
berita kehamilan Adriana dengan kembar tiga sudah di denger oleh Jidan dan Jordi.
mereka semakin protektif terhadap Adriana hingga sekarang Adriana tidak boleh kemana-mana bahkan mansion Devano sekarang menjadi sangat ramai karena semua keluarga AZ dan Kusuma berkumpul di sana menjadi satu.
bukan nya senang Devano malah kesal karena tidak bisa menghabiskan waktu berdua dengan Adriana.
Devano masih tetap sama dengan keinginannya dia tidak akan pergi ke kantor sebelum Adriana melahirkan, semua urusan kantor dia serahkan pada Riza dan untuk berkas yang memerlukan tanda tangan nya dia kerjakan dari rumah.
saat ini Devano dan Adriana baru saja masuk ke kamar mereka setelah berkumpul di ruang keluarga bersama yang lain.
"honey apa tidak bisa kita usir saja mereka dari sini? mereka benar-benar mengganggu."kesal Devano.
"apa kamu punya cara untuk mengusir mereka?"tanya Adriana.
sebenarnya dia juga tidak tega melihat Devano, saat mereka berdua selalu ada saja kakak-kakaknya yang akan menggangu mereka.
"haaah sudah sebaiknya kamu istirahat."Devano membenarkan bantal milik Adriana.
sebelum membaringkan tubuhnya Adriana mencium bibir Devano sebagai tanda sebelum tidur.
"aku janji meskipun mereka tetap di sini,besok mereka tidak akan menggangu kita lagi."ucap Adriana menatap Devano.
"sudah sekarang tidur lah."Devano memeluk Adriana.
saat tengah malam ponsel Devano berbunyi dia mendapat pesan dari seorang perempuan dan sial nya yang melihat pesan itu adalah Adriana.
"tuan Devano apa kita bisa bertemu besok? aku janji akan menjadi model dan menandatangani kontrak dengan perusahaan mu."isi pesan tersebut.
"haaah baru saja kemarin aku menyingkirkan hama dan sekarang hama baru sudah muncul, lelah sekali jika mempunyai suami yang tampan dan kaya." Adriana mendengus kesal.
tiba-tiba ada rasa ingin menjadi orang biasa di benak Adriana gambaran jalan-jalan menaiki motor berdua dengan Devano membuat matanya berbinar.
"seperti nya kalian ingin melihat mommy dan Daddy pergi berkencan."Adriana mengelus perutnya tersenyum.
setelah meletakkan ponsel milik Devano Adriana pergi mencari pakaian yang cocok untuk nya tidak lupa dia menyiapkan untuk Devano juga.
saat sibuk memilih pakaian tiba-tiba Devano datang dan berdiri di belakangnya.
"honey apa yang sedang kamu lakukan?"tanya Devano.
"aku sedang memilih pakaian untuk kita pergi berkencan."
"apa?"
"iya aku mau kita berkencan besok pagi."Adriana mengalungkan tangannya di leher Devano.
"honey ingat kamu sedang hamil ada tiga orang di dalam perut mu kamu tidak boleh lelah."
"apa kamu tidak mau?"Adriana mulai kesal.
"aku bukan tidak mau, tapi aku mengkhawatirkan kamu dan calon anak-anak kita."
"bilang saja kamu tidak mau jangan membuat banyak alasan, kamu ingin bertemu dengan wanita itu bukan." Adriana keluar dari ruang ganti dan naik ke atas ranjangnya.
"wanita? wanita apa?"Devano bingung lalu pergi mengikuti Adriana.
"honey."
"diam lah sekarang aku sedang marah pada mu."
bukannya kesal Devano malah merasa lucu karena tingkah Adriana sekarang.
"hmm baiklah kita akan berkencan besok kamu mau kemana? aku akan menyuruh Riza mengosongkan tempat nya."Devano memeluk Adriana.
"tidak aku ingin kita berkencan seperti pasangan pada umumnya,aku ingin naik motor berdua dengan mu,makan ice krim di taman, jalan-jalan berdua di pantai menikmati keramaian."
seketika mata Devano terbelalak.
"jika kamu tidak mau berarti kamu benar-benar akan bertemu dengan wanita itu."
"honey dari tadi kamu selalu bilang wanita itu sebenarnya siapa yang kamu maksud?" tanya Devano bingung.
"bukankah kamu sedang mencari model untuk iklan terbaru mu? kamu meminta Dayana Mendoza untuk menjadi modelnya kan?" tanya Adriana kesal.
"iya aku memang meminta nya menjadi model untuk iklan produk terbaru perusahaan kita tapi apa hubungannya dengan dia?"
"lihat saja ponsel mu dia mengirimkan mu pesan tidak lupa dengan foto seksi nya."kesal Adriana.
"haaah jadi kamu seperti ini karena dia?"Devano menghelai nafas.
"tidak juga."
"honey apapun itu tapi jika naik motor seharian aku tidak bisa melakukannya, itu sangat mengambil resiko."
"ayolah Dev aku sangat ingin." Adriana merengek seperti anak kecil.
"tapi kita tidak akan menjadi orang biasa sekeras apapun kita berusaha, aku takut musuh kita memanfaatkan situasi."
"aku janji tidak akan ada yang mengenali kita."ucap Adriana.
"tapi mengenakan motor..."
"baiklah kita tidak harus mengenakan motor kita bisa naik kendaraan umum."ucap Adriana.
"honey kita pakai mobil saja, kendaraan umum juga tidak baik untuk mu."ucap Devano cepat.
"tidak-tidak jika kita menggunakan mobil semua orang akan mengenali mu, kita akan menggunakan kendaraan umum."
"haaah terserah mu saja, sebaiknya kita tidur ini sudah hampir pagi." putus Devano.
"hmmm." Adriana masuk kedalam pelukan Devano.
mereka berdua akhirnya tidur kembali setelah perdebatan tiba-tiba yang di mulai dari Adriana.
dalam hati nya Devano akan balas dendam pada anaknya nanti jika sudah besar.
"kalian benar-benar sangat menyusahkan Daddy, tidak bisa kah kalian tidak menempatkan mommy kalian di tempat yang sulit? kalian akan lahir dari perut seorang Adriana Zevanya Daddy kalian adalah Devano Triya Kusuma bagaimana bisa kalian ingin menjadi orang miskin."gerutu Devano sebelum masuk ke alam mimpi.
.
.
.
.
.
**hai udah lama yaπ€
gimana? kangen gak sama Author?
jadi gini guys maaf author gak bisa up setiap hari ngumpulin mood buat nulis itu susah banget buat author π
mood author baik karena dapat like dan baca komentar dari kalian.
jujur author gak dapat uang dari novel iniπ tenang author juga nulis bukan karena uang kok.
author cuma butuh like,komen dan support dari kalian jadi hari ini author putusin buat up kalo emang banyak yang like dan komen karena itu tandanya kalian masih ingin novel ini lanjut.
udah dulu ya sampai ketemu di up selanjutnya π
like dan komen sebanyak banyaknya buat naikin mood author please ππ»π**