
"sialan."kata sekretaris tersebut bangun dan ingin menampar Adriana namun dengan cepat Adriana menggenggam tangan sekertaris tersebut dengan sangat kuat.
"jangan pernah permimpi untuk menyentuh ku lagi."kata Adriana.
semua orang yang melihat kejadian itu berbisik dan di sana semakin ramai.
"hahahaha kenapa tidak mau aku menyentuh mu padahal kamu sudah banyak di sentuh oleh lelaki hidung belang."kata sekertaris tersebut yang membuat semua orang lagi-lagi berbisik dan menghina Adriana.
"wah wah nona Bellina."kata Adriana memegang name tag sekertaris tersebut.
"mulut mu benar-benar harus di kasih hadiah."kata Adriana menampar pipi Bellina dengan kencang dan membuat Bellina jatuh.
Tirta dan Jidan datang dan melihat suasana itu.
melihat Tirta dan Jidan datang membuat Bellina berakting seolah-olah dia sedang di tindas.
"nona aku tidak mengenal nona kenapa nona melakukan ini pada ku."kata Bellina.
"cih."kata Adriana menyilang kan tangan di dadanya.
"anya are you ok?"tanya Tirta dan Jidan memeriksa pipi Adriana.
"entah tapi saat ini aku ingin membunuh seseorang."kata Adriana.
"tuan Tirta,tuan Jidan nona ini sudah menampar saya hingga jatuh."adu Bellina.
"saya bahkan akan melakukan lebih dari menampar mu jika dia kenapa-kenapa."kata Tirta yang membuat semua orang kaget.
"ap...apa,dia hanya seorang jalang tuan tapi kenapa kalian lebih membelanya dari pada aku."kata Bellina.
dengan tidak ada rasa belas kasihan Jidan dan Tirta ingin menampar Bellina namun di tahan oleh Adriana.
"jangan mengotori tangan kalian."kata Adriana.
"kamu tahu siapa yang kamu sebut jalang ini."kata Jidan membentak Bellina.
"dia adalah adik saya,saya mati-matian menjaganya dan kamu mau menyakiti dan mencoba memfitnah nya."kata Jidan yang lagi-lagi membuat semua orang kaget.
"jadi dia adalah nona Adriana Zevanya."netizen1.
"Bellina benar-benar berani telah mengusik nona Adriana."netizen2.
"aku dengar dia adalah wanita cacat tapi kenyataannya dia sangat cantik bahkan bisa di katakan sempurna."netizen3.
"tapi rumor yang beredar dia wanita berhati dingin dia bahkan bisa lebih kejam dari saudara-saudara nya dan bahkan bisa lebih kejam dari tuan Devano Triya Kusuma."netizen4.
"jika aku menjadi Bellina aku akan bunuh diri saat ini juga."netizen5.
"ap...apa."kata Bellina kaget.
Adriana mendekati Bellina dan tersenyum mengerikan.
"pergi dari sini dan jangan pernah menampakkan dirimu di hadapan ku dan akan ku pastikan tidak akan ada yang akan menerima mu bekerja."kata Adriana menyeramkan.
"kamu beruntung karena aku sedang bahagia hari ini."kata Adriana.
"semua kembali bekerja."kata Tirta yang membuat semua orang kembali pada pekerjaan mereka masing-masing dan Bellina pergi.
"kamu benar baik-baik saja?"tanya Tirta."
"aku baik kak."kata Adriana.
"ayo kita pergi."kata Jidan membawa Adriana ke ruangan nya.
(ruangan Tirta dan Jidan sama btw)
sesampainya di ruangan Jidan dan Tirta Adriana duduk di sofa.
Jidan dan Tirta mengikuti Adriana.
"apa pekerjaan kalian banyak?"tanya Adriana.
"tidak."jawab Jidan.
"kak."kata Adriana memanggil Tirta dan Jidan.
"ada apa Anya?"tanya Tirta.
"aku akan memberikan kalian tanggung jawab penuh atas perusahaan ini."kata Adriana.
Jidan dan Tirta saling tatap.
"kami tidak bisa Anya."kata Jidan.
"kak selama ini kalian yang mengelola perusahaan ini jadi aku menyerahkan nya pada kalian aku ingin menjadi adik yang manja pada kalian,aku ingin menikmati masa-masa bahagia ku karena aku tidak tahu kebahagiaan ku sampai kapan."kata Adriana.
"Anya jangan pernah berkata seperti itu kami tidak suka."kata Tirta.
"akan ku pastikan mulai hari ini dan seterusnya kamu akan bahagia."kata Jidan.
"dan untuk itu kalian harus menerima jika aku memberikan tanggung jawab penuh atas perusahaan pada kalian dan kalian harus memanjakan dan membahagiakan ku bersama Dea."kata Adriana.
"aku ingin merasakan kasih sayang dari keluarga kak."kata Adriana.
"haaaah jika kamu ingin seperti itu kami akan menerimanya."kata Tirta.
"itu bagus."kata Adriana tersenyum dan memeluk kedua kakaknya.
"kak Jimi,kak Agus,kak Jordi juga akan membangun perusahaan mereka tahun ini."kata Adriana.
"tugas ku dan Dea menghabisi uang kalian."kata Adriana tertawa bahagia.
Jidan dan Tirta ikut tertawa, mereka merasa bahagia melihat Adriana yang sekarang dan mungkin jika tanpa Adriana mereka bukan siapa-siapa sekarang.
"dan kami akan mencari uang yang banyak untuk kalian berdua, berbahagialah kami benar-benar ingin melihat mu bahagia."kata Jidan.
"tapi apa kalian bahagia?"tanya Adriana.
"tentu, kami,aku, Tirta, Agus, Jimi dan jordi sangat bahagia dengan keadaan sekarang dan kami selalu bersyukur bisa bertemu dengan malaikat cantik seperti mu."kata Jidan.
"terimakasih Anya kamu membuat kami merasakan betapa indahnya keluarga."kata Tirta.
"aku sangat menyayangi kalian."kata Adriana memeluk Jidan dan Tirta.
"kami juga."kata Tirta dan Jidan bersamaan.
di tempat lain tepat nya di Kusuma crop saat ini Devano sedang sibuk dengan tumpukan kertas di atas mejanya.
tinggal di negara F dan beberapa kejadian belakangan ini membuat pekerjaan nya menumpuk.
"aku harus cepat menyelesaikan pekerjaan ini demi dua puluh anak."kata Devano gila.
devano terus mengerjakan pekerjaan hingga makan jam makan siang tiba dan pekerjaan sudah mulai berkurang.
tanpa sepengetahuan Devano Adriana datang membawanya makan siang.
tok...tok...tok....
suara ketokan pintu terdengar.
Adriana masuk dan melihat Devano dengan tumpukan kertas di atas mejanya.
"seperti nya kamu sibuk sebaiknya aku pulang."kata Adriana yang membuat Devano langsung melihatnya dan menghampiri nya.
"aku tidak sibuk."kata Devano cepat dan memeluk Adriana.
Adriana melihat meja kerja Devano dan Devano menyadari itu.
"haah kertas-kertas sialan itu tidak bisa berbohong."keluh Devano.
"sejak kapan tuan Devano Triya Kusuma yang terkenal berdarah dingin bisa mengeluh seperti ini."ejek Adriana.
"aku butuh mengisi energi."kata Devano mencium Adriana.
mendapat serangan tiba-tiba itu membuat Adriana terkejut namun Devano menggigit bibirnya dan mau tidak mau dia membalas ciuman Devano.
lama kelamaan ciuman mereka semakin dalam dan tangan Devano sudah berjalan kemana-mana namun pintu terbuka dan orang itu adalah asisten pribadi Devano.
Dengan cepat Adriana mendorong Devano dan tidak mau melihat ke arah pintu karena malu.
"maaf tuan."kata asisten Devano pergi dan menutup pintu.
"akan ku kirim kamu ke Antartika setelah ini."teriak Devano kesal yang bisa di dengar asistennya dan sekertaris nya kerena pintu tidak di tutup rapat.
devano berjalan menutup pintu dan menguncinya lalu dia menghampiri Adriana lagi yang terlihat malu karena pipi nya merah seperti tomat.
"mau melanjutkan yang tadi?"tanya Devano yang membuat Adriana semakin malu.
"yaak."kata Adriana.
hahahaha Devano tersenyum.
"aku kesini membawakan mu makan siang makan lah."kata Adriana mengambil kotak nasi yang tadi jatuh karena ciuman yang mereka lakukan.
"ayo kita makan bersama."kata Devano memegang tangan Adriana dan mengajak Adriana ke sofa.
Adriana membuka kotak nasi tersebut dan memberikan nya pada Devano namun Devano tidak mau mengambil nya.
"siapin."kata Devano manja.
"kamu punya tangan."kata Adriana.
"jika tidak mau,aku akan memakan mu."kata Devano mendekati Adriana.
"akan ku suapi."kata Adriana gugup.
"hahahaha kamu lucu jika sedang malu."kata Devano.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen author gak?
author up lagi niih ☺️
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR🙏
sampai jumpa di up selanjutnya 😉
***jangan lupa follow Ig author ya 👇***
@***ndiya252***
annyeong👋