ADRIANA

ADRIANA
part 9



Mereka terus saja menunggu sampai akhirnya dokter keluar, Netta langsung menghampiri dokter tersebut.


"bagaimana keadaan suami saya dok?" tanya Netta


"ooh iya nyonya mari keruangan saya, saya akan menjelaskan disana."


dokter tersebut berjalan kedalam ruangan nya di ikuti netta.


"jadi bagaimana dok? suami saya baik-baik saja kan?" tanya netta terlihat raut panik di wajahnya.


"tenang nyonya, suami nyonya mengalami hipertensi, ini biasa terjadi pada lansia. semakin bertambahnya usia,tekanan darah semakin meningkat dan ini merupakan proses alami dalam tubuh. penyakit hipertensi ini juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit lain seperti penyakit jantung dan stroke. sebelum terjadi kemungkinan yang tidak diinginkan sebaiknya tuan Adijaya mengurangi asupan garam, menghindari stress, mengontrol berat badan dengan berolahraga secara teratur." jelas dokter tersebut panjang lebar.


dapat terlihat raut wajah netta mulai lega dengan penjelasan dokter tersebut, ya netta memang pemarah dan pilih kasih kepada Adriana namun dia sangat mencintai suaminya.


"tapi suami saya tidak apa-apa kan dok?" tanya netta sekali lagi.


" iya suami nyonya tidak apa-apa, untung saja cepat dibawa kesini, hanya saja saat ini suami ibu belum siuman dan saya sarankan dirawat inap dulu." kata dokter


" iya dok." jawab netta


"baik lah segera urus surat rawat inap dan biaya nya di bagian administrasi." kata dokter


"baik dok saya permisi." jawab netta keluar dari ruangan dokter tersebut dan berjalan ke ruang rawat suaminya,


sesampainya di depan ruang rawat tersebut netta meminta Surya kebagian administrasi untuk mengurus surat rawat inap dan biaya rumah sakit. Surya yang mendengar nya langsung pergi kebagian administrasi.


sedangkan Renata, Netta, Andinia,dan Adriana duduk.


tidak ada yang membuka suara mereka hanya hening dan bergulat dengan pikiran mereka masing-masing.


tak berapa lama Surya datang setelah selesai mengurus administrasi.


"sebaiknya ibu pulang istirahat biar Surya dan Renata yang menjaga papa." kata Surya kepada netta.


"tidak sebaiknya nenek,papa,mama,dan Andinia pulang istirahat,biar Adriana yang menjaga." kata Adriana.


"dasar cari muka."batin Andinia.


"lagi pula kalian pasti lelah setelah beraktivitas seharian hari ini." kata Adriana lagi.


"baik lah kamu harus menjaga kakek mu dengan benar kali ini, jika sesuatu terjadi padanya kamu bukan lagi bagian dari keluarga ini." kata Netta berdiri dan berjalan pulang diikuti dengan Renata, Surya,dan Andinia.


setelah semuanya pulang Adriana masuk keruangan kakeknya dan duduk di tepi ranjang.


"kek kakek kenapa bisa begini? Adriana khawatir, cuma kakek yang sayang sama Adriana di dunia ini." kata Adriana menangis.


"kamu menangis cantik?" tanya Adijaya memegang kepala Adriana.


"syukurlah kakek sudah sadar." kata Adriana menghapus air mata nya.


"dasar bodoh. kamu pikir kakek mu ini akan mati?" tanya Adijaya tertawa untuk menghilangkan kekhawatiran sang cucu.


"sudahlah kakek tidak apa-apa, apa cucu kakek yang cantik,dan bodoh ini sudah menyelesaikan skripsi nya?" tanya Adijaya.


"sudah kek, kakek tenang saja besok pagi Adriana akan sidang."kata Adriana.


"baik lah, kakek tenang kalau begitu, apa cucu kakek sudah makan?"


"belum kek."


"segeralah pergi makan sebelum kamu menggantikan kakek tidur ditempat ini."


"siap kek Adriana pergi cari makan dulu,mmm tapi kakek tidak apa-apa kan jika aku tinggal?"


"ck, dasar apa kamu pikir kakek mu ini bayi?"


"hahaha.. baik lah kek Adriana pergi dulu, kakek istirahat saja." kata Adriana keluar dari ruangan tersebut.


.


.


.


.


.


.


.


.


hai readers 👋


siapa nih yang masih sabar nunggu "ADRIANA" up??


ada kah??


semoga ada ya🤗


yuk untuk mendukung author semangat lagi mencari ide² gila buat novel ini


readers bisa like,komen,dan tambah menjadi favorit kalian.


*sampai jumpa di up selanjutnya ☺️


annyeong 👋*