
pagi hari pun tiba semua orang mulai menjalankan aktivitas masing-masing tak terkecuali keluarga AZ.
saat ini di ruang makan semua orang sudah memulai sarapan dari lima menit yang lalu dengan hening. tak ada yang bersuara sedikit pun sampai acara sarapan berhenti.
Tirta dan Jidan sudah berangkat kekantor,Dea sudah berangkat ke kampus, Jordi, Agus dan Jimi melatih anggota redfox, triyas masuk kekamar sedangkan saat ini Adriana tengah sendiri di ruang rahasia milik nya.
Adriana mulai mencari tahu semua tentang Devano beserta keluarga Kusuma,bagi semua orang mencari informasi tentang Devano dan keluarga Kusuma sangat tidak mungkin namun lain halnya dengan Adriana. dia bisa mendapatkan semua informasi yang dia inginkan.
Adriana mulai membaca setiap informasi yang dia dapat secara detail tanpa terlewat sedikit pun.
"ternyata dia ketua dari Balck wolf."kata Adriana.
"waah ku pikir dia benar-benar pria playboy tapi jalang-jalang itu yang mendekati nya meski sudah di tolak." kata Adriana sekali lagi bergumam.
"aishh demi uang dan sebuah kekuasaan jalang-jalang ini merelakan harga dirinya sangat memprihatinkan."kata Adriana lagi melihat beberapa skandal Devano yang sudah di takedown.
setelah membaca semua informasi tentang Devano dan keluarga Kusuma Adriana menutup laptopnya dan bersandar di kursi sambil memejamkan matanya.
tapi ponsel nya berbunyi, Adriana mendapatkan panggilan dari Tirta.
"hallo Anya."sapa Tirta.
"ada apa kak?"tanya Adriana.
"ada yang coba menyabotase perangkat yang sekarang kita kembangkan."kata Tirta panik.
"waah seperti nya ada yang ingin bermain-main dengan ku."kata Adriana.
"bagaimana ini? kita sudah tidak punya banyak waktu lagi jika harus memulai nya dari awal."kata Tirta panik.
"tenang lah kak, tunggu sekitar 20 menit aku akan menyelesaikan semuanya."kata Adriana.
"apa kamu yakin?"tanya Tirta
"yakin.kali ini perusahaan kita yang akan menang lagi."kata Adriana.
Adriana mulai memainkan jari nya di atas laptop dan kurang dari 20 menit semua sudah selesai.
"kak apa sekarang giliran perusahaan kita?"tanya Adriana.
"iya."jawab Tirta.
"mulai."kata Adriana memberikan instruksi pada Tirta dan ya benar di antara semua perangkat lunak yang di kembangkan beberapa perusahaan perangkat lunak dari AZ crop yang paling sempurna.
AZ crop sekali lagi menunjukkan kemampuan nya pada dunia bisnis dan sekarang nama AZ crop sedang trending topik nomor satu di internet negara A.
"bukan kah tuan Tirta dan tuan Jidan sangat hebat? AZ crop baru beberapa hari di resmikan dan kini sudah berkembang sangat pesat." netizen1
"bukan hanya perangkat lunak bahkan aplikasi-aplikasi yang di buat AZ crop tidak pernah mengecewakan."netizen2
"tapi aku dengan tuan Tirta dan tuan Jidan hanya sebagai wakil direktur dan direktur utama nya adalah adik dari tuan Tirta dan tuan Jidan sendiri."netizen3
"iya aku rasa AZ crop akan menjadi perusahaan yang paling disegani dan patut di pertimbangkan setelah Kusuma crop."netizen4
"apa kalian penasaran dengan wajah adik dari tuan Tirta dan tuan Jidan?"netizen5.
"aku rasa di wanita paling beruntung karena memiliki kakak-kakak yang benar-benar menjaga dan melindungi nya."netizen6
begitulah beberapa komentar netizen saat melihat berita trending topik nomor satu saat ini.
"kak Tirta,kak Jidan terima kasih karena sudah membantu ku sejauh ini."kata Adriana.
"kamu adik kami Anya apapun keinginan mu kami akan mendukung mu."jawab Tirta.
"ya sekali lagi makasih kak,aku matikan."kata Adriana mematikan telfonnya.
Adriana berjalan keluar dari ruang rahasia milik nya menuju kamar tempat Levin di rawat.
keadaan Levin saat ini sudah lebih baik dari kejadian yang menimpanya.
"Adriana."panggil Levin.
"hai."sapa Adriana duduk di kursi sebelah ranjang.
"apa kamu sudah lebih baik lagi?"tanya Adriana.
"ya aku sudah lebih baik, terimakasih telah menolong ku."kata Levin.
"bukan aku,tapi Agus."kata Adriana.
Levin terdiam tampak memikirkan sesuatu.
"hmm apa kamu kenal kak Agus?"tanya Levin.
"ya."jawab Adriana.
"apa kamu bisa mempertahankan aku dengan dia?"tanya Levin.
"untuk?"tanya Adriana.
"aku ingin meminta maaf.kesalahan ku begitu besar pada nya dan saudara-saudaranya."kata Levin benar-benar merasa bersalah.
"kamu tidak takut di bunuh? aku rasa kamu cukup tahu sikap kak agus."kata Adriana.
"tidak aku tidak takut lagi, bagaimana pun sikapnya nanti pada ku aku akan menerimanya setidaknya jika dia membunuh ku dan aku mati tidak ada rasa bersalah yang aku tinggalkan."kata Levin bersungguh sungguh.
"apa kamu tahu aku adalah adik dari kak Agus dan saudara-saudaranya.kamu tentu tahu jika sekarang kak Tirta dan kak Jidan adalah wakil direktur dari AZ crop,dan kamu pasti tahu siapa aku."kata Adriana.
"ka...ka..kamu adalah adik dari kak Agus,kak Jimi,kak Jordi,kak Tirta,kak Jidan berarti kamu adalah...."kata Levin terhenti.
"ap...ap..apa."kata Levin takut.
tak lama Agus dan Jordi masuk karena melihat Adriana masuk kekamar rawat Levin.
"Anya kenapa kamu kesini?"tanya Jordi.
"hanya menjenguk nya."jawab Adriana.
Levin melihat Agus dan Jordi cukup lama entah rasa takutnya tadi pada Adriana sedikit hilang.
"kak Agus kak jordi tolong maaf kan aku, akan benar-benar minta maaf."kata Levin bersungguh sungguh.
"aku terlalu bodoh mengikuti semua perangkat mama,aku tidak berani membantah nya,aku sangat butuh kasih sayangnya maaf kan aku yang merebut kebahagiaan kalian tapi aku benar-benar butuh kasih sayang mama ku."kata Levin menjelaskan semuanya dengan air mata yang mengalir.
Jordi mendekati Levin dan duduk di kursi yang Adriana dudukkan tadi.
"Levin aku memang membenci mu bahkan aku bertekad saat bertemu dengan mu dan mama mu orang yang pertama aku bunuh adalah kamu."kata Jordi terhenti.
"tapi setelah kejadian yang menimpa mu aku dan saudara ku yang lain tahu jika kamu tidak ingin berada di situasi seperti sekarang."kata Jordi.
"aku dan saudara-saudara ku sudah memaafkan mu tapi maaf kami harus memisahkan mu dengan mama mu."kata Jordi lagi.
mendengar kata-kata Jordi Levin semakin merasa bersalah seandainya dia menentang mamanya dia tidak akan merusak kebahagiaan orang sebaik Jordi dan saudara-saudara.
"ak..aku benar-benar minta maaf kak aku salah."kata Levin menangis.
"sudah lah kami sudah memaafkan mu sekarang kamu tinggal memilih jalan mu selanjutnya."kata Agus.
"bisakah aku ikut bersama kalian."kata Levin melihat Agus, Jordi dan Adriana.
"tidak."kata Adriana.
Levin menunduk dia tidak tahu setelah ini harus kemana.
"aku tidak suka melihat orang yang merubah kodrat nya."sambung Adriana.
"aku belum operasi."kata Levin langsung membantah Adriana.
Adriana hanya menatapnya.
"aku tidak bohong."kata Levin ingin menunjukkan juniornya pada Adriana namun di cegat Jordi sedangkan Agus menutup mata Adriana.
"Levin jika kamu mau hidup jangan macam-macam."kata Jordi dan Agus kompak.
Levin terdiam.
"jika kamu benar-benar belum operasi kamu bisa tinggal disini dan mulai lah berubah jika kamu melakukan kesalahan sedikit pun dan berbuat macam-macam aku akan membunuh mu."kata Adriana.
"terimakasih terimakasih kak."kata Levin.
Agus, Adriana dan Jordi melihat Levin menggelengkan kepala mereka.
"bagaimana bisa anak kecil sepeti dia di jadikan CEO perusahaan oleh wanita ular itu"gerutu Agus.
Levin hanya melihat Agus dengan wajah polos tanpa dosa.
"sudahlah sebaiknya kamu istirahat."kata Jordi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers ๐
Ada yang kangen author gak?
author up lagi niih โบ๏ธ
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR๐
sampai jumpa di up selanjutnya ๐
annyeong ๐