
setelah Gilang sampai di negara F dia langsung menemui Devano dan mereka bergegas ketempat orang yang berani menyabotase database Kusuma crop.
"apa yang ingin kamu lakukan pada orang itu nanti."tanya Gilang saat akan sampai di tempat orang tersebut.
"menurut mu?"tanya Devano.
"kamu memang tidak pernah berubah."kata Gilang.
saat sampai Devano langsung mengetuk pintu orang tersebut,tak berapa lama orang tersebut membuka pintu dan ingin menutup nya lagi namun Gilang menghalangi nya dan berhasil membawanya masuk kedalam.
"siapa kalian?"kata hackers tersebut.
"kamu tidak mungkin tidak mengenal kami."kata Gilang melempar hacker tersebut dengan sangat keras hingga tubuhnya terhempas ke tembok.
"siapa yang menyuruh mu?"tanya Devano.
"tidak ada."kata hackers tersebut.
"aku tidak mau membuang-buang waktu cepat katakan atau kamu kehilangan satu persatu anggota tubuh mu."kata Devano.
"tidak ada."jawab hackers.
Devano menembak kaki kiri hacker tersebut dan membuat nya berteriak kesakitan.
"siapa?"tanya Devano.
"tidak ada."jawab hacker tersebut.
"aish apa hanya kata itu yang bisa kamu ucapkan?"tanya Gilang geram dan menembak kaki kanan hacker tersebut. lagi-lagi hacker tersebut berteriak kesakitan.
"cepat katakan."bentak Devano.
"ak...aku tidak tahu siapa wanita itu dia hanya menyuruh ku menyabotase database sebuah perusahaan dengan bayaran yang sangat mahal."kata hacker itu terbata-bata menahan rasa sakit.
"tidak berguna."kata Devano menembak hacker tersebut di tangan kirinya.
Gilang mengambil ponsel milik hacker itu dan memeriksa panggilan masuk dan menelpon nomor terakhir yang menelepon dan yang menjawab nya ternyata adalah Andinia, Gilang pun mengakhiri panggilan itu sepihak setelah mendengar suara Andinia.
"perempuan itu."geram Devano marah.
"apa kamu mengenal nya?"tanya Gilang.
"iya."jawab Devano dengan wajah yang sangat dingin kemudian menembak hacker tersebut membabi buta.
"wah lagi-lagi kamu tidak menyisakan ku."keluh Gilang mencongkel mata hacker tersebut.
Gilang dan Devano keluar dan menyuruh anggota nya membereskan yang ada di dalam.
"berikan pada king dan queen."kata Devano pada anggota nya.
"dua mata itu berikan pada Delon."kata Gilang.
"baik tuan."kata anggota black wolf masuk kedalam.
Devano dan Gilang masuk kedalam mobil dan pergi ke hotel tempat Devano dan yang lain menginap. sesampainya di kamar Devano,Gilang dan Devano duduk dan meminum wine.
"siapa perempuan tadi?"tanya Gilang.
"jalang kecil."jawab Devano.
"apa yang akan kamu lakukan padanya?"tanya Gilang.
"aku tidak bisa melakukan apapun padanya."kata Devano.
"why?"tanya Gilang.
"Adriana."jawab Devano.
"apa dia keluarga Adriana?"tanya Gilang.
"lebih tepatnya mantan keluarga."kata Devano.
"mereka mainan Adriana."kata Devano.
"waaaah."kata Gilang tidak percaya.
ini baru pertama kalinya Devano membiarkan orang yang berani mengusiknya hanya karena orang itu adalah mainan dari orang lain.
"sudahlah pergi kekamar mu sana."kata Devano masuk ke kamar mandi.
Gilang tidak menjawab nya dia langsung keluar dari kamar Devano menuju kamarnya.
Agus, Jordi,Jimi,Gilang,dan Devano sudah mulai tidur dan masuk ke alam mimpi,lain halnya dengan Adriana.
Adriana saat ini tengah sibuk dengan masalah pekerjaan di AZ crop,dia memang tidak terjun langsung dan menampakkan dirinya di Devan publik namun dia benar-benar bekerja sangat keras dan menyelesaikan masalah pada AZ crop saat Tirta dan Jidan tidak bisa menyelesaikan nya.
setelah pekerjaan nya selesai Adriana mulai masuk ke database perusahaan adijaya.
"cukup bagus,kita akan bertemu besok papa."kata Adriana tersenyum licik.
namun tiba-tiba dia teringat pada kakek nya.
"haaaaah."Adriana menghembuskan nafasnya panjang dan menutup mata.
dia sedang mengingat ingat masa indah nya bersama adijaya.orang yang benar-benar mencintai dan menyayangi nya, orang yang akan membelanya mati-matian saat orang lain menyalahkan nya.
"kek apa kakek merindukan ku?"tanya Adriana menitikkan air mata.
"terimakasih kek hingga akhir pun kakek selalu mendukung Adriana."kata Adriana.
"sekarang Adriana sudah menjadi wanita yang kuat kek,apa kakek senang? tapi maaf Adriana harus membuat orang yang kakek cintai menderita,apa kakek membenci Adriana jika melakukan nya? tapi kakek bilang jika balas dendam tidak boleh menggunakan perasaan."kata Adriana menangis.
"kek Adriana juga minta maaf Adriana akan menghancurkan nama keluarga kita termasuk perusahaan yang kakek bangun dari nol, karena Adriana akan terus sakit kek jika melihat orang-orang itu dan perusahaan."Adriana masih menangis.
"aku tahu kakek pasti mengerti dengan keputusan Adriana."kata Adriana terus menangis hingga tanpa sadar dia tertidur.
sedangkan saat ini di tempat lain Andinia tengah merencanakan sesuatu untuk menjebak Adriana.
"kita lihat saja kak,aku pasti bisa merebut Devano dari mu dan aku akan menang segalanya dari mu."kata Andinia tersenyum licik.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen author gak?
author up lagi niih ☺️
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR🙏
sampai jumpa di up selanjutnya 😉
annyeong👋