
waktu berjalan begitu cepat kini Devano dan Gilang sedang berada di markas black wolf.
"apa rencana mu?" tanya Gilang to the poin.
"ledakkan markasnya sisakan si bedebah itu."
"waaah ku pikir kamu akan meledakkan nya juga."kata Gilang.
"sudahlah kita berangkat sekarang."kata Devano ingin meninggalkan Gilang.
"tunggu kamu tidak membawa anggota?" tanya Gilang.
"apa kamu takut?"ledek Devano.
"hahaha lelucon mu tidak lucu." kata Gilang.
"sudah ku tempatkan di beberapa ruangan kita hanya akan menjadi penonton saja."kata Devano.
"huuh membosankan."keluh Gilang.
"sudah kita berangkat sekarang."
Devano dan Gilang berangkat menuju markas mafia nomor tiga. sesampainya disana mereka hanya menonton di dalam mobil hingga 2 orang membawa ketua mafia nomor 3 itu dengan keadaan tidak sadarkan diri.
"semua sudah beres tuan tinggal membuat kembang api saja."kata salah satu anggota black wolf.
"hmm bawa dia ke markas."singkat Devano.
"baik tuan."jawab kedua anggota black wolf lalu pergi.
"ini permainan pertama yang paling tidak menyenangkan."kata Gilang dengan mata yang tidak beralih dari ponsel.
"entah hari ini aku tidak mau terlalu mengotori tangan ku dengan darah." jawab Devano.
"satu....dua...tiga...."hitung Gilang
markas mafia nomor tiga itu akhirnya meledak.sebelum pergi Gilang melempar koin bergambar serigala yang artinya mafia nomor 3 telah di hancurkan oleh black wolf.
*****
saat ini di mansion Adriana semua orang sudah berada di ruang keluarga.
"kak Jidan,kak Tirta besok pagi kalian harus mempersiapkan diri kalian." kata Adriana.
"iya Anya, Anya kenapa kamu tidak ingin memperkenalkan dirimu?" tanya Jidan.
"aku tidak suka dijilat."singkat Adriana.
"apa besok kamu tidak ikut?"tanya paman triyas.
"aku ikut tapi tidak berangkat bersama kalian,aku hanya ingin melihat dari jauh."kata Adriana.
"aku akan berangkat bersama mu."kata Agus.
"tidak aku berangkat bersama Dea."tegas Adriana.
"tapi...."
"kakak tidak perlu khawatir,besok kalian hanya perlu memperkenalkan perusahaan kita, dan bahwa kalian memiliki 2 adik."kata Adriana menyela ucapan Agus.
"sudahlah Gus."kata Jordi membuat Agus diam.
"dan aku ingin memberikan kalian ini." kata Adriana menunjukkan gelang berdesain rubah.
"semua orang akan mengenal kita ketua redfox jika mengenakan aksesoris ini."kata Adriana.
"apa redfox sudah seterkenal itu?"tanya Dea.
"menurut mu? aku sudah membuat semua dunia tahu jika sekarang redfox menduduki mafia no 2 yang ditakuti dunia."kata Adriana.
"wajah kau hebat Anya."kata Jimi.
"dan besok pagi perusahaan kita akan kedatangan tamu-tamu penting jadi persiapan diri kalian."kata Adriana.
"yaa semoga semua berjalan lancar." kata Triyas.
"hmmm Anya apa aku tidak mendapatkan gelang seperti yang lain?"tanya Dea.
Adriana memberikan Dea kalung cantik yang berdesain Sama dengan gelang pria.
"waah ini cantik sekali."kata Dea memasang kalung tersebut.
"yaa cantik."jawab Adriana mengeluarkan kalung yang sama.
"oh iya kalung dan gelang ini bukan kalung dan gelang biasa. mereka akan bergetar hebat jika salah satu diantara kita dalam situasi yang sulit dan mereka bisa tahu lokasi satu sama lain."kata Adriana.
"waaah kau hebat Anya."kata Jimi.
"yaaah syukur lah aku bisa mengetahui jika kau dalam bahaya."kata Agus.
"semua anggota juga mendapat gelang dan kalung yang berfungsi sama namun desain yang berbeda."jelas Adriana.
"baguslah."kata Tirta.
"ini sudah larut sebaiknya kita beristirahat untuk esok,dan Jimi berhentilah bermain game istirahat lah."kata Triyas.
semua orang akhirnya pergi kekamar masing-masing untuk beristirahat.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers ๐
author up lagi niih โบ๏ธ
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐
maaf jika masih ada typo bertebaran karena author masih dalam proses belajar dan novel ini merupakan novel pertama author โบ๏ธ
sampai jumpa di up selanjutnya
annyeong ๐