ADRIANA

ADRIANA
part 28



Adriana dan Dea saat ini masih di dalam ruang latihan. saat ini Adriana dan Dea sedang bersiap-siap dengan pistol yang ada di tangan mereka masing-masing dengan sebuah manekin di hadapan mereka.




"ba...bagiamana jika aku salah sasaran?"tanya Dea gugup.


"jika kau salah sasaran maka aku yang akan menembak mu." jawab Adriana


"sekarang lihat manekin itu angkat pistol mu dan bayangkan jika itu orang yang kau benci fokus pada bagian mana yang ingin kau tembak." sambung Adriana.


Dea menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya setelah itu dia mengangkat pistolnya dan mulai memusatkan pikirannya ke arah kepala manekin dan membayangkan manekin tersebut adalah wajah ibu dan saudara tirinya.


"lakukan." kata adriana.


Dea mulai menembak manekin tersebut tanpa meleset,setelah melihat tembakan pertamanya tidak meleset Dea muali menembaki manekin tersebut secara berutal entah apa yang di pikirkan nya sekarang.


Adriana hanya tersenyum melihat hasil tembakan Dea.


"hahahaha yaaa aku menembaknya hahahaha aku akan membunuh mereka." tawa dea kencang.


"bagus kau sudah bisa bela diri,bermain pedang dan menembak besok persiapkan diri mu ikut aku dan yang lain bermain. ingat ini adalah permainan pertama mu jika kau bisa bermain dengan bagus kau bisa bergabung dengan ku dan aku akan membantu mu membalaskan dendam mu." kata Adriana membuang pistol ke arah sembarang tempat dan pergi meninggalkan Dea sendiri.


"akan ku buktikan jika aku bukan wanita lemah, terimakasih Anya jika bukan karna kau mungkin aku masih Dea yang lemah dan mudah di tindas." gumam Dea dan merjalan pergi meninggalkan ruang latihan.


di sisi lain tanpa Adriana dan Dea sadari ada 5 pasang mata yang mengawasi mereka.


"kalian tau aku pikir dulu Adriana hanya gadis biasa yang mudah di tindas." kata Jordi.


"iya aku pun begitu tapi setelah dia mengalahkan kita aku percaya dia gadis yang luar biasa." kata jidan.


"tapi apa yang membuatnya gila balas dendam?" tanya Jimi.


" entah lah sebaik nya kita berlatih juga."kata Agus berjalan pergi meninggalkan ke empat saudaranya.


yang lain mengikuti Agus ke rumah belakang untuk berlatih mereka akan berlatih sekeras mungkin agar tidak mengecewakan Adriana.


sedangkan saat ini Adriana sedang di ruang rahasia miliknya. dia sedang berkutat dengan laptop nya dan sekarang dia berlatih ke ponselnya.


dia sedang menghubungi Triyas untuk menanyakan laporan yang di berikan nya kemarin.


"halo paman." sapa Adriana.


"iya Anya ada apa? apa kau membutuhkan sesuatu?" tanya Triyas yang masih membaca dokumen yang di kirimkan Adriana.


" tidak aku hanya menanyakan apa paman sudah mempelajari dokumennya?" kata Adriana.


"ya aku sudah hampir selesai hanya tinggal 1 lembar yang belum ku baca. ada apa?"tanya Triyas.


"baik Anya,aku akan memeriksa nya besok. jawab Triyas.


"sudah dulu paman aku akan istirahat sebentar,kita akan bertemu saat makan malam."kata Adriana mematikan teleponnya tanpa memberikan Triyas menjawabnya.


setelah telepon terputus Triyas masih memandangi ponselnya.


"kau harus bangga Adijaya cucu mu sangat hebat bahkan saat ini dia akan mendirikan perusahaan nya sendiri." gumam Adriana mengingat mendiang sahabat yang telah membantu nya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


hai readers ๐Ÿ‘‹


apa kabar? kalian sehat kan?


author up lagi niih โ˜บ๏ธ


maaf banget baru bisa up sekarang๐Ÿ™


maaf udah buat kalian lama menunggu ๐Ÿ™


makasih buat kalian yang sudah sabar menunggu dan selalu dukung author โ˜บ๏ธ


jangan lupa like,komen, dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐Ÿ˜š


maaf jika banyak typo bertebaran karena author masih dalam proses belajar dan novel ini merupakan novel pertama author ๐Ÿ™


sampai ketemu di up selanjutnya ๐Ÿ˜Š


annyeong ๐Ÿ‘‹