ADRIANA

ADRIANA
part 78



saat ini Annabelle dan Andinia berusaha melarikan diri dari tempat yang mereka sendiri tidak tahu.


namun semua hal yang mereka lakukan sia-sia karena rantai yang mengikat mereka terlalu kuat.


"ini semua gara-gara kamu Andinia."kata Annabelle menyalahkan Andinia.


andinia menatap Annabelle tajam ingin sekali dia membalas perkataan Annabelle namun tidak bisa.


"bahkan sekarang untuk membalas omongan ku pun kamu tidak bisa cih... dasar tidak berguna."kata Annabelle yang membuat Andinia benar-benar kesal.


andinia menatap Annabelle dengan sangat tajam dan mencekik Annabelle hingga tidak bisa melawan namun Gilang datang dan Andinia melepaskan Annabelle.


"Gilang...Gilang tolong aku... lepaskan aku dari sini...hiks...hiks.."kata Annabelle mencoba meminta bantuan dari Gilang.


"sayangnya aku kesini tidak untuk melepaskan mu."kata Gilang duduk di kursi yang biasa diduduki Devano saat menyiksa Annabelle dan Andinia.


"tolong lepaskan aku aku mohon Gilang...."kata Annabelle terus memohon pada Gilang.


"Annabelle, Annabelle bukan kah kamu tahu Devano? dia bahkan tidak pernah membiarkan mainannya lepas sebelum puas."kata Gilang santai.


"tap...tapi kamu sahabat nya kamu bisa meminta nya melepaskan ku."kata Annabelle.


"hahahaha lucu sekali,kamu tahu Annabelle aku sangat mendukung apapun yang di lakukan Devano apalagi masalah siksa menyiksa."kata Gilang.


"gilang aku mohon..."kata Annabelle tetap memohon.


"nikmati saja Annabelle ini balasan karena kamu telah kerja sama dengan ular ini untuk menghancurkan Adriana,kamu tahu Adriana adalah wanita pertama yang membuat Devano sampai segila ini, bahkan saat dia bersama teman mu dulu dia tidak pernah segila ini bukan? karena itu kamu tahu sendiri jawabannya."kata Gilang ingin pergi.


"kak Adriana benar-benar beruntung,apa sih yang istimewa dari dia? aku benar-benar muak melihat semua orang berpihak pada kak Adriana."gumam Andinia dalam hati.


"Gilang...Gilang..."teriak Annabelle mencoba menghentikan Gilang.


"oh iya video skandal mu benar-benar menjijikkan."kata Gilang sebelum benar-benar pergi.


yaa perbedaan terbesar antara Gilang dan Devano saat bermain adalah Devano sangat suka menyakiti fisik mainannya hingga berlumuran darah sedangkan Gilang sangat suka menyakiti batin mainannya karena menurutnya luka fisik gampang di sembuhkan namun luka batin bisa membuat mainan nya benar-benar menderita dan lebih memilih mati.


sedangkan saat ini di rumah sakit keluarga AZ sedang berkumpul meski sibuk sendiri-sendiri.


Tirta dan Jidan sibuk mengerjakan pekerjaan kantor,Jimi sibuk dengan kehebohan yang dia buat sendiri di internet tentang Annabelle,Jordi tengah sibuk memberikan tugas pada anggota redfox, triyas sibuk mengurus beberapa hal untuk Adriana,Dea sibuk mengerjakan tugas kuliah nya dan Agus sibuk memandang Adriana yang masih istirahat.


"apa kah masih sakit?"tanya Agus pada Adriana yang sedang tidur.


Adriana yang memang sudah bangun berminat mengerjai Agus.


"aduuuh."keluh Adriana yang berhasil membuat semua orang menghentikan kesibukan mereka dan menghampiri Adriana.


"Anya are you ok?"tanya semua secara bersamaan.


Adriana menatap semua orang dan tertawa.semua orang menatap Adriana heran.


"apa kamu mengerjai kami?"tanya Dea.


"hahahaha iyaaa maafkan aku."kata Adriana menghentikan tawanya karena dia merasa nyeri di bagian perut nya yang terluka.


"anyaaaaaaa."kata semua orang kesal.


"bukan kah aku sudah minta maaf?"tanya Adriana dengan wajah polos yang membuat semua orang gemas.


"kak"panggil Adriana yang membuat kelima kakaknya melihat nya.


"kenapa?apa ada yang sakit?"tanya Agus.


"aku baik-baik saja tapi bisakah kamu memberikan ponsel ku?"tanya Adriana.


"anyaaaa."kata Tirta.


"aku janji tidak akan lama."kata Adriana.


Agus,Jimi, Tirta, Jidan dan Jordi saling tatap dan Agus memberikan ponsel Adriana.


"terimakasih,kembalilah pada kerjaan kalian."kata Adriana yang membuat semua melakukan kesibukannya lagi.


Adriana menelepon Devano untuk menanyakan bagaimana keadaan Andinia.


belum sempat Adriana berbicara Devano sudah membentak karena Devano pikir yang menelepon nya adalah sekertaris nya.


"jika tidak ada yang penting jangan hubungi aku."bentak Devano masih setengah tidur.


"waaah ku pikir kamu mengkhawatirkan ku."kata Adriana yang membuat Devano terkejut dan refleks bangun dari tidurnya.


"honey,apa ini benar kamu?"tanya Devano.


"kamu pikir siapa?"tanya Adriana.


"apa kamu baik-baik saja?aku sangat mengutuk diri ku karena mengiyakan rencana mu."kata Devano.


"aku baik, bagaimana keadaan Andinia dan Annabelle?"tanya Adriana.


"bisakah tidak membicarakan mereka,aku bahkan sangat ingin membunuh nya sekarang."kata Devano kesal.


"Dev."kata Adriana.


"yayaya mereka baik,aku hanya bermain-main sebentar dengan mereka dan untuk Andinia aku membuat nya tidak bisa menghinamu lagi."kata Devano.


"hanya memotong lidahnya."Jawab Devano enteng.


"waaah kamu bilang itu hanya?"ledek Adriana.


"lupakan masalah mereka aku akan kesana sekarang."kata Devano.


"aku tidak menelepon mu untuk datang kesini."kata Adriana.


"dan aku menjawab telepon mu untuk datang kesitu."kata Devano.


"cih dasar keras kepala."kata Adriana.


"kita sama honey jika kamu lupa."kata Devano.


"yayaya aku selalu kalah jika berdebat dengan mu."kata Adriana mematikan telfonnya.


"seperti nya adik kita sedang berbahagia."kata Jimi meledek Adriana.


"ya aku rasa dia tidak membutuhkan ku lagi."kata Agus sedih.


Adriana yang mendapat ledekan dari Jimi dan melihat wajah Agus, menatap Jimi dengan tajam.


"kak jangan seperti itu."kata Adriana ingin turun dari ranjangnya dan menghampiri Agus namun lukanya terasa sakit.


melihat Adriana meringis membuat semua orang menatap Agus dan Jimi.


"yaak jangan seperti anak kecil,jika Anya kenapa-kenapa akan ku buang kalian ke kandang buaya."kata Jidan mengomel.


Agus menatap Jimi dengan tajam.


"kak bukan kah Jimi berteman dengan buaya? lebih baik kita lempar dia ke tengah laut kasihan banyak paus yang butuh makanan."kata jordi meledek Jimi.


"wah wah kak Jordi ucapan mu."kata Jimi.


"kak aku lapar."kata Dea menghentikan perdebatan kakak-kakak nya.


"uuuuh adik ku yang satu ini sedang lapar aku akan membelikan mu sekarang."kata Tirta bangkit dan pergi.


"kak kenapa tugas ku begitu sulit."keluh Dea pada semua kakak-kakak nya.


"jangan mengeluh kerjakan saja."kata Adriana.


"aku akan istirahat sebentar."kata Dea menutup laptopnya dan menghampiri Adriana dia mengambil tangan Adriana dan menjadikan bantal.


"badan mu akan sakit jika tidur seperti ini."kata Adriana mengelus kepala Dea.


"biarkan seperti ini sebentar."kata Dea yang membuat semua orang menggelengkan kepala.


"aku benar-benar beruntung memiliki keluarga seperti ini sekarang."gumam Dea dalam hati.



(Gilang Sanjaya)



(Devano Triya Kusuma)


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers 👋


Ada yang kangen author gak?


maaf yah up nya lama author sibuk banget😭


tapi author up lagi niih ☺️


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚


MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR🙏


sampai jumpa di up selanjutnya 😉


annyeong👋