
setelah kepergian Andriana, Devano dan Dea suasana kembali seperti sebelumnya.
"bagaimana mana bisa kamu masih hidup?"tanya Berto.
"tentu saja aku mengandalkan otak ku, jadi sekarang bagaimana apa kamu siap melihat orang yang kamu sayangi terluka tidak berdaya di hadapan mu?"
"jangan coba-coba menyentuh anakku sialan."teriak Berto.
"hohoo kamu membuat nya berteriak Delon."ejek Gilang.
"Berto bukan kah sudah ku katakan untuk menyuruh anak mu berhenti? tapi kamu mengabaikan ku dan bahkan meragukan permainan ku."
"aku... aku keliru jadi ku mohon lepaskan anakku karena bagaimanapun orang tua mu pasti akan membenci mu jika membunuh nya."
"membenci ku? apa kamu pernah mendengar keluarga Sanjaya membenci keluarga nya Sendiri?"
"bagaimana jika aku memberi orang tua ku hadiah yang tidak mereka sangka-sangka?" Gilang tersenyum melihat Brielle mencoba melepaskan diri.
"hadiah? apa kamu mau melepaskan anak ku?"tanya Berto.
"karena orang tua ku sangat mencintai anak mu bagaimana jika ku hadiahi kepala anak mu saja? tenang akan ku awet kan dulu."ujar Gilang santai.
"brengsek lepaskan anak ku sialan."teriak Berto.
"mulut mu terlalu berisik, Delon ambilkan aku gunting."
Delon pun mengambil kan Gilang gunting di samping peralatan penyiksaan yang sudah di siapkan bodyguard.
Gilang memegang rahang Berto kuat lalu mulai menggunting lidah Berto, Brielle yang melihat hal tersebut marah lalu memberontak mencoba melepaskan diri namun rantai yang mengikat nya terlalu kuat.
"waah tenanglah aku belum membunuh papa mu."
"tolong, tolong lepaskan papa ku dan bunuh aku saja."
"perkataan mu terlihat tidak tulus Brielle."ujar Delon santai.
"aku dengar kamu sangat mencintai saudara mu yang sudah meninggal dua tahun lalu."Gilang berjalan menuju Brielle dengan gunting bersimbah darah yang dia pegang.
"kamu mau tau fakta sebenarnya kenapa dia meninggal?"
"aku sudah tahu faktanya,dan kamu tenang saja aku akan membalas Adriana sialan itu jadi cepat lepaskan aku, kamu boleh membunuh ku setelah aku berhasil membunuhnya."
"itu terdengar seperti rantai setan Lang." ejek Delon.
"haah kelihatan nya kamu sangat mempercayai papa mu yang bodoh itu, bagaimana setelah kamu melihat video ini?" Gilang menjentikkan jari nya lalu sebuah video terputar jelas di hadapan mereka semua.
di dalam video tersebut terlihat Berto yang sedang menyeret anak tertua nya karena gagal melakukan apa yang dia tugaskan.
Berto menampar nya, memukul nya lalu menyayat tangan dan kaki anak nya sendiri.
terdengar suara kesakitan dan jeritan dari video itu.
Brielle yang melihat hal tersebut mengepalkan tangannya kuat,dada nya sesak mengetahui fakta dari kematian sang kakak.
"kenapa papa melakukan itu? kenapa papa berbohong?." teriak Brielle.
Gilang hanya tersenyum melihat interaksi papa dan anak itu.
"ayolah Brielle bahkan untuk sekedar mengucapkan sepatah kata pun papa yang sangat kamu sayangi itu tidak bisa sekarang jangan jadi manusia bodoh."ejek Delon.
"izinkan aku membunuh laki-laki itu setelah itu kalian bisa membunuh ku."
"ooh tentu tidak semudah itu, kamu pasti sudah mendengar rumor tentang ku kan."
"Brielle aku tidak pernah membunuh mainan ku dengan hatinya yang tenang."
"coba lihat ini."
Gilang menjentikkan jarinya lalu video kedua terputar,di sana terlihat dengan jelas Berto sedang ingin menjual Brielle pada lelaki tua setelah dia berhasil membunuh Adriana.
"bagaimana Brielle? ah sepertinya ini belum cukup."
"kau tau Brielle rahasia terbesar papa mu bukan ini,ini hanya rahasia kecil yang dia sembunyikan dari mu."
"kamu mau tau rahasia terbesarnya?"
"ibu yang kamu anggap ibu kandung sekarang ini bukan lah ibu kandung mu, papa mu yang sangat kamu sayangi ini telah membunuh ibu kandung mu saat kamu berumur satu tahun dan menikah dengan selingkuhannya untuk menguasai semua harta yang tidak seberapa milik ibu kandung mu."
deg....deg...deg...
"haah tidak semenyenangkan yang ku inginkan, cepat balaskan dendam mu aku ingin melihat tingkatan mu setelah di latih oleh Adriana."
"waah kamu meremehkan ku."
Delon mengambil pisau yang pernah di pakai Berto untuk membunuh orang tua nya.
"apa kamu masih ingat dengan pisau ini Berto?"
Delon menusuk kaki Brielle.
"apa kamu mengingat adegan ini? lalu yang ini? dan yang ini?"
setelah menusuk kaki Brielle Delon menyayat wajah Brielle lalu menusuk Brielle tepat di jantung nya persis seperti apa yang di lakukan Berto pada orang tua Delon.
terlihat wajah penyesalan dari Berto dia belum sempat meminta maaf dan menebus salah nya pada Brielle namun dengan tragis Brielle mati di hadapannya dengan mata yang menatap benci padanya.
"semua sudah terlambat untuk menyesalinya sekarang."Delon mengambil pistol lalu menembak Berto dengan cara brutal sama persis seperti yang di lakukan Berto pada papa nya.
"sudah lah hentikan dia sudah mati."Gilang menepuk pundak Delon.
"dendam ku sudah terbalas Lang."terlihat wajah lega yang di keluarkan oleh Delon.
"ayo pergi dari sini, Adriana sudah menunggu mu."
sedangkan di tempat lain saat ini Adriana sudah di kepung oleh mertua dan kakak-kakaknya.
"bagaimana? apa jenis kelamin bayi?"tanya Sintia.
"girl and boys." jawab Adriana santai sedangkan yang lain heboh dengan jawabannya.
"ada apa dengan kalian."sinis Devano.
"kamu yang ada apa kenapa wajah mu terlihat seperti baju yang tidak pernah di setrika."sinis Agus kembali.
"tentu saja dia takut perhatian Adriana terbagi selain itu apa lagi." celetuk Jimi.
"sadarlah Dev kamu sudah tidak muda lagi."ejek Alvano.
"jika aku sudah tidak muda lagi berarti papa sudah tua Bangka."
"dasar anak kurang aja akan ku telan kamu hidup-hidup."kesal Alvano.
"jika kamu menelan anak ku kamu akan ku awetkan dan ku pajang di museum umum."marah Sintia yang membuat semua orang menggelengkan kepalanya melihat keluarga yang aneh itu.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen Adriana gak?
ini season 2 dari Adriana ☺️
btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺
sayang kalian banyak-banyak 😘
TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA!!!!
anak² ku di sana butuh kalian
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
jangan lupa bintang lima nya ya🤭
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁