
Adriana berjalan masuk ke mansion keluarga AZ elegan di sambut oleh beberapa maid dan penjaga mansion.
"selamat datang nona Adriana dan tuan Devano."
"dimana kakak-kakak ku?"tanya Adriana.
"semua sedang berada di ruang keluarga nona."
Adriana langsung pergi ke ruang keluarga di ikuti Devano yang setia membawa tas milik Adriana.
Devano tidak peduli dengan semua orang yang melihat nya.
saat sampai di ruang keluarga Adriana langsung duduk tanpa permisi diikuti Devano.
"Anya."panggil Jidan.
"apa ada yang ingin kalian jelaskan?"ujar Adriana dingin.
"haah kami hanya bosan berada di rumah sakit lagi pula tidak baik meninggalkan perusahaan terlalu lama." jelas Tirta.
"kenapa tidak memberitahu ku?"kesal Adriana.
"hah?"semua orang sedikit terkejut dengan sikap Adriana yang sekarang.
"Anya are you ok?"tanya Jimi.
"Dev kamu memberi makanan apa pada adik kami?"tanya Jidan.
Devano hanya mengangkat bahu sebagai jawaban tidak tahu, dia sendiri juga bingung sikap Adriana akhir-akhir ini sangat berbeda dia selalu kesal jika Devano di dekat nya namun jika Devano pergi dia akan marah.
"ada apa dengan kalian aneh sekali tinggal jawab dan jelaskan apa susahnya."Adriana semakin kesal.
"Anya kami tidak memberitahu mu karena kamu tidak pernah ingin tahu."jelas Jordi.
"kapan aku seperti itu?"tanya Adriana polos padahal selama ini jika saudara-saudara nya pergi keluar kota untuk urusan mereka masing-masing dia tidak pernah mau tau bahkan jika di beri tahu sekali pun.
"tapi aku tidak mau tahu mulai hari ini jika kalian ingin pergi kemanapun harus memberi tahu ku." Adriana menggembulkan pipinya.
saat ini Adriana terlihat seperti anak kecil sangat lucu hingga semua laki-laki itu ingin sekali mencubit pipi Adriana termasuk Devano.
"Dea mana?"tanya Adriana tiba-tiba.
"entah dia bilang dia bosan dan ingin ke mall." kata Jimi.
"dia pergi sendiri?"
"tenang saja aku menyuruh tiga orang kita mengikuti nya."kini Agus membuka suara.
"hmm aku rasa aku juga ingin ke Mall." Adriana ingin berdiri namun tidak jadi karena perkataan Devano.
"tidak boleh."
"haah kenapa?"tanya Adriana kecewa.
"di sana kamu akan terus berjalan, nanti kamu lelah ingat kamu sedang hamil sekarang." tegas Devano.
"benar." kelima laki-laki lainnya membenarkan Devano.
"kalian tidak seru sekali, aku sangat ingin pergi jalan-jalan ke mall uh membayangkan nya saja pasti akan menyenangkan."
"Anya aku pikir ada yang salah dengan otak mu, kamu biasanya tidak suka pergi ke mall atau tempat keramaian." kata Jimi.
"apa kamu sudah terbentur sesuatu? apa kita harus ke rumah sakit?"tanya Devano kembali ke mode posesif nya.
Adriana menatap Jimi tajam karena reaksi Devano sedangkan yang di tatap hanya tersenyum tidak merasa bersalah.
"Dev aku tidak apa-apa, aku hanya ingin jalan-jalan ke Mall please ya aku ingin jalan-jalan Dev."Adriana merengek seperti anak kecil.
"baiklah kamu bisa pergi." kata Agus tiba-tiba membuat semua orang menatap nya tidak suka.
"benarkah? ah kak Agus memang terbaik." Adriana berlari ke arah Agus dan memeluknya.
Devano yang takut Adriana terjatuh juga ikut berlari kecil untuk menjaga Adriana seperti menjaga bayi yang baru bisa berjalan.
"honey tidak perlu berlari seperti itu."kata Devano.
"Agus ini semua karena kamu bagaimana jika Anya jatuh dan keponakan kita kenapa-kenapa?"tanya Tirta.
Agus yang mendapat protestan dari Tirta tidak menanggapi nya.
ah sudahlah aku pergi dulu."Adriana mengambil berjalan ke tempat duduknya tadi lalu mengambil tasnya bersiap ingin pergi.
"mau kemana?."tanya Agus.
"Mall lah kemana lagi?"
"aku bilang kamu bisa pergi ke mall tapi dengan syarat kami juga ikut." ujar Agus karena dia pikir dengan ini Adriana mengurungkan niatnya dan tidak jadi ingin pergi namun dia salah kali ini Adriana semakin bersemangat.
"benarkah ayo cepat kita berangkat."Adriana antusias.
"hah? semua orang terkejut dan menatap Agus tajam sedangkan yang di tatap hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"kenapa? ayo cepat."ujar Adriana tidak sabar.
dan akhirnya mereka benar-benar pergi, Adriana seperti seorang putri yang di ikuti pengawal tampan di belakangnya.
mereka jadi pusat perhatian semua orang.
"bukan kah itu kakak beradik keluarga AZ dan Devano Triya Kusuma?"Netizen1
"wah tampan sekali"netizen2
"iya siapa dia, dia bukan Dea Ananda AZ kan."netizen4
"dia sangat cantik."netizen5
"iya benar dia seperti putri yang di kelilingi pangeran tampan."netizen6
begitulah suara bisik-bisik dari pengunjung Mall yang mereka datangi sekarang.
entah kenapa Adriana sangat senang menjadi pusat perhatian sekarang namun berbeda dengan Devano ingin sekali dia menusuk satu persatu mata semua orang yang menatap istrinya.
Devano mengepalkan tangannya kuat menahan emosi nya mati-matian karena melihat wajah bahagia milik Adriana.
tiba-tiba Adriana berhenti di depan KFC Jimi yang melihat hal tersebut mengerutkan dahinya bingung biasanya saat Jimi mengajak Adriana masuk dan makan di sana Adriana selalu menolak tapi kenapa kali ini Adriana berhenti gumam Jimi dalam hati.
"ada apa honey apa kamu mau makan di sini?"tanya Devano.
"aku mau saham KFC."enteng Adriana.
"apa?" semua orang terkejut termasuk Devano.
"hmm aku mau saham KFC." mantap Adriana.
"tentu."jawab Devano enteng sebelum menghubungi Riza.
"waaah Dev." Jimi benar-benar tidak bisa berkata-kata lagi dengan Adriana terutama Devano yang langsung membeli kan Adriana tanpa berpikir panjang.
"Anya apa kamu yakin ingin membeli saham nya bukan makanan nya?"tanya Jordi.
"tentu saja."
"kenapa? biasanya kamu tidak suka."
"entah aku hanya sedang senggang saja."
keenam laki-laki itu menggelengkan kepalanya, benar-benar ngidam yang luar biasa Adriana bisa berubah seratus delapan puluh derajat bahkan sekarang dia meminta saham KFC padahal perusahaan yang susah payah dia bangun dia berikan pada Jidan dan Tirta.
"ayo jalan ke sana."Adriana berjalan terlebih dahulu namun tiba-tiba dia merasa mual.
"Anya kenapa?"tanya Agus.
"tidak apa-apa aku hanya sedikit merasa mual." Adriana melanjutkan jalannya hingga dia berhenti di depan Gucci.
"kak apa Anya akan meminta saham Gucci juga?"tanya Jimi pada Jordi.
"entah tapi jika memang benar maka beli saja apa susahnya." jawab Jordi enteng.
"wah-wah lihat lah keluarga ini benar-benar." gumam Jimi dalam hati.
"apa kamu menginginkan saham Gucci juga?"tanya Jidan.
"tidak aku ingin berbelanja, ayo masuk."
"honey aku bisa menyuruh Riza membeli pakaian untuk mu tanpa kamu harus ke sini, kamu pasti akan lelah jika memilih sendiri."kata Devano
"tidak-tidak aku tidak mau."
mereka semua akhirnya masuk tetap mengikuti Adriana dari belakang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen Adriana gak?
ini season 2 dari Adriana ☺️
btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺
sayang kalian banyak-banyak 😘
TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA !!!!
anak² ku di sana butuh kalian🥺
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
jangan lupa bintang lima nya ya🤭
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁
sampai jumpa di up selanjutnya 😉