
setelah berhasil masuk ke kamar tanpa tertangkap yang lain Devano dan Adriana tertawa gembira.
"apa kamu baik-baik saja?"tanya Devano setelah mendudukkan tubuh Adriana di ranjang.
"ya aku baik-baik saja dan sekarang ayo siap-siap untuk pergi berkencan."Adriana antusias.
"apa kamu masih mengingat nya honey?"
"tentu saja aku masih ingin,aku sudah menyiapkan baju untuk kita pergi jadi ayo cepat."Adriana masuk ke kamar mandi.
"haaah mau bagaimana lagi."Devano menghembuskan nafasnya kasar.
setelah dua jam bersiap-siap dengan perdebatan akhirnya Adriana dan Devano keluar dengan penampilan yang tidak di mungkin di kenali orang.
(gambar hanya contoh)
saudara-saudara Adriana dan kedua orang tua Devano menatap heran mereka berdua.
"kalian mau kemana dengan penampilan seperti itu?"tanya Dea.
"anak kecil tidak perlu tau."ejek Adriana.
"waaaah seperti nya anak kecil ini butuh susu."kesal Dea pergi ke dapur.
"bilang saja kamu masih lapar."ejek Adriana kembali sedangkan Dea tidak menanggapi nya.
"kalian mau kemana?"tanya Sintia.
"kami akan pergi berkencan."jawab Adriana antusias.
"berkencan? tidak kah sangat terlambat untuk kalian melakukan itu?"tanya Agus bingung.
"apa nya yang sangat terlambat ini wajar di lakukan oleh pasangan apa lagi kami sudah menikah, maka nya kak Agus cepat lah mencari pasangan agar bisa merasakan pergi berkencan."ujar Adriana enteng yang membuat Jimi tidak bisa menahan tawanya.
Agus menatap Jimi tajam namun tidak bisa membalas perkataan Adriana di samping memang benar kenyataan Agus juga tidak ingin menyakiti hati adiknya jika menjawab Adriana.
"kalian tidak bisa pergi."ucap Jidan membuka suara.
"kak?"Adriana menatap Jidan.
"apa kalian pikir ini tidak berbahaya? kalian berdua banyak sekali musuh dan dengan santai nya kalian ingin membuka jalan untuk musuh kalian?"tanya Jidan dengan serius.
"benar kata kak Jidan honey sebaiknya kita tidak melakukannya."ucap Devano terdengar sedikit lega karena ada orang yang melarang nya.
"hmmm bagaimana jika kakak juga ikut."tawar Adriana.
"ah tidak hanya kak Jidan tapi kak Agus,kak Tirta,kak Jordi dan kak Jimi juga." sambung Adriana cepat sebelum ada yang menyela perkataan nya.
"Kam..."
"aku tidak menerima penolakan."Adriana memotong perkataan Tirta.
"baiklah ayo."kata Agus yang membuat semua mau tidak mau harus mau.
"tunggu apa kalian tidak mengganti pakaian kalian?"tanya Adriana.
"ada apa dengan pakaian kami?"tanya Jordi.
"ini seperti bukan pakaian kalian saat keluar rumah."
"lalu kenapa? Devano juga tidak seperti biasanya."kata Agus tidak terima.
"waaah kamu mulai membeda-bedakan kami dengan Devano sekarang Anya."Jimi sengaja mengompori Agus.
"bukan seperti itu."Adriana menunduk merasa bersalah.
"wah wah ada apa ini? apa kemarin bulan ada dua aku baru kali ini melihat Anya merasa bersalah."Jimi bahagia melihat pemandangan langka.
"Jim diam lah atau ku lempar kamu ke kandang buaya jika Adriana sampai menangis."ancam Agus melihat mata Adriana yang mulai berkaca-kaca.
"sudahlah ayo pergi sekarang bukan kah kamu ingin pergi berkencan?"Devano berusaha menenangkan istri nya.
akhirnya mereka pun pergi, tapi masih bisa kah di sebut berkencan?
hanya Adriana yang pergi berkencan di kawal lima kakak laki-lakinya.
saat ingin naik mobil kelima saudara Adriana melongo mendengar perkataan Adriana.
"aku tidak pernah mengatakan kita akan pergi naik mobil.
"Anya tidak mungkin kita pergi dengan berjalan kaki."ucap Tirta.
"aku juga tidak pernah bilang ingin jalan kaki."
"lalu?" Jidan bingung.
"aku ingin kita naik bus."
"hah."semua orang menatap Adriana tidak percaya.
"Anya kami tidak apa-apa jika naik bus tapi kamu, ingat kamu sedang hamil di dalam perut mu ada tiga janin kamu jangan aneh-aneh." tegur Jordi.
"sebelum kalian bilang begitu aku sudah memperingati nya terlebih dahulu."ucap Devano.
"sudahlah ayo pergi."Agus memegang tangan Adriana lalu mengajaknya pergi.
"yaaa dia istri ku lepaskan tanganmu."kesal Devano pada Agus.
"dia adik ku mau apa kamu?"kata Agus tidak mau kalah.
"tapi dia juga istri ku, sebaiknya kamu mencari istri agar tidak merebut istri orang lain."
"waaaah kamu ingin mati Dev."Agus ingin memukul Devano namun di tahan Jimi.
"kak apa kamu yakin bisa membunuhnya? meski sekarang dia sedikit bodoh karena Adriana tapi dalam berkelahi dia masih di atas mu."bisik Jimi.
"aaaah sial."kesal Agus sedangkan Devano bersikap acuh tak acuh memegang tangan Adriana berjalan menuju halte bus.
"lihat lah tampang nya itu."ucap Agus semakin kesal.
setelah sampai di halte bus mereka akhirnya menunggu cukup lama, tidak bisa langsung naik begitu saja karena Adriana tidak memberi tahu dia ingin ke mana.
"Anya sebenarnya kita akan kemana?"tanya Jimi yang mulai lelah.
"diam lah kak aku sedang memilih mau pergi ke mana."kata Adriana.
"jadi kamu belum memutuskan akan pergi ke mana?"tanya Jimi kesal.
"aah aku tahu bagaimana jika kita pergi ke disney saja."antusias Adriana tidak menghiraukan pertanyaan Jimi.
"sesuai keinginan mu honey."akhirnya Devano membantu Adriana masuk ke dalam bus karena bus tujuan mereka sudah datang.
di dalam bus ternyata tempat duduknya sudah penuh akhirnya mereka berdiri.
"permisi bisakah kamu memberikan tempat duduk mu untuk adikku, adikku sedang hamil."ucap Jimi pada seorang wanita yang duduk di depan tempat nya berdiri.
"adikmu urusan mu tuan tapi jika kamu memberikan nomor ponsel mu pada ku aku dengan senang hati memberikan nya tempat duduk ku."
"ba...."
"kak aku tidak butuh tempat duduk." potong Adriana sebelum Jimi mengiyakan wanita itu.
"cih sombong sekali, jika kandungan mu kenapa-kenapa baru tahu rasa."sinis wanita itu menatap Adriana.
mendengar hal tersebut membuat keenam laki-laki yang mengelilingi Adriana marah dan akan memberi wanita itu pelajaran namun Adriana menahannya karena tidak ingin kencan nya hari ini gagal total karena orang-orang mengenali keenam laki-laki itu.
keenam laki-laki itu menghembuskan nafasnya kasar karena menahan emosi.
Devano duduk berjongkok dengan kaki yang di tekuk.
"duduklah."
Adriana tersenyum lalu duduk di paha Devano.
perlakuan Devano tersebut tidak terlepas dari pandangan semua orang yang ada di dalam bus bahkan tidak sedikit yang mereka kejadian tersebut.
"apa itu suami nya?"Netizen1.
"aku sangat ingin mempunyai suami seperti itu."netizen2.
"beruntungnya."netizen3.
"dia sangat cantik maka nya di perlakukan seperti itu oleh suaminya."netizen4.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen Adriana gak?
ini season 2 dari Adriana ☺️
btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺
sayang kalian banyak-banyak 😘
TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA !!!!
anak² ku di sana butuh kalian🥺
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
jangan lupa bintang lima nya ya🤭
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁