu tidak masalah untuk ku."
"waaaah lihat lah Anya suami gila mu ini benar-benar harus di periksa mungkin dia memiliki gangguan pada otaknya."kata Jimi sedangkan Adriana hanya menggelengkan kepalanya.
"aku tahu kamu tidak akan bisa membencinya."ujar Adriana pada Devano.
"yaa."
"honey aku mungkin bisa hidup tanpa dia tapi tidak tanpa mu."Devano awalnya memegang perut Adriana yang masih rata lalu memegang wajah Adriana dengan kedua tangan nya.
"di jual tiket ke Pluto GRATISSS." kata Jimi dengan suara keras membuat semua orang tertawa.
"jangan seperti itu aku tahu kak Jimi sedang dekat dengan satu aktris."ujar Adriana.
"apanya yang dekat,aku ingin sekali membunuhnya dia hanya parasit."kata Jimi mengubah ekspresi nya menjadi kesal.
"bunuh ya bunuh saja."kata Agus enteng.
"aku bukan kamu."ketus jimi.
"lemah."ejek Agus.
"kak Jidan lihat kelakuan adik kutub mu itu."adu Jimi.
"pengadu."ejek Agus sekali lagi.
"ah iya aku lupa."kata Adriana membuat semua orang menatap nya.
"aku masih harus menyelesaikan permainan ku."
"Anya kamu sedang hamil jangan macam-macam."kata Tirta.
"anak ku sangat ingin."
"jangan membuat alasan bodoh." ujar Tirta.
"Dev ayo temani aku, dia pasti sedang menunggu ku."Adriana menarik tangan Devano pergi dari ruangan tersebut.
"cih pd sekali, padahal kehadiran nya tidak di harapkan sama sekali oleh boy." kata Jimi.
"haah dia masih Anya yang sama."Tirta menghembuskan nafasnya kasar.
"kenapa menghalangi nya jika sudah tahu akhirnya?"tanya Jordi membuka suara.
"aku hanya khawatir bayi nya."
"dia pergi bersama Devano, jangan terlalu di pikirkan."Agus memperbaiki posisi nya dan tidur.
sedangkan di tempat lain Maxim tengah mempersiapkan segala sesuatu yang di butuhkan Adriana.
"waktu mu tidak banyak tuan boy sayang sekali." Maxim melihat boy yang tengah terduduk dan di rantai dengan beberapa luka lebam di badan nya.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen Adriana gak?
ini season 2 dari Adriana ☺️
btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺
sayang kalian banyak-banyak 😘
TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA !!!!
anak² ku di sana butuh kalian🥺
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
jangan lupa bintang lima nya ya🤭
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁
sampai jumpa di up selanjutnya 😉