
setelah kepergian Jimi dari depan kelas Dea, dosen pun langsung datang dan kelas di mulai.
awalnya kelas Dea berjalan lancar tapi dosen tersebut memanggil Dea dan menyuruhnya menjelaskan ulang materi yang di berikan tadi.
"Dea kamu ulang penjelasan saya tadi."kata dosen tersebut.
Dea tidak menjawab,dia langsung maju ke depan dan akan mulai menjelaskan ulang apa yang dosen tadi jelaskan.
"kamu tidak sopan sekali sama saya."kata dosen tersebut yang membuat Dea mengernyitkan alisnya.
"tidak sopan?"kata Dea.
"saya menyuruh mu menjelaskan tidak menyuruh mu maju ke depan."kata dosen tersebut.
"saya tidak mungkin menjelaskan dari meja saya."jawab Dea.
"tapi saya mau kamu menjelaskan dari sana."kata dos tersebut.
"ok."kata Dea pergi ke mejanya kembali dan mulai menjelaskan namun dosen tersebut benar-benar membuat Dea kesal, dia terus saja memotong penjelasan Dea dengan kata-kata yang tidak ada sangkut pautnya dengan materi.
"maaf Bu saya sedang menjelaskan jadi tolong jangan memotong penjelasan saya."kata Dea yang membuat dosen tersebut marah.
"kamu sangat tidak sopan ya sama saya."kata dosen tersebut marah.
"ibu jika ada masalah dengan saya tidak perlu membawanya hingga ke kelas."kata Dea datar.
"lancang kamu ya,saya tidak mau kamu mengikuti jam pelajaran saya lagi."kata dosen tersebut.
"baguslah saya tidak usah repot-repot untuk belajar dan melihat wajah ibu."kata Dea ingin pergi.
"kurang ajar sekali kamu."kata dosen tersebut.
"saya kurang ajar hanya dengan ibu."kata Dea.
"saya akan melaporkan kamu pada rektor."ancam dosen tersebut.
"silahkan."kata Dea enteng berniat keluar dari kelas namun dosen itu dengan tidak terduga menampar Dea dan membuat semua mahasiswa dan mahasiswi yang ada di dalam kelas kaget.
"anda akan membayar tamparan ini."kata Dea pergi.
namun belum sempat Dea keluar dari pintu Jimi sudah masuk ke kelas tersebut dan menampar dosen itu.
lagi-lagi mahasiswa dan mahasiswi kaget dan mulai berbisik satu sama lain, beberapa mahasiswa yang sedang lewat pun mulai menonton.
"itu balasan karena telah menampar dia."kata Jimi.
"siapa kamu? kamu tidak berhak ikut campur, jalang ini sudah berani kurang ajar sama saya."kata dosen tersebut tidak tahu malu padahal jelas-jelas dia yang memulai terlebih dahulu.
Jimi menampar dosen itu sekali lagi.
"itu karena kamu menghinanya."kata Jimi.
"saya akan melaporkan kamu ke polisi."kata dosen tersebut.
rektor dan para dosen yang lain datang karena mendapatkan laporan dari mahasiswa.
"hahahaha silahkan saya tunggu."kata Jimi menarik kursi dan duduk dengan santai.
dosen itu menelpon polisi.
"hallo selamat pagi."kata dosen tersebut.
"iya selamat pagi ada yang bisa saya bantu?"tanya polisi tersebut dari sebrang sana.
"saya ingin melaporkan bahwa saya sedang di pukuli oleh laki-laki yang tidak saya kenal."kata dosen tersebut.
"baik ibu,bisa beri tahu kami posisi ibu sekarang di mana?"tanya polisi tersebut.
"saya berada di kampus K university."kata dosen tersebut.
"baik, rekan kami akan kesana sekarang juga."kata polisi dan telpon pun terputus.
"ada apa ini?"tanya rektor tersebut.
"ini karena dia sudah kurang ajar sama saya."kata dosen tersebut menunjuk Dea.
"dan laki-laki ini datang membelanya dan menampar saya."kata dosen tersebut.
"Dea kenapa kamu kurang ajar pada dosen cepat minta maaf sebelum polisi benar-benar datang kesini."kata rektor.
Jimi bangun dan mendekati Dea.
"jangan pernah meninggikan suara anda sedikit pun pada adik saya."kata Jimi menatap rektor tersebut tajam.
"silahkan panggil polisi sebanyak mungkin saya tidak takut, bahkan jika saya mau,saya bisa meratakan kampus ini menjadi debu."kata Jimi.
"hahahaha hayalan mu terlalu tinggi,kamu tidak bisa menyentuh kampus ini karena kampus ini milik keluarga Kusuma."kata Gabriella yang datang entah dari mana.
"hahahaha baby apa dia lalat nya?"tanya Jimi pada Dea.
"yaa begitulah."kata Dea.
"apa kamu bilang aku lalat?kurang ajar."kata Gabriella ingin memukul Dea namun dengan cepat Jimi menahan nya.
"sudah saya katakan jangan pernah menyentuh nya sedikit pun."kata Jimi menatap Gabriella tajam.
tiba-tiba polisi datang dan menodongkan senjata pada Jimi karena polisi melihat Jimi memegang tangan Gabriella.
"pak polisi,dia... dia orang nya."kata dosen yang membuat masalah dengan Dea.
"lepaskan tangan anda jika tidak ingin saya tembak."kata polisi tersebut.
"waaaah aku takut.....hahahhahahah."kata Jimi berpura-pura takut lalu kemudian tertawa.
semua orang yang sedang menonton heran dan beranggapan bahwa Jimi orang gila.
Dea langsung melihat Jimi dan menatap nya heran.
"kak apa yang kamu lakukan?"tanya Dea karena menurutnya kakaknya yang satu ini sangat konyol.
tapi itu berhasil membuat polisi menurunkan pistol karena melihat gelang yang di gunakan Jimi.
semua orang juga bisa melihat gelang tersebut.
"kenapa tidak jadi?"kata Jimi.
"padahal aku sangat ingin melihat kehebohan yang akan di lakukan saudara-saudara ku setelah kalian menembak ku."kata Jimi bergumam memasang wajah sedih.
"maaf tuan muda Jimi kami tidak mengenali anda."kata salah satu polisi mewakili rekannya.
"seharusnya kalian tidak mengenali saya agar saya bisa menunjukkan bakat menembak saya pada dosen gila ini dan sepesiesnya."kata Jimi.
"baiklah ini tidak seru,saya ingin dosen ini di pecat."kata Jimi enteng.
"apa? tidak bisa kamu tidak bisa memutuskan aku di pecat atau tidak."kata dosen tersebut tidak terima.
"benarkah? tapi kita lihat calon adik ipar ku mungkin bisa."kata Jimi mengambil ponselnya dan menekan nomor Devano lalu menelepon nya.
"hallo Dev."sapa Jimi.
"hallo kakak ipar."kata Devano yang membuat semua orang tercengang karena baru pertama mendengar suara Devano dengan nada seperti itu.
(itu baru sama Jimi guys kalian belum dengar kalo lagi sama Adriana 😌 Devano tak semenyeramkan yang kalian pikir🙃.)
"aku ingin kamu memecat dosen tidak tahu diri."kata Jimi.
"dosen? pecat ya pecat saja,tapi apa ada masalah?"tanya Devano.
"kak apa kamu sedang bermain?"kata Adriana yang kini bersuara.
"ya aku sedang bermain tapi ini sangat membosankan."kata Jimi.
"permainan apa?"tanya Adriana.
"lalat yang hinggap pada Dea."kata Jimi.
"kak biarkan Dea menjalankan permainan ini sendiri dulu."kata Adriana memperingati Jimi.
"tapi ada lalat itu mengundang lalat lain dan membuat Dea sakit."kata Jimi.
"Dea kenapa?"tanya Adriana dengan suara yang sudah mulai berubah.
"aku baik-baik saja."kata Dea yang kini menjawab Adriana sebelum semuanya benar-benar kacau.
"Dea kamu tahu aku seperti apa kan jika tidak mau aku turun tangan maka balas mereka sendiri jika dia menampar mu maka tampar dia seratus kali lipat,jika dia menembak mu maka tembak dia hingga mati."kata Adriana.
"iya aku tahu."kata Dea.
Adriana mematikan telfon dengan cara sepihak.
"anda dengar kan? see anda di pecat dan saya pastikan anda tidak bisa bekerja dimanapun."kata Jimi.
"aku mohon maafkan aku, jangan pecat aku,aku hanya di suruh oleh Gabriella."kata dosen tersebut berlutut di kaki Jimi.
"itu salah salah anda."kata Jimi tidak peduli dan mengajak Dea pergi.
"tunggu kak."kata Dea berhenti dan mendekati Gabriella.
"setelah ini ada kejutan spesial untuk mu."kata Dea tersenyum devil dan pergi dari kelas tersebut bersama Jimi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen author gak?
author up lagi niih ☺️
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR🙏
sampai jumpa di up selanjutnya 😉
annyeong👋