ADRIANA

ADRIANA
part 34



"lalu bagaimana dengan anggota baru?"tanya Adriana.


"semua sudah di urus oleh Jimi dan Tirta kamu tidak usah khawatir."kata jidan.


"hmm baiklah." kata Adriana.


tak berselang lama ada seseorang yang datang dari arah pintu orang itu adalah Triyas.


semua orang melihat dan menyapanya.


"hai paman."sapa Jordi.


"hai jor,apa kau sudah baikan Anya?"tanya Triyas.


"iya paman aku baik." jawab Adriana.


"baguslah kalau begitu."ucap Triyas.


"mm paman apa semua sudah siap?" tanya Adriana.


"ya begitulah,aku sudah berbicara dengan dokter yang menangani mu kau sudah boleh pulang hari ini dengan catatan kau tidak boleh terlalu menggerakkan tangan mu yang terluka karena jahitan nya bisa terbuka lagi."kata Triyas.


"yesss."kata Adriana senang.


"jika takut jahitan nya terbuka lagi kenapa harus pulang? biar kan Adriana disini sampai jahitan nya benar-benar tidak akan terbuka lagi."kata Agus.


"kak aku sudah tidak apa-apa, ini hanya luka kecil."kata Adriana


"kamu bilang kecil?kamu hampir kehilangan cukup banyak darah karena luka itu kamu bilang kecil?"kata Agus tidak habis pikir dengan Adriana.


"iya kak aku tahu tapi aku sudah tidak apa-apa lagi."kata Adriana meyakinkan Agus.


"sudah lah Gus jika Adriana ingin pulang toh dokter juga sudah mengizinkan nya."kata Jordi.


mendengar pembelaan dari Jordi Adriana mengangguk pasti kepada Agus.


"kak terimakasih telah mengkhawatirkan aku tapi aku benar-benar sudah lebih baik."jelas Adriana.


"yayaya terserah kau saja tapi jika jahitan mu sampai terbuka aku akan membuat dokter itu di jahit disekujur tubuhnya."kata Agus.


"wow kau benar-benar ya kak."kata Jordi.


"sudahlah sekarang kita pulang aku akan mengurus administrasi dulu dan aku akan menunggu kalian di lobi rumah sakit ini."kata Triyas pergi dari ruangan Adriana.


Jordi dan jidan sedang merapikan pakaian Adriana sedangkan Agus sedang membantu Adriana turun dari ranjang.


****


di kediaman Adriana terlihat tiga orang sedang memberikan instruksi kepada orang-orang yang baru bergabung dengan redfox tiga orang itu adalah Tirta,Jimi dan Dea.


"aku akan menjelaskan beberapa hal aku harap kalian cepat mengerti dengan penjelasan ku Karena aku tidak suka mengulang."kata Tirta.


Tirta mulai menjelaskan mengenai tugas redfox kepada orang-orang tersebut.


"ingat kalian tidak boleh menggigit jika tidak digigit dan jangan jadi seperti anjing tapi jadilah seperti singa dan rubah,diam amati dan terkam."tambah Jimi.


"jika sudah paham sebaiknya kalian istirahat."kata Dea.


Dea mengambil ponselnya dan melihat berita tentang hancurnya geng mafia nomer 2 dan perusahaan yang dibangun.


"lihatlah berita ini kak."kata Dea memberikan ponselnya kepada Tirta dan dilihat oleh Jimi.


"bagus awal yang cukup bagus."kata Tirta


"sekarang kita tinggal tunggu langkah selanjutnya dari Anya."kata Jimi.


"hmmm apa Anya akan pulang hari ini?"tanya Dea.


"iya mungkin sebentar lagi akan sampai."jawab jimi.


"syukurlah Anya tidak kenapa-kenapa."kata Dea


Jimi yang mendengar Dea mengelus kepala Dea dengan lembut.


"kau tenang saja tidak akan terjadi apa-apa,kau juga harus latihan dengan keras agar bisa melindungi dirimu sendiri,kamu sudah kami anggap menjadi adik kami."kata Jimi.


"te... terimakasih sudah mau menerima ku kata Dea terharu.


"tidak ada kata terimakasih dalam keluarga Dea."kata Tirta membawa dua adiknya pergi dari halaman belakang.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers ๐Ÿ‘‹


author up lagi niih โ˜บ๏ธ


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐Ÿ˜š


maaf jika masih ada typo bertebaran karena author masih dalam proses belajar dan novel ini merupakan novel pertama author โ˜บ๏ธ


sampai jumpa di up selanjutnya


annyeong ๐Ÿ‘‹