ADRIANA

ADRIANA
part 60



setelah keluar dari kamar Levin Adriana masuk kedalam kamar mengganti pakaian yang kali ini dia menggunakan masker.


"Anya kamu mau kemana berpenampilan seperti itu?"tanya Jimi.


"berburu mangsa."kata Adriana.


"Anya jangan sampai terluka."kata Jimi.


"ok."kata Adriana pergi mengendarai mobil favorit nya yang di antara sekertaris Devano.


Adriana mengirim pesan kepada Agus.


"kak selesai kan dendam kalian hari ini aku sudah membuat Allen group bangkrut dan sekarang tinggal kalian bereskan wanita ular itu."isi pesan Adriana.


"baik."jawab Agus


Adriana kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ke salah satu hotel bintang lima di negara A.


Adriana masuk ke hotel tersebut langsung ke kamar nomor 125.


Adriana mulai menekan bel dan seseorang mulai membuka pintu, setelah pintu dibuka Adriana langsung masuk dan menutup pintu dengan keras.


"si... siapa kamu." tanya orang yang ada di dalam kamar hotel tersebut.


"malaikat pencabut nyawa mu." kata Adriana menembak perempuan yang sedang bersama dengan pria paruh baya tersebut.


melihat wanita tersebut di tembak membuat pria paruh baya tersebut ketakutan minta tolong namun tidak ada yang bisa menolong nya.


"dasar tua Bangka tidak tahu diri."kata Adriana mengangkat pestol nya.



"si...siapa kamu sebenarnya,apa salah ku?"tanya pria paruh baya tersebut ketakutan.


"kamu bilang apa salah mu?"tanya Adriana mendekati pria paruh baya tersebut.


"i...iya."jawab pria paruh baya tersebut.


"yang pertama kamu telah mencoba menyabotase perangkat lunak perusahaan ku."kata Adriana menembak pria paruh baya tersebut


"ka...kamu..."kata pria paruh baya tersebut menahan sakit.


"yang kedua aku tidak suka melihat perselingkuhan."kata Adriana menembaknya lagi.


"dan yang terakhir kamu sudah mengusikku."kata Adriana menembak pria paruh baya tersebut tepat di kepalanya.


bertepatan dengan matinya pria paruh baya tersebut beredar di internet salah satu perusahaan terbesar nomor 20 bangkrut dalam hitungan jam dan beredar foto perselingkuhan CEO dari perusahaan tersebut.


Adriana meninggalkan hotel tersebut dan seperti biasa Adriana melempar aksesoris berbentuk rubah berwarna merah sebelum benar-benar pergi.


semua orang menatap Adriana yang berjalan keluar dari hotel tersebut hingga masuk kedalam mobilnya.


"selesai."kata Adriana tersenyum meninggalkan hotel pergi menuju lestoran terdekat


sedangkan saat ini Agus,Jordi,dan Jimi sudah berada di kediaman keluarga Allen bersama 10 anggota yang menyebar di beberapa sudut rumah.


di dalam rumah tersebut dalbalbara tengah mempersiapkan dirinya dan beberapa perhiasan untuk kabur keluar negeri.


saat dalbalbara membuka pintu kamarnya berniat untuk pergi namun sudah ada Jimi, Agus,dan Jordi.


dalbalbara begitu kaget dan ketakutan dia berniat menutup pintu lagi namun tangan nya di tembak oleh Jimi.


"mau kemana mama?"tanya Jimi tersenyum mengerikan.


"jika ingin kabur maka kamu bisa belajar pada kami."kata Jordi.


"mau apa kalian? cepat pergi!"bentak dalbalbara.


"bukan kami yang akan pergi tapi kamu."kata jordi menembak dalbalbara tepat di jantung.


"keneraka."kata Agus menembak dalbalbara secara bertubi-tubi di ikuti oleh Jimi dan Jordi, mereka meluapkan emosi mereka dengan menembak dalbalbara hingga peluru yang ada di dalam pestol mereka habis.


setelah habis mereka memanggil ke 10 anggota redfox yang menyebar tadi.


"bereskan."perintah Agus.


kesepuluh anggota redfox pun membereskan mayat dalbalbara.


"Malang sekali nasib mu."kata salah satu anggota redfox memasukkan mayat dalbalbara kedalam plastik sebelum di buang ke kandang buaya milik Adriana.


Adriana sampai di lestoran terdekat dari salah satu hotel bintang lima yang baru saja ia datangi.


pelayan mendatanginya untuk memberikan menu.


"jus delima satu."kata Adriana


"baik nona, apa itu saja?"tanya pelayan lestoran tersebut.


"hmmm."jawab Adriana.


setelah pesanan nya datang Adriana menikmati nya dengan tenang sambil melihat berita trending topik saat ini.


namun matanya tertuju pada seorang pria yang sedang makan siang bersama seorang wanita.


Adriana mendekati pria tersebut yang ternyata adalah Devano.


"waah makanan nya terlihat enak ya."kata Adriana setelah berdiri di dekat Devano.


Devano yang mengetahui suara tersebut melihat Adriana.


sedangkan wanita yang bersama Devano tadi terlihat tidak suka.


Devano melihat Adriana dan wanita yang bersama nya secara bergantian, ternyata wanita tersebut adalah teman Devano dan Gilang yang bernama Annabelle.


"sayang duduklah."kata Devano mempersilahkan Adriana duduk.


namun Adriana enggan.


"dia Annabelle teman sekaligus rekan kerja."jelas Devano.


Annabelle tersenyum mengulurkan tangannya pada Adriana begitupun Adriana.


Devano yang melihat senyum Adriana mendelik takut karena ini kali pertamanya Adriana tersenyum pada orang yang baru dia kenal.


"sayang kamu dari mana?"tanya Devano.


"membunuh orang."kata Adriana.


"apa?"tanya Devano.


Annabelle yang mendengar kata Adriana hanya diam.


"kenapa kaget? seperti kamu tidak pernah saja."jawab Adriana.


"oh iya Dev tentang kerjasama kita bagaimana?"tanya Annabelle sengaja mengalihkan pembicaraan dan sengaja membahas masalah pekerjaan karena dia tahu Devano sangat tidak suka jika ada orang lain yang mendengar nya membahas masalah kerjaan dengan rekan kerjanya.


namun Annabelle salah Devano menjelaskan nya tanpa mengusir Adriana.


setelah selesai membahas pekerjaan Annabelle sengaja bertanya tentang pekerjaan Adriana karena dia tahu kekasih dari devano jika bukan model pasti dari kalangan selebriti.


"Adriana pekerjaan mu apa siapa tahu kita bisa kerjasama."tanya Annabelle berusaha ramah.


"tidur dan makan."jawab Adriana yang membuat Devano gemas.


"maksudku apa kamu seorang artis atau bekerja di sebuah perusahaan?"tanya Annabelle lagi.


"aku tidak bekerja."jawab Adriana.


"apa? waah aku terkejut loh setahu ku jika bukan model Devano pernah berpacaran dengan aktris tidak di sangka selera mu sekarang seperti ini."kata Annabelle mencibir Adriana.


"aku juga tidak tahu."kata Devano yang membuat Adriana menatap nya tajam.


"dia bahkan lebih spesial dari model dan aktris."kata Devano.


"waah kamu hebat Adriana. kalau begitu aku pamit dulu ya Dev."kata Annabelle pada Devano dan mengulurkan tangannya namun yang menjabat nya adalah Adriana.


Annabelle sangat kesal saat meninggalkan lestoran.


"kamu cemburu."kata Devano tiba-tiba pada Adriana.


"jangan bermimpi."kata Adriana ingin meninggalkan Devano.


"jika bukan cemburu apa namanya?"tanya Devano meledek Adriana.


"sudah ku katakan saat orang mencoba masuk tapi aku membiarkan nya masuk begitu saja dalam hidup ku dan orang tersebut hanya main-main aku akan membunuhnya."kata Adriana.


"tapi kamu tidak mencintainya untuk apa dia tetap tinggal." kata Devano masih mengikuti Adriana.


"aku tidak pernah memaksa mu masuk tapi kamu terus memaksa masuk dan sekarang aku memberi mu kesempatan bukan? tapi hidupku bukan taman hiburan,tidak ada yang bisa keluar masuk seenaknya."kata Adriana berhenti menatap Devano.


Devano menatap Adriana cukup lama hingga Adriana ingin berbalik namun Devano menahannya dan mendorong nya masuk kedalam mobil miliknya.


"ya aku yang memaksa masuk dan aku betah disini kurasa aku kehilangan jalan keluar."kata Devano mendekati Adriana sedikit demi sedikit hingga sekarang jarak wajah mereka hanya 1 cm.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers ๐Ÿ‘‹


Ada yang kangen author gak?


author up lagi niih โ˜บ๏ธ


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐Ÿ˜š


MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR๐Ÿ™


sampai jumpa di up selanjutnya ๐Ÿ˜‰


annyeong ๐Ÿ‘‹