
hari berganti setelah menyelesaikan semua masalah yang terjadi pada proyek yang sedang di kerjakan nya Devano sedikit mempunyai waktu senggang.
dia menelepon Adriana karena rasa khawatir dan tentu saja rindu.
setelah lima panggil tidak terjawab akhirnya Adriana menjawab panggilan ke enam.
"hal..."
"honey kamu kemana saja? are you ok? apa kamu masih merasa mual? apa mama menjaga mu dengan baik? seharusnya kamu mengangkat nya dari tadi." Devano memotong perkataan Adriana.
"hey dev tenang, aku tidak apa-apa,aku juga sudah tidak terlalu merasa mual, mama menjaga ku dengan sangat baik dan ya kamu tahu papa membelikan ku helikopter yang ada di drama waktu itu ku tonton." Adriana menenangkan Devano dan setelah menceritakan Alvano membelikannya helikopter dia sangat antusias.
"apa? apa kamu menginginkan helikopter itu? kenapa tidak bilang pada ku aku masih mampu membelikan mu helikopter bahkan bukan hanya satu." Devano sedikit kesal.
"aku tidak meminta papa membelikan ku tapi dia yang mau." Adriana memanyunkan bibir nya meski Devano tidak melihat nya.
"aish laki-laki tua itu tidak mau kalah dari ku pasti dia sudah tahu jika aku membelikan mu saham KFC." gerutu Devano.
"Dev jangan seperti itu dia papa mertua ku."
"kenapa kamu protes aku yang anak nya biasa saja."
"ah sudahlah kapan kamu akan pulang?"tanya Adriana padahal dia jadi ga sedang berada di negara B.
"aku ingin pulang sekarang juga tapi belum bisa karena aku harus memastikan tikus-tikus ini bekerja dengan baik karena setelah semua nya selesai aku akan membantu mereka menatap dunia dengan warna yang berbeda."
"Dev kamu sangat lambat."ejek Adriana.
"aku tidak seperti mu,aku akan memberikan mereka kebahagiaan terlebih dahulu lalu perlahan-lahan memberikan mereka rasa yang tidak pernah mereka bayangkan dan hilang."
"apa aku saja yang turun tangan? aku tidak bisa tidur tanpa mu kamu tahu."
"haaah come on honey aku juga seperti mu dan mungkin lebih, bisakah kamu mengganti nya menjadi panggilan video?"
"tidak ini adalah hukuman untuk mu karena meninggalkan ku." ketus Adriana.
"ayo lah ho..."
"tuan."panggil Riza.
Devano menatap Riza dingin.
"apa kamu tidak membutuhkan tangan mu lagi?" tanya Devano.
"maaf tuan saya sudah mengetuk pintu tapi mungkin anda tidak mendengar nya."
"hmm ada apa?"tanya Devano.
"tuan farm sedang ada di lokasi pembangunan dia ingin bertemu dengan Anda."
"apa itu penting sekarang Riza." Devano menekan suara nya.
"sebenarnya tidak penting untuk bertemu namun bahan baku yang kita butuhkan sudah datang tapi sepertinya ada beberapa yang tidak jera dan mencoba menggelapkan uang bahan baku karena setelah saya cek bahan bakunya masih tetap sama." jelas Riza.
"Randi kamu masih ingin bermain dengan ku ternyata."kesal Devano sedangkan Adriana hanya mendengarkan di sebrang sana
"honey aku akan memburu tikus lagi,aku matikan ya."
"hmm"
setelah memutus sambungan telepon dari Adriana Devano langsung menghubungi elang.
"Lang apa kamu sudah sampai negara B?"tanya Devano.
"sudah tuan saya baru sampai."
"segera cari orang yang ku kirimkan fotonya pada mu itu, bawa dia ke markas kita."
"markas mana tuan?"tanya elang membuat Devano sedikit emosi.
"Lang apa otak mu tidak bisa berfungsi lagi? ikan kesayangan milik istri ku sangka suka otak."
"maaf tuan saya akan melakukan nya sekarang."
Devano memutuskan sambungan telepon nya lalu beralih menatap Riza yang sedang menahan tawanya.
"haaah kenapa hari ini semua orang membuat ku kesal."
"ayo kita temui farm aku ingin lihat apa yang akan dia lakukan." Devano pergi di ikuti Riza.
sedangkan sekarang Adriana tengah santai melihat pemandangan bersama Sintia dan Alvano.
"ada apa sayang?apa kamu bosan?" tanya Sintia yang sedang mengupas buah apel untuk Adriana.
"ya sedikit."
"apa kamu mau kita pergi jalan-jalan ke mall?"
"tidak ke mall bagaimana jika ke pantai?"tanya Adriana.
"apa kamu ingin ke sana?"tanya Alvano.
melihat antusias menantunya itu membuat Alvano dan Sintia saling tatap.
"hmm baiklah ayo kita pergi ke pantai." Alvano berdiri.
"ayo pa, pasti akan sangat menyenangkan."Adriana berjalan cepat.
"sayang hati-hati ingat kamu sedang hamil."tegur Sintia sedangkan Adriana hanya tersenyum.
di perjalanan semua hanya hening dan Adriana mengirim pesan pada Handry.
"Hand aku mau kamu mengikuti dan mengawasi gerak-gerik wanita yang ada di foto ini." Adriana mengirimkan Handry foto Rindi.
"siap nona."
"jangan main-main dengan ku Rindi karena permainan ku berbeda, kamu sengaja menahan Devano di sini agar dia bisa jauh dari ku lalu kamu bisa mendekati nya bukan? karena prinsip ku milikku akan selalu menjadi milikku,akan ku beri tahu permainan menyenangkan untuk mu."
"sayang kita sudah sampai."ucap Sintia membuat Adriana tersadar dari lamunannya.
setelah sampai di pantai Adriana melihat sekeliling lalu merasa sangat heran karena tidak ada siapa-siapa kecuali mereka bertiga.
"pa,ma apa pantai ini di larang untuk di kunjungi?"tanya Adriana.
"hmm tidak."jawab Sintia.
"kenapa sepi sekali?"tanya Adriana lagi.
"kamu tahu persis ini kerjaan siapa." Sintia melihat suaminya.
"pa apa mama benar?"
"kenapa? papa hanya ingin kamu berenang dengan tenang."
"haaah papa seharusnya tidak melakukannya."
"sudahlah kamu pergi ganti pakaian mu lalu berenang sepuas dan senyaman mu."ucap Alvano duduk di kursi yang tersedia di sana.
"sekarang aku tahu sifat Devano kenapa seperti itu."ucap Adriana dalam hati sebelum pergi mengganti pakaian nya.
di tempat lain sekarang Devano dan fram tengah berbincang sedangkan Riza sibuk menangani masalah penanggung jawab yang tiba-tiba hilang, Riza mengganti nya dengan yang baru tentu saja pengganti nya adalah anggota Dragon yang memang sangat ahli dalam bidang ini.
"maaf tuan Devano karena masalah ini Anda sampai harus datang ke mari dan menyelesaikan nya." ucap farm.
"tentu saja aku harus karena anak mu sangat bodoh dan tidak bisa di andalkan."sarkas Devano.
"sekali lagi saya minta maaf tuan,ah begini saja bagaimana kalau malam ini saya mengundang anda makan malam di rumah saya sebagai permintaan maaf." ucap farm.
"apa kamu lihat aku sedang senggang? karena anak mu yang bodoh dan tidak becus membuat ku sibuk dan tidak bisa menikmati liburan ku." Devano menatap farm dingin.
"saya benar-benar minta maaf, iya saya dengar anda akan libur satu tahun dan perusahaan anda serahkan kepada Asisten anda maaf atas masalah ini."
"sudahlah."
"tapi tuan anda juga harus makan dan menjaga kesehatan anda walaupun sedang sibuk, bagaimana pun saya mengundang anda untuk makan malam di rumah saya, saya dan keluarga saya akan menunggu anda.
"hmm baiklah."
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen Adriana gak?
ini season 2 dari Adriana ☺️
btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺
sayang kalian banyak-banyak 😘
TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA !!!!
anak² ku di sana butuh kalian🥺
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
jangan lupa bintang lima nya ya🤭
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁