ADRIANA

ADRIANA
part 38



Adriana hanya melihat Dea sedang menikmati makanan yang dia pesan.


"ckh... kamu seperti orang yang tidak pernah makan satu tahun." ejek Adriana yang mengambil ponselnya.


"terserah kamu saja."kata Dea masih sibuk dengan makanannya.


suasana kembali hening Adriana sibuk dengan ponselnya hingga tiba-tiba dua orang menghampiri meja mereka.


"permisi."kata seorang wanita mengapa Adriana dan Dea yang ternyata dia adalah Sintya.


"mmm iya?"kata Dea dengan tanda tanya.


sedangkan Adriana tidak menghiraukan mereka dan masih sibuk dengan ponselnya.


"hmm boleh kami duduk?"tanya Sintya.


sebelum menjawab Dea melihat sekeliling dan menatap Adriana namun Adriana sama sekali tidak menghiraukan mereka.


"mmm silahkan."kata Dea karena tidak tega melihat Sintya dan Devano berdiri terlalu lama.


"terimakasih."ucap Sintya.


"hmm iya sama-sama."kata Dea.


sedangkan Devano diam memperhatikan Adriana yang tidak menghiraukan kehadiran mereka.


"mmm permisi nak."kata Sintya mencoba menyapa Adriana.


Adriana mengalihkan perhatian dari ponsel ke arah Sintya.


Adriana menatap Sintya dan Devano Dengan tatapan yang susah di artikan.


"bagaimana keadaan mu?"tanya Sintya pada Adriana.


"ya baik."jawab Adriana.


mendengar jawaban Adriana Dea sedikit tidak enak kepada Sintya.


"maafkan kakak saya Tante dia memang seperti itu."kata Dea mencoba memberi pengertian kepada Sintya.


"tidak apa-apa nak,jadi kamu adik dari dia?"tanya Sintya pada Dea.


"ya begitulah tante.apa Tante mengenal kakak ku?"tanya Dea.


"mmm iya dan tidak."kata Sintya.


"maksudnya?"tanya Dea.


"kakak mu sudah menyelamatkan Tante."kata Sintya.


"jadi Tante...dan pria ini yang...."kata Dea tidak percaya.


"iya,Tante tidak sengaja melihat kalian dan Tante menghampiri kalian ingin berterimakasih sekaligus mau meminta maaf karena anak Tante sudah salah paham dan melukai..."kata Sintya menggantung melihat Adriana.


Adriana hanya cuek dan masih menatap ponselnya.


"ooh sepertinya Tante belum tahu nama kakak saya, dia Adriana dan saya Dea Tante."kata Dea memperkenalkan Adriana dan dirinya.


"aah seperti itu."kata Sintya.


"Adriana."panggilan Sintya.


Adriana lagi-lagi hanya menatapnya.


"terimakasih telah menyelamatkan Tante,dan maafkan anak Tante yang sudah membuat mu terluka." kata Sintya tulus.


"tidak apa-apa."kata Adriana.


"cih tidak sopan sekali."gumam Devano yang bisa di dengar semua.


Adriana tiba-tiba mengeluarkan pestol dari balik jaket nya dan menembakkan nya ke arah seseorang yang membuat seisi cafe tersebut terkejut dan takut.


semua pengunjung dari cafe tersebut bersembunyi dibawah meja.


pembunuh bayaran tersebut ingin kabur tapi dengan cepat Adriana berlari ke arahnya dan menembaknya sekali lagi hingga pembunuh bayaran tersebut tidak bisa berlari.


Devano menghampiri Adriana dan pembunuh bayaran tersebut.


"siapa yang menyuruh mu."kata Devano dingin.


namun pembunuh bayaran tersebut enggan menjawab.


"bunuh saja aku."kata pembunuh bayaran tersebut.


"ku tanya sekali lagi siapa yang menyuruh mu."kata Devano.


namun lagi-lagi pembunuh bayaran tersebut enggan menjawab hingga Adriana muak dan menembaknya tepat di kepala sebanyak tiga kali.


"dasar samapah."kata Adriana pergi namun di tahan oleh Devano.


"kenapa kau menembaknya hah."bentak Devano.


Adriana hanya cuek ingin pergi namun lagi-lagi langkahnya ditahan Devano.


"trus mau mu apa?"kata Adriana dingin.


"kita belum mengetahui siapa yang menyuruh nya.kematian tidak pantas untuk nya."kata Devano.


"kau terlalu lambat.kau pikir dia akan menjawab jika di beri kesempatan?"tanya Adriana.


"ya kita bisa menyiksanya."jawab Devano.


"aku tidak suka terlalu bermain dengan sampah."kata Adriana pergi ke meja tempatnya duduk tadi.



.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers ๐Ÿ‘‹


author up lagi niih โ˜บ๏ธ


sebenarnya author mau up kemarin tapi WiFi di rumah author gangguan dan bisa sekarang jadi author bisa up sekarang.


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐Ÿ˜š


maaf jika masih ada typo bertebaran karena author masih dalam proses belajar dan novel ini merupakan novel pertama author โ˜บ๏ธ


sampai jumpa di up selanjutnya


annyeong ๐Ÿ‘‹