ADRIANA

ADRIANA
part 79



Devano akhirnya datang semua orang yang ada di ruangan tersebut menatapnya tajam,dia pikir Adriana belum menjelaskan semuanya dan Devano memilih untuk diam tanpa berniat menjelaskan sesuatu.


"apa tidak ada yang ingin kamu jelaskan Devano?"tanya Agus.


"aku tidak tahu harus menjelaskan dari mana tapi yang perlu kalian tahu aku sudah menyiapkan semua dan memperhitungkan segala sesuatu yang akan terjadi tapi Adriana tidak mendengarkan ku."jelas Devano.


"apapun itu tapi kamu sudah melukainya."kata Jidan.


"ini sudah kedua kalinya."kata Jordi.


"apa kamu tidak berpikir ini sangat membahayakan kak Anya?"kata Dea yang ikut menjadi kompor.


"seperti nya kamu dan Adriana tidak bersama."kata Jimi.


Baru kali ini Devano merasa terintimidasi oleh seseorang, biasanya Devano bisa menjawab semua perkataan atau pertanyaan orang-orang tapi kali ini lidahnya seperti menghilang.


semua orang menatap Devano intens termasuk Adriana, setelah merasa drama yang di rencanakan triyas dan saudara-saudara nya berhasil Adriana tertawa kencang hingga merasa nyeri di bagian lukanya dan membuat semua orang panik menghampiri nya termasuk Devano.


"yaaak sudah ku bilang jangan terlalu banyak bergerak,tawa mu membuat luka mu sakit lebih baik beberapa hari ke depan kamu tidak boleh tertawa hingga luka mu sembuh total."omel Agus dan memutuskan segala sesuatu dengan sepihak.


mendengar Omelan Agus membuat Adriana terbelalak seketika.


"yaaak tidak bisa begitu,kak Jordi lihat kelakuan kakak mu yang overprotektif itu."adu Adriana pada Jordi.


ya jika Agus terlalu overprotektif pada Adriana maupun Dea mereka selalu mengadu pada Jordi.


"Anya dia juga kakak mu jika kamu lupa."kata Jordi yang membuat semua orang tertawa tak terkecuali Devano.


"waaah waaaah tidak ada yang membela ku sedikit pun."kata Adriana.


"Dev kenapa dengan wajah mu?"tanya Adriana pada Devano.


"aku yang menghajarnya."kata Jidan enteng.


"kenapa?"tanya Adriana polos.


"kamu tahu sebabnya apa."kata Jidan.


"devano tidak peduli apapun alasannya jika ini terulang lagi aku benar-benar membunuh mu saat itu terjadi."kata Jidan.


"tidak perlu membunuh ku aku akan langsung bunuh diri jika menyakiti nya sekali lagi."kata Devano.


"baguslah."kata Agus.


"iiiiiiii kalian seram sekali."kata Dea yang membuat semua orang menatapnya.


"dan kamu harus belajar dari mereka."kata Triyas yang kini angkat bicara.


"iyaa paman."kata Adriana.


tak lama Tirta datang membawa makanan untuk Dea.


"kak Tirta."kata Dea berlari kecil kearah Tirta.


"yaak pelan-pelan tidak ada yang akan mengambil makanan mu."tegur Agus.


Dea hanya cengengesan dan menghampiri Tirta.


"ini makanan mu."kata Tirta memberikan Dea makanan dan mengelus kepala Dea.


"makasih kak "kata Dea duduk dan mulai memakan makanannya.


"kamu makan seperti babi."ejek Adriana.


"anyaa."panggil semua orang kecuali Devano.


Adriana hanya memasang wajah malas.


"Tirta ada yang ingin ku bicarakan ini penting."kata Jidan.


"kak kalian boleh pergi menemui bedebah itu, sisanya sudah ku urus."kata Adriana.


"Anya?"kata Tirta dan Jidan.


"ya aku sudah mengambil kembali yang dia curi, sisanya tinggal kalian yang urus, kalian juga tidak boleh terlalu lama disini."kata Adriana.


"tapi..."kata Jidan.


"aku sudah lebih baik, sebaiknya kalian pulang Dea juga tidak bisa terlalu lama disini, redfox juga membutuhkan kak Agus dan kak Jordi."kata Adriana.


"jangan mencemaskan ku disini aku bersama paman triyas."kata Adriana dalam mode serius yang tidak bisa di bantah.


"dan permainan ku juga akan segera selesai."sambung Adriana.


"baiklah jika itu keinginan mu."kata Jidan.


"kita akan pulang nanti malam."kata Jordi.


"devano apa kamu akan kembali kenegaraan A juga?"tanya Tirta.


"aku akan menemani Adriana disini."jawab Devano.


"kamu juga harus pulang perusahaan mu membutuhkan mu."kata Adriana.


"tidak aku tetap disini."kata Devano.


"bagus kali ini aku harap kamu bisa menjaga Anya kami dengan baik, pastikan saat dia kembali ke negara A dia tidak lecet sedikit pun."kata Agus.


"tentu."jawab Devano.


"sebaiknya kalian pulang kemasi barang-barang kalian sekarang dan untuk paman istirahat lah aku yang akan menjaga Adriana disini."sambung Devano.


"tidak."kata semua orang serempak.


"jangan coba-coba ambil kesempatan Devano."kata Agus.


"aku tidak akan mengambil kesempatan aku hanya akan menjaganya."kata Devano.


"devano benar."kata Triyas.


"baiklah kami pulang sekarang."kata Jidan, semua orang mulai keluar dari ruangan Adriana, yang tersisa hanya Adriana dan Devano.


"Adriana."kata Devano serius.


"apa?"tanya Adriana singkat dan memainkan ponselnya.


devano mengambil ponsel Adriana dan menatap nya serius Adriana pun menatap nya.


"kenapa tidak mendengarkan ku? apa kamu sangat suka terluka?aku menyuruh mu memakai baju Anti peluru kan? aku sudah menyiapkan, kenapa kamu memutuskan nya sepihak."kata Devano serius.


"apa kamu takut saudara-saudara ku membunuh mu jika aku seperti ini?"tanya Adriana.


"ah come on Adriana, bahkan aku dengan mudah bisa membunuh saudara-saudara mu saat ini juga jika aku mau tapi mereka saudara mu sekarang,apa kamu tidak melihat betapa mereka mengkhawatirkan mu? mereka bahkan ingin membunuh ku meski mereka tahu jika merekalah yang bisa terbunuh."kata Devano marah dengan pertanyaan Adriana.


"kenapa kamu seperti ini?"tanya Adriana.


"Adriana aku tidak sedang bercanda,kamu bisa membalas mereka dengan cara apapun tapi tidak dengan melukai dirimu sendiri,aku benar-benar sangat mengkhawatirkan mu,aku sangat menyalahkan diri ku sendiri jika terjadi sesuatu yang buruk pada mu."kata Devano.


"kenapa kamu seperti ini? devano yang ku kenal tidak seperti ini,dia tidak memiliki perasaan,dia bisa membunuh siapapun tanpa memperdulikan orang lain,dia gila darah.kata Adriana.


"devano yang itu tidak akan muncul saat bersama mu, Adriana kali ini aku serius jangan mengulangi hal ini lagi."kata Devano.


"apa kamu benar-benar mencintai ku?"tanya Adriana.


"pertanyaan macam apa itu? apa kamu pikir aku akan diam jika di pukuli hingga seperti ini oleh seseorang? jika aku tidak benar-benar mencintai mu dan hanya berniat main-main aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuh ku termasuk saudara-saudara mu."


"aku juga sudah memaksa mu untuk memuaskan nafsuku padahal banyak sekali kesempatan untuk ku melakukan itu."kata Devano.


"aku sudah bilang aku mencintaimu dan aku akan membuat mu mencintai ku."sambung Devano lagi.


Adriana sedikit tersentuh mendengar perkataan Devano, benteng yang dia buat sekuat mungkin sedikit mulai retak.


"aku akan coba mencintai mu tapi aku tidak berjanji untuk itu."kata Adriana.


"ya apapun itu akan ku pastikan aku adalah suami mu dan kamu adalah istri ku."kata Devano.


(Devano Triya Kusuma)



(Adriana Zevanya)



.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers 👋


Ada yang kangen author gak?


author bakal ngadain QnA nih biar kita saling kenal yuk tanya di kolom komentar nanti author jawab ya😁


maaf yah up nya lama author sibuk banget😭


tapi author up lagi niih ☺️


untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚


MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR DAN INI MERUPAKAN NOVEL PERTAMA AUTHOR🙏


sampai jumpa di up selanjutnya 😉


annyeong👋