
"jangan pernah menyentuh wanita ku."kata Devano menghampiri Adriana.
semua orang tertegun mendengar seorang Devano mengakui seorang wanita di hadapan semua orang biasanya Devano tidak suka mengenalkan kekasih nya pada dunia luar.
Andre sangat kesakitan akibat tembakan Devano.
"aku sudah cukup sabar melihat wanita ku di permalukan oleh keluarga tidak tahu diri seperti kalian."kata Devano pada keluarga adijaya.
"tu...tuan Devano apa maksud anda?"tanya Surya.
"maksud ku?"tanya Devano.
"maksud ku adalah kalian keluarga binatang."sambung Devano dengan lantang.
"maaf tuan Devano ini sudah menjadi kasus penghinaan dan pencemaran nama baik."kata Renata tidak tahu malu.
"benarkah? lantas keluarga seperti apa kalian?"tanya Devano.
Surya, Renata dan netta diam tidak bisa menjawab.
Adriana memegang tangan Devano tanda jika Devano tidak perlu ikut campur.
"ooh ya kurasa hadiah pertunangan kalian cukup sampai disini lain kali aku akan menyiapkan hadiah yang luar biasa untuk kalian."kata Adriana ingin pergi.
"tunggu."kata seseorang yang tak lain adalah Agus,dari tadi Agus benar-benar sudah menahan emosi nya.
Adriana menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah sumber suara.
"kurasa aku juga harus memberikan hadiah."kata Agus.
"benarkan Anya?"tanya Agus pada Adriana, Adriana hanya menaikkan alisnya satu tanda tidak mengerti.
"tuan Surya,nyonya Renata dan nyonya netta tadi aku sudah cukup menahan emosi ku karena kalian menghina adik kesayangan ku."kata Agus yang membuat semua orang tercengang mengetahui fakta bahwa Agus adalah kakak dari Adriana.
"adik?"tanya netta.
"ya Adriana Zevanya AZ adalah adik ku yang artinya dia adalah bagian dari keluarga AZ."kata Agus.
"aku sangat heran ini kali pertamanya Adriana bermain secara perlahan karena biasanya dia akan membunuh mangsanya tanpa belas kasihan saat itu juga."sambung Agus.
"tapi kali ini aku jadi tahu jika kalian tidak pantas mati cepat."kata Agus lagi.
Agus mengeluarkan pistol dari balik bajunya dan menembakkan nya ke atas sebanyak dua kali dan muncullah anggota redfox yang sudah mengepung semua yang hadir dengan pistol yang ada di tangan mereka masing-masing.
"jangan ada yang bergerak jika tidak mau mati saat ini juga."kata Agus yang membuat ruangan tersebut mencekam.
Adriana menghampiri Agus dan mengambil pistol yang ada di tangan Agus.
"jangan terburu-buru ini baru awal aku punya cara ku sendiri untuk membalas mereka."kata Adriana memegang tangan Agus.
"tapi aku butuh ini."kata Agus mengambil pestol dan menembak bagian panggul Renata.
"aaaaaaah."teriak Renata kesakitan.
"aku tidak membunuhnya aku hanya memberinya kelumpuhan."kata Agus enteng keluar dari ruangan tersebut.
"baiklah itu kado tambahan tolong nantikan kado berikutnya."kata Adriana pergi dan di ikuti oleh keluarga AZ dan Devano beserta sekertaris nya.
walaupun sudah resmi bertunangan acara Andinia dan Andre sangat kacau, Andinia sangat mengutuk kebodohan nya kali ini.
seharusnya dia tidak mengundang Adriana pikirnya namun bukannya menyesal Adriana masih memikirkan hal licik dan ingin menjebak Adriana.
Andre dan Renata di bawa ke rumah sakit akibat luka tembak.
dan saat ini ke adaan Andre sudah baik-baik saja berbeda dengan Renata, sekarang Surya, dan netta sedang menunggu dokter keluar dari ruang UGD.
"pah bagaimana keadaan mama."tanya Andinia yang baru keluar dari ruang rawat Andre.
Surya hanya menggeleng menandakan dia tidak tahu raut wajah khawatir sangat jelas terlihat di wajah Surya.
"plak...dasar anak bodoh."kata netta marah dan menampar Andinia.
"nek..."kata Andinia memegang pipinya.
"seharusnya kamu tidak mengundang Adriana dasar bodoh lihat sekarang acara pertunangan mu sendiri kacau dan keluarga kita sekarang jadi cemoohan diluar sana."kata netta marah.
"sudah mah sudah."kata Surya menenangkan netta.
"ini akibatnya kamu terlalu memanjakan nya."kata netta kesal.
"maafkan aku nek."kata andinia dengan raut menyesal.
"aishh sudahlah."kata netta.
andinia semakin benci pada Adriana dan bersumpah akan menghancurkan Adriana, sekarang keluarga Andre menjadi tidak respek padanya dan nenek nya menyalahkan dirinya.
tak lama dokter pun keluar dari ruang UGD.
"dok.. bagaimana keadaan istri saya."kata Surya.
"kami sudah memeriksa nya dan mengeluarkan peluru dari tubuhnya tapi kita akan tahu perkembangan nya setelah melihat hasil CT scan, mungkin sekitar 30-60 menit lagi hasilnya akan keluar."jelas dokter.
"iya... terimakasih dok."kata Surya.
"baik lah saya permisi dulu pasien akan di pindah kan ke ruang ICU."kata dokter pergi.
"permisi tuan, anda di panggil keruangan dokter karena hasil dari CT scan nya sudah keluar."kata suster pada Surya.
"baik sus terimakasih."kata Surya langsung pergi keruang dokter yang menangani Renata.
tok...tok...tok suara ketukan pintu.
"masuk" kata dokter tersebut.
Surya pun masuk dan langsung di persilahkan duduk oleh dokter.
"bagaimana... bagaimana hasilnya dok?"tanya Surya.
"tenang tuan saya akan menjelaskan nya."kata dokter.
"jadi hasil dari CT scan ini menunjukkan bahwa nyonya Renata mengidap paraplegia."jelas dokter.
"paraplegia? apa itu dok?"tanya Surya.
"paraplegia merupakan kondisi paralis pada anggota tubuh bagian bawah manusia terutama pinggang ke bawah dan karena tembakan yang di dapat nyonya Renata berada di panggul itu menyebabkan terjadinya kerusakan pada sumsum tulang belakang dan akibatnya adalah hilangnya kemampuan tubuh bergerak dan merasakan sensasi.."jelas dokter
"apa... jadi istri saya akan lumpuh?"tanya Surya menitikkan air mata.
"iya pak."kata dokter.
"apa ada cara untuk menyembuhkan nya?"tanya Surya.
"paraplegia merupakan kondisi yang tidak tetap beberapa orang dapat sembuh secara spontan dan pada sebagian penderita nya tidak ada perbaikan meski sudah di lakukan berbagai macam terapi dan untuk kasus nyonya Renata mungkin tidak bisa sembuh meski dilakukan berbagai macam terapi seperti yang saya jelaskan tadi."kata dokter tersebut.
Surya menghembuskan nafas nya kasar.
"baiklah terimakasih dok saya permisi."kata Surya keluar dari ruangan dokter menuju ruang ICU.
"bagaimana... bagaimana pa? apa mama baik-baik saja?"tanya andinia.
Surya menggelengkan kepalanya menangis.
"mama mu menderita paraplegia."kata Surya.
"apa? ini tidak mungkin kan pa."kata Andinia menangis.
netta mencoba menenangkan Surya.
dalam hati Andinia dia benar-benar mengutuk Adriana dia akan balas dendam apapun yang terjadi.
sedangkan saat ini Adriana dan yang lainnya termasuk Devano sedang berada di lestoran bintang lima di negara F.
"kenapa Anya? apa kamu mengkhawatirkan mama mu?" tanya Jordi.
"dia bukan mama ku."kata Adriana datar.
"tap..."kata Dea terpotong Adriana.
"mama ku sudah mati saat aku pergi dari negara ini untuk pertama kalinya."kata Adriana yang membuat semua orang diam.
"sebaiknya kamu makan dulu tadi kamu tidak makan saat di pesta."kata Devano menyodorkan makanan kepada Adriana.
semua orang melihat tingkah Devano merasa heran apa ini benar Devano Triya Kusuma?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers ๐
Ada yang kangen author gak?
author up lagi niih โบ๏ธ
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR๐
sampai jumpa di up selanjutnya ๐
annyeong