ADRIANA

ADRIANA
part 35



hingga siang hari triyas,Jimi,Jidan,Jordi,dan Adriana akhirnya Samapi di mansion.


ADRIANA ๐Ÿ‘‡



AGUS



JIDAN



JORDI



satu persatu mereka turun dari mobil,dengan cepat Agus membukakan pintu untuk adik kesayangannya.


"silahkan my princess." kata Agus memberikan tangannya untuk di gandeng Adriana.


"thank you."kata Adriana menggandeng Agus.


melihat tingkah Agus memperlakukan Adriana membuat semua geleng kepala.


"kalian sudah sampai."kata Dea dari arah pintu.


"hmm."jawab Adriana.


"ya kami sudah sampai, bagaimana dengan anggota baru?"tanya Jidan.


"aku, Tirta,dan Jimi sudah menghandle nya."kata Dea.


"anyaaaa."teriak Jimi berlari dari dalam ingin memeluk Adriana.


namun Agus menghalangi nya.


"jangan macam-macam."kata Agus memperingati Jimi dengan tatapan tajam.


"aku hanya ingin memeluk nya."kata Jimi sedikit kecewa.


"sudahlah Jim Anya masih butuh istirahat.agus bawa Anya ke kamar."kata Tirta yg datang.


Agus tidak menjawab Tirta dia hanya membantu Adriana jalan ke kamarnya.


"kami tidak perlu seperti ini kak, yang terluka tangan ku bukan kaki ku."kata Adriana.


"sudah diamlah."kata Agus sambil tetap membantu Adriana.


semua orang yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala.


sesampainya di kamar Agus membantu Adriana membaringkan tubuhnya di ranjang.


"kau harus istirahat,makan malam nanti akan ku bawakan kekamarmu." kata Agus.


sebelum menjawab Agus sudah menekan kan pada Adriana.


"jangan membantah." Adriana yang mendengar ucapan Agus hanya diam dia tidak ingin berdebat.


Agus akhirnya keluar dari kamar Adriana menuju ruang keluarga menemui yang lain.


"apa Anya sudah istirahat?"tanya Jimi.


"hmm."jawab Agus.


"jangan mengganggu nya atau kau kakimu hilang dari tempatnya."lanjut Agus.


"yayayaya."kata Jimi.


"sudah-sudah."lerai triyas.


"hmmm paman apa paman sudah melihat artikel yang viral hari ini?" tanya Tirta.


"ya aku sudah melihatnya.sama seperti apa yang Anya inginkan."kata Triyas.


"sekarang kita menjadi nomer dua, persiapan perusahaan juga sudah 100% jadi kita tinggal menunggu langkah selanjutnya dari Anya." kata Jidan.


"iya,apapun keputusan Anya nantinya kita hanya bisa membantu nya."kata Jordi.


"mmm sebaiknya kita istirahat dulu sebelum makan malam tiba."kata Dea yang disetujui semua orang.


satu persatu semua kekamar mereka.


****


di sebuah perusahaan ternama seorang pria sedang disibukkan oleh beberapa dokumen.



ketukkan pintu membuatnya harus menghentikan kegiatannya.


"masuk."singkat Devano.


terlihat seorang pria tampan membuka pintu dan berjalan kearah kursi yang ada di depan Devano. pria itu adalah Gilang Sanjaya.



sahabat sekaligus rekan Devano dalam membangun black Wolf. black wolf adalah nama geng mafia yang ditakuti di seluruh dunia dan menjadi yang nomor satu.


"kenapa kau datang?"tanya Devano.


"sepertinya kau sibuk."jawab Gilang.


"menurutmu."singkat Devano.


"apa kau lihat artikel viral hari ini?"tanya Gilang.


"artikel?"tanya Devano lagi.


"hmm."jawab Gilang.


"aku malas membaca artikel murahan."kata Devano.


"ini berbeda."kata Gilang.


"apa?"singkat Devano.


"lihat saja sendiri aku malas menjelaskan."kata Gilang.


"huuh." Devano menghembuskan nafasnya kasar.


ya seperti itulah jika kutub Utara dan selatan jika bertemu.


Devano akhirnya membuka ponselnya dan mencari artikel yang di maksud Gilang.


"waaah hebat."katanya tersenyum smrik.


"ternyata kau salah sasaran kawan."kata Gilang.


"yaa begitulah."jawab Devano.


"kau tidak berniat meminta maaf?"tanya Gilang.


"apa kau pernah melihat ku meminta maaf setelah menembak seseorang? lagi pula itu salah nya datang di waktu yang tidak tepat."kata Devano.


"haaah sudahlah aku pergi."kata Gilang keluar meninggalkan Devano.


dan tentang ucapan Devano tadi memang benar ia tidak akan meminta maaf dan bahkan memaafkan seseorang.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers ๐Ÿ‘‹


author up lagi niih โ˜บ๏ธ


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian ๐Ÿ˜š


maaf jika masih ada typo bertebaran karena author masih dalam proses belajar dan novel ini merupakan novel pertama author โ˜บ๏ธ


sampai jumpa di up selanjutnya


annyeong ๐Ÿ‘‹