
Adriana, Devano dan triyas yang memang sudah sampai negara A saat di telpon Jimi pun merasa heran.
"apa yang sebenarnya kak Jimi dan Dea mainkan?"tanya Adriana yang bisa di dengar Devano dan triyas.
"apapun itu kamu belum bisa ikut campur."kata Devano.
Adriana hanya menatap Devano.
"kita baru saja sampai di sini kamu juga baru sembuh jadi kamu harus istirahat dan jangan melakukan hal yang tidak penting."kata Devano.
"kenapa kamu mengatur ku?"tanya Adriana tidak terima.
"devano benar Anya,lagi pula paman yakin kakak-kakak mu juga sependapat dengan Devano."kata Triyas.
"haaah menyebalkan."dengus Adriana kesal.
tak lama Agus dan jordi datang.
"hai are you ok?"tanya Agus dan jordi bersamaan pada Adriana.
"yes i'm ok,aku bukan wanita lemah yang harus kalian khawatir kan adalah paman triyas lihat lah dia terlihat sangat kelelahan."kata Adriana.
"yaa aku sedikit lelah,menjadi tua sangat lah menyebalkan."kata Triyas.
"baiklah kita pulang sekarang,kamu juga harus istirahat."kata Agus pada Adriana.
"dia akan pulang bersama ku."kata Devano yang membuat semua orang menatap nya tak terkecuali Adriana.
"tidak."kata Jordi dan Jimi bersamaan.
"kenapa?"tanya Devano.
"kami masih tidak percaya pada mu karena kejadian baru-baru ini."kata Jordi.
"dia akan tetap pulang bersama ku."kata Devano bersikeras.
"ti...."kata Agus terpotong oleh triyas.
"sudahlah paman mu ini sudah sangat lelah, biarkan Anya pulang dengan Devano,dia bisa menjaga Anya."kata Triyas.
"tapi jika Anya terluka lagi?"tanya jordi.
"percaya padanya."kata Triyas berjalan menuju mobil.
"baiklah kamu boleh pulang bersama Anya tapi jika dia terluka sedikitpun aku tidak akan membiarkan mu lepas."kata Agus pada Devano.
"hmm."jawab Devano.
"aku pergi Anya,jika dia macam-macam langsung hubungi aku "kata Agus mencium kepala Adriana dan pergi mengikuti Triyas.
"aku pergi Anya."kata Jordi melakukan hal yang sama seperti Agus sebelum dia mengejar Agus dan triyas.
"kenapa ekspresi mu begitu?"tanya Adriana pada Devano yang cemberut.
"kenapa mereka harus mencium mu?"kata Devano datar.
"why? mereka selalu mencium ku dan Dea tepat di atas kepala,apa yang jadi masalah?"kata Adriana.
"dasar tidak peka."kata Devano pergi meninggalkan Adriana.
"tinggalkan saja aku."kata Adriana sedikit berteriak melihat Devano sedikit jauh meninggalkan Adriana.
devano yang mendengar teriakkan Adriana berbalik dan tanpa aba-aba menggendong Adriana ala bridal style.
"yaak apa yang kamu lakukan?"tanya Adriana terkejut.
"aku menggendong mu."kata Devano.
"aku tahu,tapi cepat turunkan aku."kata Adriana memberontak dalam gendongan Devano karena dia malu dilihat banyak orang.
"diam lah nanti kamu jatuh."kata Devano.
"aku malu."kata Adriana menyembunyikan wajah nya di leher Devano.
devano tidak menjawab Adriana,dia terus menggendong Adriana sampai kedalaman mobil.
devano dan Adriana pun pergi dari bandara tersebut.
****
di tempat lain di cafe dekat kampus K university Jimi dan Dea sedang duduk menikmati makanan yang mereka pesan.mereka menikmati seolah-olah tadi tidak terjadi apa-apa.
"apa ice cream nya enak?"tanya Jimi.
"ya aku menyukai nya."jawab Dea.
"ah iya tadi kamu ingin memberikan lalat itu kejutan, kejutan apa itu?"tanya Jimi.
"aku sudah cukup banyak belajar dari kalian,aku meretas ponsel nya dan aku menemukan hal yang sangat menarik."kata Dea.
"kamu bisa meretas?"tanya Jimi.
"ya aku sering melihat mu melakukan itu dan aku mencoba mempraktekkan nya pada ponsel Gabriella."kata Dea.
"anak pintar."kata Jimi mengelus kepala Dea.
"kak aku menemukan ini,apa aku boleh menyebarluaskan nya?"tanya Dea.
"tentu saja, biarkan ini menjadi awal kehancurannya."kata Jimi.
"baiklah akan ku lakukan sekarang."kata Dea.
Dea mengunggah video yang ia dapatkan dari meretas ponsel milik Gabriella menggunakan akun palsu.
"ah sudah selesai,kita tinggal menunggu sedikit lagi."kata Dea tersenyum.
"oh iya kamu tidak menonton nya kan?"tanya Jimi.
"aku menonton nya sedikit."kata Dea tersenyum.
"dasar."kata Jimi mengacak-acak rambut Dea.
"tapi dia sangat-sangat menjijikkan."kata Dea.
"hahaha kamu tahu ada pepatah mengatakan buah tidak jatuh jauh dari pohonnya."kata Jimi.
"mmm iya kakak benar, dia sama dengan mamanya."kata Dea.
"iya dua puluh menit lagi aku ada kelas."kata Dea.
"aku akan mengantar mu kembali ke kampus."kata Jimi bangkit dari duduknya.
"em."kata die juga ikut bangkit dari duduknya dan mereka berdua ingin pergi namun Jimi tidak sengaja menabrak seorang wanita hingga jatuh.
pria yang bersama wanita itu marah saat melihat wanita tersebut jatuh.
"apa kamu tidak punya mata."bentak pria itu marah pada Jimi.
"maafkan aku,aku tidak sengaja."kata Jimi minta maaf karena memang dia yang salah.
"apa? maaf? dasar bedebah sialan kamu tahu baju yang dia pakai sangat mahal dan kamu membuat nya kotor."kata pria tersebut.
"aku sudah minta maaf dan jika kamu keberatan dengan baju nya yang kotor aku bisa mengganti nya."kata Jimi.
"hahaha kamu tidak akan mampu mengganti nya."kata wanita itu mengejek.
"sebutkan nominalnya aku sedang malas berdebat adik ku bisa telat."kata Jimi.
"sombong sekali kamu."kata pria itu memukul Jimi, Jimi yang lengah pun terkena pukulan dan dia kembali memukul pria tersebut
perkelahian pun terjadi banyak pengunjung cafe yang menonton.
"yaaak sialan."kata Dea ingin membantu Jimi namun Jimi melarang Dea karena takut Dea kenapa-kenapa.
saat Jimi mengisyaratkan Dea dia lagi-lagi lengah dan kali ini pria itu menusuk perut Jimi dengan pisau yang ada di meja.
Jimi yang lengah pun pingsan seketika dan mengeluarkan darah dari perutnya.
Dea yang Melihat kakak nya tidak sadarkan diri dan darah mengalir dari perutnya pun panik dan mencoba membangun kan Jimi.
"dasar bajingan sialan."kata Dea ingin membalas pria tersebut.
tapi pria itu berhasil kabur.
akhirnya Dea meminta tolong pada pengunjung cafe membawa Jimi ke mobil dan Dea bergegas menjalankan mobilnya ke rumah sakit terdekat dengan kecepatan tinggi.
sementara itu gelang milik Agus,Jordi, Tirta,Jidan,dan kalung milik Dea bergetar dan membentuk huruf J3 yang menandakan Jimi sedang dalam bahaya.
Jidan segera menelepon saudara-saudaranya.
"hallo."sapa Jidan panik
"kak Jimi sedang dalam bahaya."kata Jordi.
"ya aku tahu maka nya aku menelepon kalian, sekarang kita ketempat Jimi dan untuk kamu Adriana kamu pulang lah istirahat biar Jimi kami yang tangani."kata Jidan
Adriana yang mendengar perkataan Jidan tidak terima dia ingin melihat keadaan Jimi.
"tidak aku juga ikut."kata Adriana.
"Adriana jangan membantah untuk kali ini."kata Tirta.
"tapi..."kata Adriana.
"Adriana Zevanya."kata Agus.
"baiklah."kata Adriana mematikan sambungan telepon.
namun di di dalam hatinya dia benar-benar khawatir.
"apa yang terjadi pada kak Jimi."kata Adriana cemas.
"are you ok?"tanya Devano.
"kak Jimi dalam bahaya."kata Adriana.
"tapi kakak-kakak mu benar kamu harus istirahat yakin lah pada kakak-kakak mu."kata Devano.
"semoga kak Jimi baik-baik saja."kata Adriana.
"dia akan baik-baik saja."kata Devano mengelus kepala Adriana menenangkan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen author gak?
author up lagi niih ☺️
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR🙏
sampai jumpa di up selanjutnya 😉
jangan lupa follow Ig author ya 👇
@ndiya252
annyeong👋