ADRIANA

ADRIANA
part 26



"kakak tidak perlu khawatir kan aku cukup jaga diri kakak-kakak beserta semua anggota lainnya dan semua harus pulang dengan anggota yang utuh." kata adriana tegas tapi terkesan manis yang membuat semua orang tersenyum.


"baiklah cukup untuk hari ini, kita masih punya hari esok untuk mempersiapkan diri. jadi jangan kecewakan aku dan berlatihlah." kata Adriana lalu pergi meninggalkan rumah belakang menuju kamarnya.


namun saat ingin masuk Adriana melihat Dea yang membawa air minum.


"besok aku akan mengajari mu senjata jika kau lulus dan bisa menguasai nya kau akan ikut bermain." kata Adriana datar yang langsung masuk kekamar nya.


"apa katanya tadi? waaah si ratu es itu ternyata baik juga. akan ku buktikan aku bisa." kata Dea tersenyum senang menuju kamarnya sendiri.


di dalam kamar Adriana belum tidur dia mengambil laptop nya dan mulai memainkan jarinya disana.


"ternyata kalian benar-benar bahagia setelah kepergian ku." kata adriana tersenyum dengan wajah yang tidak bisa di jelaskan.


dia marah,dendam dan kecewa kenapa keluarga nya tidak menyayangi nya? kenapa Andinia sangat tidak menyukai nya?


bukan kah ini lucu???


tapi inilah jalan hidup Adriana, bukan kah dengan di usir dari rumah dia bisa seperti sekarang? dia bisa melakukan apapun sesukanya. dia bisa membalas orang-orang yang menyakiti kakek nya dulu.


setelah puas memainkan laptopnya Adriana meletakkan nya di atas meja dan mengatur posisi ternyaman untuk tidur.


"mimpi indah Adriana, sebentar lagi kakek tua itu akan mati." gumam nya dalam hati dan terlelap dalam tidur nya.


\*\*\*


di negara lain saat ini masih sore karena perbedaan waktu dengan negara A.


"setelah kak Adriana pergi kasih sayang mama dan papa tidak akan mungkin terbagi dan Andre tidak akan mungkin berpaling kek kak Adriana lagi." kata Andinia tersenyum senang.


"maafkan aku kak aku hanya mengambil sedikit dari mu,aku benar-benar mencintai Andre bukan kah kau pintar? kau pasti bisa menemukan kebahagiaan mu bukan?" gumam Andinia.


jahat memang, Andinia hanya mementingkan diri nya sendiri dan tidak perduli terhadap orang lain entah dari mana sifatnya itu tapi bukan kah buah tidak jatuh jauh dari pohonnya? maka kita bisa menebaknya.


"sayang..." panggil seseorang yang membuyarkan lamunan Andinia.


"hai sayang." sapa Andinia dan ternyata itu adalah Andre.


"apa pemotretan mu sudah selesai?"


"sudah.. kenapa? apa kau mau mengajak ku berkencan?" tanya Andinia.


"ya tentu saja kita akan pergi sekarang." kata Andre menggandeng tangan Andinia.


Andre dan Andinia pergi meninggalkan tempat pemotretan terlihat seperti pasangan pada umumnya sangat bahagia.


namun siapa sangka Andinia rela mengorbankan kakaknya demi mendapatkan Andre.


dia tidak peduli dengan apa yang di lalui oleh Adriana di luar sana. dia hanya mementingkan kebahagiaan nya sendiri.


begitulah kehidupan Andinia setelah kepergian Adriana dia sangat menikmati keindahan nya.


\*\*\*


kembali ke negara A angin malam dan di tambah dengan hujan yang lebat membuat tidur Adriana semakin pulas.



sedangkan yang lain sudah bangun dan satu persatu pergi ke ruang makan.


"apa Anya belum bangun?" tanya Jodi pada Agus yang sedang sibuk dengan ponselnya.


Agus hanya mengangkat bahunya menandakan dia tidak tahu.


"kalau ditanya itu ngomong." kata Jimi yang mendapat kan tatapan maut dari Agus.


Jimi yang mendapat tatapan tersebut langsung mengalihkan pembicaraan dan menghindar.


"sepertinya Anya belum bangun, aku akan membangunkan nya." kata Jimi pergi kekamar Adriana yang membuat semua orang tertawa.


"apa Anya belum bangun?" tanya Dea yang baru sampai ruang makan.


"belum,Jimi masih membangun kan nya." jawab Tirta.


"mmm baiklah." kata Dea duduk.


dan semua yang ada di ruang makan tersebut sibuk dengan ponselnya masing-masing.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


hai readers 👋


apa kabar? kalian sehat kan?


jangan sakit² ya☺️


aku up lagi nih


lagi² maf ya baru bisa up sekarang 🙏


untuk mendukung author jangan lupa like,komen dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚


maaf jika banyak typo bertebaran karena author masih dalam proses belajar dan novel ini merupakan novel pertama author 🤗


sampai jumpa di up selanjutnya 😊


annyeong 👋