
sesampainya di luar bar Adriana melepaskan genggaman Devano dan berhenti berjalan.
"aku bisa sendiri."kata Adriana.
"oh ok."kata Devano melepas kan dirinya pada Adriana.
Adriana ingin pergi namun langkahnya ditahan oleh Devano.
"kamu mau kemana?"kata Devano.
"bukan urusan mu."jawab Adriana.
"hahaha begini kah caramu berterimakasih?"kata Devano.
"yayayaya terimakasih."kata Adriana.
"wah ternyata kamu memang wanita yang tidak tahu berterima kasih."kata Devano.
"apa sih mau mu?"tanya Adriana yang mulai kesal.
"aku mau kamu makan siang besok dengan ku."kata Devano berbisik di telinga Adriana.
"apa kamu memang pria seperti ini?waah dasar pria mesum."kata Adriana menjauh dari Devano.
"apa katamu."kata Devano tidak terima.
"aku sibuk dan tidak bisa makan siang dengan mu."kata Adriana jelas membuat Gilang tertawa.
Devano melihat reaksi Gilang kesal.
"kamu harus mengembalikan jas ku dan aku mau besok jas itu sudah ada di tangan ku."kata Devano tidak kehabisan akal.
"apa? kurasa kamu cukup kaya untuk membeli jas lagi."kata Adriana benar-benar sudah kesal.
"itu jas ku suka-suka aku lah."kata Devano tersenyum licik.
"ini kartu nama dan alamat kantor ku kamu bisa menemui ku disana."kata Devano memberikan kartu namanya dan pergi setelah Adriana mengambil nya.
"aissssh sial."kata Adriana.
sedangkan saat ini di mansion AZ keadaan nya benar-benar kacau karena Adriana tidak ada dirumah dan nomor ponselnya tidak bisa dihubungi.
semua orang mengira jika saat ini Adriana melakukan hal yang tidak-tidak karena suasana hatinya yang sedang kacau.
"aissh sial aku harus mencari Anya sekarang."kata Agus sudah panik dari tadi semenjak mereka tahu jika Anya tidak ada.
"tenanglah Gus kita coba hubungi dia dulu."kata Jordi mencoba menenangkan Agus.
"kamu menyuruh ku tenang?"bentak Agus ingin memukul Jordi.
"Agus tenanglah kita bisa mencarinya bersama-sama."kata Triyas yang tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya.
"jika Anya kenapa-kenapa aku sendiri yang akan membunuh gadis sialan itu bersama keluarganya."kata Agus.
sudahlah sekarang kita cari Anya sama-sama."kata Tirta.
namun sebelum mereka membuka pintu Adriana terlebih dahulu membuka pintu.
"Anya."teriak Agus,Tirta, Jidan, Jordi, Jimi, triyas,dan Dea bersama.
"apa kau baik-baik saja? apa tidak ada yang luka? kenapa kau berantakan seperti ini? siapa yang melakukan nya?" tanya Agus bertubi-tubi membuat semua orang menghelai nafas.
"Agus biarkan Adriana masuk dan duduk dulu apa kamu tidak melihat penampilan nya sekarang."kata Triyas memarahi Agus.
"iya ayo masuk."kata Agus membawa Adriana masuk dan duduk di ruang keluarga.
"sekarang jawab apa yang sebenarnya terjadi."kata Agus sekali lagi membuat semua orang menghembuskan nafas kasar.
"aku hanya ingin mencari udara segar dan sialnya aku bertemu beberapa sampah."kata Adriana menjelaskan.
"kenapa penampilan mu berantakan seperti ini?"kali ini Jimi yang bertanya bukan Agus.
"yaa mereka menunggu aku lengah dan merobek bajuku."kata Adriana.
"apa? siapa bedebah sialan itu?" tanya Jidan yang kini benar-benar marah.
"apa?kenay kau sampai bertemu dengannya?"tanya Dea.
"ya aku hanya ingin minum sedikit jadi aku ke bar."kata Adriana
"ke bar? Anya aku tidak pernah marah kamu mau pergi kemanapun, bertingkah semaumu,atau kamu membuat keributan di manapun aku atau paman triyas dan yang lain tidak pernah marah dan melarang mu tapi ini bar."kata Tirta yang kini marah besar.
"aku hanya..."kata Adriana terhenti.
"Anya aku tidak akan marah apapun yang mau kamu lakukan seperti apa yang di katakan Tirta tapi kakek mu sudah menitipkan mu pada ku,disana berbahaya mau sekuat apapun kamu tapi kamu perempuan."kata Triyas.
"maaf paman dan semua."kata Adriana tertunduk.
Adriana bukan takut hanya saja baru kali ini ada orang yang mengkhawatirkan dia sampai seperti ini. bahkan nenek,papa dan mamanya tidak pernah mereka hanya mengkhawatirkan Andinia saja.
dalam tundukkan nya Adriana menangis dan didengar oleh semua orang.
"kenapa kamu menangis?"tanya Agus kini lembut.
"ak...ak...aku hanya merasa beruntung bisa bertemu orang-orang seperti kalian hiks..hiks."kata Adriana
mendengar jawaban Adriana membuat semua orang merasa tersentuh.
"Anya sekarang kami keluarga mu,bukan kah kamu selalu mengajarkan aku menjadi orang kuat? kamu tidak salah Anya hanya saja aku,paman triyas,kak Jidan,kak, Tirta,kak Jordi,kak Agus,dan kak Jimi sangat mengkhawatirkan mu."kata Dea berjongkok dan memeluk Adriana.
"sekuat apapun kamu di mata orang-orang di luar sana tapi Dimata kami kamu Adriana yang butuh menjatuhkan air matamu."kata Jimi.
"tidak semua harus di telan bulat-bulat Anya."kata Jordi.
"jika kamu butuh kami atau butuh menangis kamu bisa menangis di bahu kami."kata Jidan.
"sepahit apapun masa lalu mu dan seburuk apapun masa lalu mu ingat satu hal sekarang kamu punya kami dan kamu ingat ini kami tidak akan menghalangi balas dendam mu karena kami juga ingin balas dendam tapi tolong jaga dirimu seperti apa yang selalu kamu bilang pada kami."kata Agus.
"sudahlah sebaiknya Adriana kamu istirahat makan malam mu nanti biar paman suruh pelayan yang antar dan buat kalian."kata Triyas melihat Dea,Jimi,Agus,Jidan,Jordi,dan Tirta.
"biarkan Adriana istirahat, kalian juga harus makan malam dan istirahat ingat besok Jidan dan Tirta kalian akan sibuk di kantor,Agus,jordi dan Jimi kalian juga sibuk memperbanyak anggota,dan Dea kamu besok kuliah."kata Triyas membuat semua orang pergi ke tujuan mereka masing-masing.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers ๐
Ada yang kangen author gak?
author up lagi niih โบ๏ธ
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR๐
sampai jumpa di up selanjutnya ๐
annyeong ๐