
"selamat pagi semua."kata Dea tiba-tiba datang bersama Jidan, Tirta dan Jordi.
"selamat pagi cantik."kata Jimi meraih tangan Dea dan mengacak-acak rambut Dea.
"kak aku sudah rapi."kesal Dea.
Jidan melihat Agus yang tidak beralih sedikit pun dari Adriana, semua orang tahu jika Agus adalah yang paling protektif kepada kedua saudara perempuannya terutama Adriana.
Jidan menepuk pundak Agus dan seketika Agus menatap nya.
"apa kalian sudah sarapan."tanya Tirta.
"belum."kata Triyas.
"sebaiknya kalian sarapan dulu biar aku,Jordi,Jidan dan Dea yang menjaga Anya."kata Tirta.
"iya sebaiknya kita sarapan dulu."kata Triyas.
"ayo kak kita sarapan."ajak Jimi pada Agus.
"aku tidak lapar, kalian sarapan saja tanpa aku."kata Agus.
"kak kamu juga harus sarapan,Anya sudah lebih baik."kata Jimi.
"kamu bilang lebih baik? Anya belum sadar Jim apa nya yang lebih baik?"kata Agus sedikit keras.
"kak jika Anya tahu Anya juga pasti menyuruhmu sarapan."kata Jordi kali ini membuka suara.
"tolong kalian mengerti aku."kata Agus.
"kalian berisik."kata Adriana lemah yang bisa di dengar oleh semua orang yang ada di ruangan tersebut.
"Anya."panggil semua orang.
"kamu sudah bangun? apa ada yang sakit? kamu butuh sesuatu? panggil dokter cepat."kata Agus memberikan pertanyaan yang bertubi-tubi pada Adriana hingga Adriana tidak bisa menjawab nya.
"Agus tenanglah,aku akan memanggil dokter Sekarang."kata Jidan keluar dari ruang rawat Adriana.
"kak tentang lah aku sudah lebih baik,aku hanya butuh air."kata Adriana pada Agus.
Agus dengan cepat memberikan Adriana air dan membantunya minum.
"benarkah tidak ada yang sakit?"kini giliran Jordi yang bertanya.
"iya aku sudah lebih baik."Jawab Adriana.
"aku mohon jangan sampai terluka lagi."kata Dea yang kini mendekati Adriana dengan wajah yang sudah basah karena menangis.
Adriana tersenyum melihat Dea menangis.
"tenang saja."kata Adriana.
"ini semua karena bajingan itu."kata Agus mengepalkan tangannya kuat.
"ini bukan sepenuhnya salah dia kak."kata Adriana.
"Anya jangan membela bajingan itu."kata Agus.
"ya karena ini bukan salahnya sepenuhnya,dia adalah korban."kata Adriana.
"apa kamu sudah mencintainya?"tanya Jordi curiga.
"aku masih belajar menerima nya."Jawab Adriana.
"maka dari itu berhenti lah belajar."kata Agus.
"sebenarnya dia adalah korban kak,aku sudah melibatkan nya dalam balas dendam ku,aku tahu ini akan terjadi,kak Jimi juga tahu itu."jelas Adriana yang membuat semua orang bingung.
"aku menyuruh dia mengikuti permainan Annabelle dan Andinia."kata Adriana.
"Anya....."kata Triyas.
"ya aku menyuruh nya mengikuti permainan dua ular itu dan aku menyuruh nya menembak ku meski dia sangat menentang keras hal itu."jelas Adriana.
"jadi maksud mu?"tanya triyas.
"ya dan jika kalian lupa dia adalah Devano dia tidak akan membiarkan mangsanya lolos begitu saja dan dia tidak bodoh kak,dia tidak akan menembak mangsanya asal-asalan."jelas Adriana.
"awalnya dia menargetkan lengan ku tapi aku merubah posisi ku hingga yang kena bagian perut ku."jelas Adriana sekali lagi.
"Anya jangan bilang ini hanya alasan karena kamu tidak mau jika aku membunuh bajingan itu."kata Agus.
"oh ayo lah kak aku tidak sedang membuat alasan,kak Jimi tolong jelaskan pada nya aku sungguh tidak punya tenaga untuk menjelaskan orang posesif seperti dia."kata Adriana mengejek Agus.
"maafkan aku kak."kata Jimi yang membuat Agus menatapnya tajam.
"tunggu.... tunggu... tunggu... bukankah kemarin aku meminta maaf."kata Jimi membela diri.
"Anya..."kata Tirta serius.
"setelah ini apapun alasannya aku atau pun yang lain tidak akan pernah diam jika kamu melukai dirimu sendiri bahkan orang yang membantu mu juga akan terkena imbasnya."kata Tirta yang membuat Adriana dan Jimi menelan ludahnya.
"maafkan aku..."kata Adriana menunduk.
"sudahlah mungkin sebentar lagi dokter akan datang."kata Dea.
tak berapa lama dokter pun datang dan memeriksa keadaan Adriana.
"baik dok Terimakasih."kata Triyas.
"kalau begitu saya permisi."kata dokter tersebut keluar dari ruangan Adriana.
"kak apa kamu melihat ponsel ku?"tanya Adriana.
"jangan macam-macam Adriana Zevanya."kata Agus.
"aku hanya ingin mengabari Devano."kata Adriana.
Jidan yang mendengar kata-kata Adriana naik pitam dan Ingin mengomeli Adriana namun di tahan oleh Jordi.
"Jimi akan menjelaskan semuanya."kata Jordi enteng sedang kan Jimi menunjuk dirinya sendiri bingung dan menghempaskan napas.
"baiklah-baiklah aku akan menjelaskan."kata Jimi yang mulai menjelaskan Jidan hingga mengerti.
"namun tetap saja jangan menghubungi dia dulu,ini pelajaran untuk nya karena menembak mu."kata Jidan setelah mendengar penjelasan Jimi.
"tap...."kata Adriana terhenti.
"tidak ada tapi-tapian Adriana Zevanya."kata Jidan.
"baiklah kak."kata Adriana pasrah.
"sebaiknya kamu istirahat."kata Agus membenarkan selimut Adriana.
"dan sebaiknya kak Agus,kak Jimi dan paman triyas sarapan."kata Devano.
"iya."Jawab Agus.
sedangkan di tempat lain sekarang keadaan Devano benar-benar kacau dia sangat mengkhawatirkan Adriana.
"honey bagaimana keadaan mu sekarang? aku benar-benar merasa bersalah, andai aku tidak menyetujui ide konyol mu itu."kata Devano prustasi.
Gilang yang baru datang dan melihat keadaan Devano yang berantakan benar-benar prihatin.
"Dev jangan menyiksa diri mu seperti ini."kata Gilang yang tidak tega dengan sahabat nya itu.
"ingin sekali aku membunuh kedua wanita ular itu."kata Devano kesal.
"bunuh ya bunuh saja."kata Devano.
"itu bagian Adriana."kata Devano.
"hah?"kata Gilang bingung.
"ceritanya panjang,aku malas menjelaskan nya."kata Devano.
"terserah kamu saja."kata Gilang ingin pergi.
"sebaiknya kamu mandi dan makan dari kemarin kamu tidak makan sedikit pun."kata Gilang pergi.
devano yang mendengar kata-kata Gilang merinding.
"apa dia sudah gila karena kelamaan jomblo?"gumam Gilang.
(Dea AZ)
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen author gak?
maaf yah up nya lama author sibuk banget😭
tapi author up lagi niih ☺️
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR🙏
sampai jumpa di up selanjutnya 😉
annyeong👋