ADRIANA

ADRIANA
Season 2 part 5



"ikuti Gilang dan Dea."perintah Adriana pada sopir pribadi Devano.


"baik nyonya."


Devano melihat Adriana cukup lama untuk memastikan apa yang ada di pikiran istrinya tersebut namun sayang Adriana cukup pintar menyembunyikan isi pikirannya.


"honey apa kita perlu mengikuti mereka?" tanya Devano.


"Dea sedang tidak baik-baik saja mereka berdua tidak bisa melawan lima puluh orang sekaligus." ujar Adriana masih dengan pandangan lurus ke depan.


Devano melihat Adriana lekat.


"apa mungkin Berto mulai melancarkan aksinya?" tanya Devano.


"tidak usah berpura-pura, cepat suruh mundur anak buah mu aku sangat ingin bermain malam ini." Adriana menyilangkan tangan nya di dada.


"tidak akan, Sebaiknya kita pulang."


"deeev." Adriana berusaha membujuk Devano dengan gaya andalan nya yang tidak mungkin Devano tolak.


"untuk masalah ini aku tidak bisa di bujuk dengan apapun, keselamatan mu lebih penting."Devano memegang pipi Adriana dengan kedua tangannya.


"Diaz balik ke mansion." ujar Devano beralih pada Diaz sopir pribadinya.


"Dev apa kamu tidak terlalu berlebihan pada ku?"tanya Adriana menatap Devano.


"tidak, keselamatan mu lebih penting dari apapun,kamu tau jika aku tidak suka milik ku di sentuh siapa pun." tegas Devano.


"haah mau bagaimana lagi." Adriana menyenderkan kepalanya pada bahu Devano.


sedangkan saat ini Gilang dan Dea sudah di hadang oleh limapuluh orang suruhan Berto.


"siapa mereka?"tanya Dea.


"ikuti saja permainan mereka, kebetulan aku sedang butuh pelampiasan." Gilang tersenyum devil.


"jangan gila kita hanya berdua sedangkan jumlah mereka sangat banyak."kata Dea tidak habis pikir pada kekasih nya itu.


"aku akan menghadapi mereka kamu tidak perlu ikut." Gilang ingin turun dari mobil.


"jangan macam-macam aku tidak mau merasakan kehilangan untuk kesekian kali nya."


tanpa basa-basi Dea melempar bom yang ada di dalam tasnya membuat kelima puluh orang yang ada di depan mereka mati seketika.


Gilang menatap Dea tidak percaya, baru kali ini Dea dengan cepat mengatasi masalah karena sebelumnya dia selalu ceroboh yang mengharuskannya semakin dalam bahaya.


"kenapa menatap ku seperti itu?"tanya Dea.


"kamu semakin luar biasa."puji Gilang.


anak buah Devano dan Gilang datang, mereka tidak melihat musuh sama sekali yang mereka lihat adalah mobil Gilang dengan asap dan beberapa titik api yang ada di depan mobil tersebut.


salah satu dari anak buah Devano dan Gilang yang bernama Elang tersebut mengetuk pintu mobil Gilang.


"tuan Gilang apa anda baik-baik saja?"tanya nya.


"hmm kalian bisa istirahat lebih awal malam ini." jawab Gilang membuka kaca mobilnya.


"sebenarnya apa yang terjadi tuan?"tanya Elang.


"aku malas menjelaskan, yang jelas mereka semua sudah menjadi abu seperti yang kamu dan rekan mu lihat."jelas Gilang.


"baik jika seperti itu tuan saya dan yang lain akan kembali ke markas sekarang."


Gilang hanya mengangkat tangan sebagai jawaban.


setelah semuanya beres Gilang akhirnya mengantar Dea pulang ke mansion keluarga AZ.


****


di acara pesta perjodohan Gilang dan brielle Berto masih berusaha menjilat Sanjaya agar perjodohan brielle dan Gilang akan tetap terlaksanakan.


"tuan Sanjaya bagaimana ini? Gilang menolak perjodohan ini padahal kita sudah sepakat dan sama-sama menguntungkan untuk kita."


"mau bagaimana lagi dia sudah menolak nya."kata Sanjaya tenang namun masih bingung atas peringatan yang di berikan anak nya itu padanya.


"tapi bagaimana tentang kutukan itu? bagaimana pun yang bisa mematahkan kutukan itu hanya anak saya." Berto masih bersikeras untuk meyakinkan Sanjaya.


"iya pah, aku gak mau Gilang kenapa-kenapa dia harus menikah dengan brielle." kini Diandra membuka suara nya dengan raut wajah khawatir.


flashback on


jadi sebelum ada kejadian perjodohan gila yang di lakukan Sanjaya dan Diandra pada anak semata wayangnya itu, mereka seperti biasa selalu datang pada konsultan dan peramal.


ya, Sanjaya dan Diandra masih percaya pada ramalan dan takhayul. setiap dua Minggu sekali mereka pasti datang kesana untuk melihat apa yang akan terjadi pada keluarga mereka di masa depan.


dan saat mereka datang dua Minggu lalu sang peramal meramal jika keturunan mereka akan berakhir pada Gilang,Gilang punya kelainan tidak menyukai perempuan karena ada sesosok arwah wanita jahat menempel pada Gilang dan mempengaruhi Gilang.


peramal itu memberikan penawar Gilang harus menikah dengan wanita yang bersio sama seperti nya ya itu naga dan memiliki tanda lahir tepat di atas kening nya. peramal itu mengatakan jika yang cocok seratus persen untuk menjadi penawar dari kesulitan keluarga Sanjaya adalah anak dari keluarga Berto.


dari situlah Sanjaya dan Diandra mulai merencanakan perjodohan antara Gilang dan brielle.


flashback off


mendengar perkataan istri nya membuat Sanjaya bingung satu sisi dia belum benar-benar mengerti maksud dari peringatan yang di berikan Gilang padanya dan di sisi lain dia tidak ingin keluarga nya terputus sampai pada Gilang.


"kita tidak bisa memaksa Gilang ma."ujar Sanjaya.


"tapi kita masih punya cara lain, brielle kamu terus dekati Gilang papa akan membantu mu meluluhkan hati nya sampai dia mau menerima kamu dan perjodohan ini." Sanjaya beralih pada brielle.


"baik pa, brielle akan berusaha sekuat tenaga." jawab brielle berusaha tersenyum ramah.


"haaah sayang maafkan Gilang ya, yang butuh pertolongan dia tapi kamu harus bekerja keras mendapatkan hati nya." Diandra memeluk brielle.


"aku tidak apa-apa ma, aku hanya membantu kalian."


"haaah seharusnya Gilang bersyukur bisa memiliki calon istri seperti mu." Diandra melepaskan pelukannya lalu membelai rambut brielle.


di tempat lain tepatnya di mansion keluarga AZ Gilang dan dea sudah sampai.


ternyata Jidan, Jordi, Tirta, Agus dan Jimi menunggu mereka.


"apa Dea tidak lecet sedikit pun?"tanya Tirta dengan wajah datar pada Gilang.


"tentu saja."


"untung nya kamu pintar membedakan berlian dan batu krikil."sindir Jimi.


"terimakasih atas pujiannya."


"ini belum berakhir Gilang jika orang tua mu lebih dari ini bahkan untuk melihat adikku pun kamu tidak akan bisa."ancam Agus.


"kak."tegur Dea.


"masuklah kamu pasti lelah."Gilang mengelus rambut Dea.


"tap..."


"mereka tidak bisa membunuh ku." kata Gilang membuat Dea akhirnya masuk.


"kalian tidak perlu khawatir mau sekeras apapun mereka berusaha membuat ku berhenti mencintai Dea tidak akan berhasil."ujar Gilang setelah kepergian Dea.


"baguslah tapi jika mereka berhasil aku akan mengawetkan anggota tubuh mu." ancam Jordi.


"tenang saja kakak ipar,aku harus pulang sekarang karena jika tidak aku bisa masuk ke kamar Dea dan tidak membiarkan nya tidur malam ini." kata Gilang.


"coba saja jika memang kamu sudah tidak butuh kepala mu." kini Tirta membuka suara.


Gilang akhirnya pergi dengan wajah tersenyum mengejek masuk kedalam mobilnya meninggalkan kediaman keluarga AZ tersebut.


.


.


.


.


.


.


Hai readers 👋


Ada yang kangen Adriana gak?


ini season 2 dari Adriana ☺️


btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺


sayang kalian banyak-banyak 😘


TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA !!!!


anak² ku di sana butuh kalian🥺


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚


jangan lupa bintang lima nya ya🤭


MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁


sampai jumpa di up selanjutnya 😉